
sama dong kaya anak Tante si elang, dia juga suka banget kerja sampai-sampai ngga mikir nyari ibu buat Sasa"
"apa? #moza refleks berteriak membuat oma Niken , Sasa dan quenna bingung menatapnya
"kenapa nak Moza? *tanya Oma Niken saat mendengar Moza berteriak dan melihat wajah terkejut Moza.
"maaf Tante, maaf , hehe" *Moza yang merasa tidak enak hanya menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Sasa dan quenna yang berada dimeja yang bersebelahan dengan mereka, tertawa melihat tingkah moza "hahahaha ante Moza lucu banget si mukanya"
"iya yah sa, hahaha"
"hussttt jangan keras-keras tertawanya ngga enak sama pengunjung yang lain" *Oma Niken memperingatkan dua bocil didepannya.
"hehe maaf Oma"
Sedangkan Moza hanya tersenyum melihat kelucuan queena dan Sasa.
"Ehhmm, Tante kalau boleh tau, kemana ibu Sasa? *tanya moza dengan ragu, namun di lain sisi dia juga sangat penasaran, apalagi jika berhubungan dengan elang.
"ibu Sasa sudah meninggal dunia 5 tahun yang lalu nak Moza" *jawab Oma Niken dengan suara yang lirih, entah kenapa jika membahas tentang Nana, Niken selalu sedih dan ingin menangis.
"maaf Tante, jika pertanyaan Moza mengingatkan Tante pada ibu Sasa"
"tidak papa nak Moza, memang Tante masih suka sedih jika mengingat mendiang ibu Sasa"
"pak elang pasti sangat mencintai mendiang istrinya ya Tante, buktinya sudah lima tahun ibu Sasa meninggal, pak elang masih belum mau mencari ibu untuk Sasa"
"benar, elang sangat mencintai nana, karena Nana adalah cinta pertama elang, selain itu juga Nana adalah sosok wanita yang sangat cantik, pintar, santun dan sangat baik.
#deg# Hati Moza kembali tersentil dengan ucapan Niken "pantas saja sifat kamu sangat dingin pak elang"
Melihat Moza yang hanya diam oma Niken meminta maaf karena merasa tidak enak hati " maaf ya nak Moza, Tante malah jadi curhat"
"hehe, ngga papa kok Tante"
__ADS_1
"kalau nak Moza sendiri apa sudah ada laki-laki yang disukai?
"," Moza tersenyum "sebenarnya sudah ada Tante, tapi sepertinya cinta Moza bertepuk sebelah tangan"
" mungkin itu hanya perasaan nak Moza saja, mana mungkin ada laki-laki yang tidak menyukai nak Moza yang cantik dan juga pintar ini"
"Tante bisa saja, Moza masih banyak kekurangan Tante"
"kalau sama anak Tante mau ngga nak Moza?
"," Moza mengerutkan keningnya "maksud Tante elang" *tanya moza sambil memakan chiken tiramisu pesanannya.
"iya, siapa lagi kalau bukan elang, dia kan anak Tante satu-satunya"
"uhuk, uhuk, uhuk" *Moza langsung tersedak makannya dan dengan cepat Oma Niken memberikan gelas berisi jus strawberry kepada Moza, Mozapun langsung meminum jus tersebut.
"apa Tante sedang bercanda, mana mungkin pak elang mau dengan saya, lagi pula kita belum begitu kenal satu sama lain"
"Tante serius nak Moza, dan ini juga permintaan Sasa"
Moza langsung melihat kearah Sasa dan juga quenna yang sedang makan dimeja sebelah mereka.
"kenapa bisa Sasa meminta Moza untuk menjadi ibunya Tante?
"Tante juga awalnya kaget Dengan Sasa yang tiba-tiba menangis saat pulang kerumah, karena khawatir Tante dan buyutnya Sasa menghampiri Sasa dikamarnya, lalu Tante mencoba untuk menanyakan sebab Sasa menangis , dan sasapun menceritakan semuanya"
"ya Tuhan kenapa Sasa memilihku untuk menjadi ibunya, kenapa semua seperti sudah diatur seperti ini, mulai dari kecelakaanku dengan elang yang membuatku bertemu dengannya dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, terus proyek kerjasama perusahaanku dengan perusahaan elang padahal ada ratusan perusahaan yang bergerak di bidang properti, dan terakhir Sasa yang memintaku untuk menjadi ibunya" *Moza terdiam dengan pikirannya sendiri.
"Nak Moza, maaf ya kalau ucapan Tante membuat nak Moza tidak nyaman"
"ohh, ngga papa kok Tante, kalau begitu silahkan dinikmati dulu Tante makanannya" *Moza mengalihkan pembicaraan.
"," Niken tersenyum dan mengangguk.
Merekapun menghabiskan makan siang mereka dan pulang kerumah Mereka masing-masing karena mang Diman sudah menunggu diparkiran Restoran.
__ADS_1
Didalam perjalanan pulang, Moza terus saja memikirkan perkataan Tante Niken.
"ante Moza kenapa si? kok diam terus dari tadi? *tanya quenna yang sedang duduk disampingnya.
"ngga papa kok sayang, mungkin ante Moza kekenyangan jadi maunya diem, wkwkwk" *Moza terkekeh.
Queenapun ikut terkekeh "ohh ya ante, tadi Sasa cerita sama Queena kalau dia pengin banget punya ibu kaya queena, tapi ayahnya tidak mau mencarikan dia ibu, kasian Sasa ya ante"
"," tanpa sadar Moza mengangguk, dia juga berfikiran sama seperti queena, gadis kecil yang ditinggal ibunya sejak lahir, walaupun banyak yang sayang dan memperhatikan dia, namun dihatinya pasti masih ada ruang kosong yang hanya bisa diisi dengan sosok ibu.
"ante, tadi Sasa juga bilang sama queena kalau semisal ante Moza jadi ibu quenna apa ante mau?
"," Moza hanya tersenyum menanggapi pertanyaan quenna, dia hanya tidak mau berharap lebih dengan elang, apalagi setelah mendengar cerita tentang mendiang istri elang sebelumnya.
Walaupun Moza juga pintar, namun mengenai sifatnya Moza masih sangat jauh jika dibandingkan dengan nana.
Dilain tempat, elang baru saja sampai dirumahnya dan melihat keluarganya sedang berkumpul diruang tengah.
"selamat sore semua" *sapa elang, membuat semua orang disana menoleh kearah elang.
"elang, sini duduk nak" *ucap kakek buyut.
"ayah sini duduk yah, Sasa mau cerita tentang calon ibu Sasa"
"," elang mengerutkan keningnya "maksud Sasa apa mah?
"sudah dengarkan saja cerita anak kamu"
"memangnya anak ayah mau cerita apa sama ayah?
*HAI GAES MAAF YA, KALAU UP NYA SUKA LAMA, SOALNYA AUTHOR JUGA SAMBIL NULIS NOVEL SATUNYA YANG BERJUDUL PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
TERIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH SETIA MEMBACA CERITA AUTHOR, MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN.
TERIMAKASIH JUGA UNTUK YANG SUDAH LIKE CERITA INI DAN UNTUK YANG BELUM LIKE JANGAN LUPA LIKE YA, AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA.
__ADS_1