
Elang sampai dirumah pukul 17:30, setelah mobil terparkir rapi digarasi rumahnya, elang turun dari mobil dan masuk kedalam.
Baru saja elang melangkahkan kakinya, Nana sudah berdiri didepannya dengan pakaian yang seksi dan juga riasan yang membuat elang tidak bisa berkedip.
"huby" *ucap Nana dengan suara manja dan berhambur memeluk suaminya.
elang tersenyum dan dengan senang hati membalas pelukan istrinya, sungguh pelukan istrinya ini adalah obat paling mujarab untuk merontokkan semua kelelahan setelah seharian bekerja.
"istri cantikku"cup" elang mencium kening Nana.
"sama ini anak pinternya papi" cup " * dan gantian mencium perut Nana yang sudah terlihat sedikit gendut.
Nana tiba-tiba meneteskan air mata dirinya begitu bahagia dengan perlakuan elang padanya dan bayinya, entahlah semenjak hamil perasaan Nana sangat sensitif.
Bahkan sekarang saat sedang menonton film, dirinya bisa sampai menangis tersedu-sedu saat adegan sedih.
Elang yang melihat istrinya meneteskan air mata mengerutkan dahinya "kamu kok nangis yang?
Nana menggeleng "tidak papa huby"
Elang mengelus pipi Nana sangat lembut dan menghapus air matanya.
Mendapat sentuhan dari elang Nana langsung menatap wajah tampan suaminya dengan lekat.
"Huby" *panggil Nana dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.
Elang tersenyum melihat wajah istrinya, dia sangat paham apa yang selanjutnya Nana ucapkan.
"mau itu by" **ucap elang dan Nana bersamaan.
"ihh tuh kan nyebelin" *Nana memukul lengan elang, mukanya sudah seperti tomat matang.
Sedangkan elang tertawa melihat tingkah istrinya yang masih saja malu, padahal merek sudah 3 bulan menjadi suami istri.
"emang udah boleh yang? *tanya elang karena setahu dirinya elang dan nana belum boleh melakukan aktivitas itu.
"udah boleh kok by, kan kandungannya udah 3 bulan kata dokter nunggu 3 bulan"
Elang tersenyum bahagia, akhirnya pecah telor juga.
"nanti ya aku mau bersihin badan dulu, takut dedeknya tidak mau kalo ditengok papinya yang masih bau acem"
__ADS_1
"nanti aja tidak papa by, kamu kan capek trus belum makan malam juga"
"capeknya udah ilang yang, apalagi setelah mendengar ucapan manja istriku yang meminta ini" *tunjuk elang kebawah dengan wajah yang susah diartikan.
"ihh, nyebelin banget si kamu by, udah lah aku nyiapin makanannya dulu, kamu mandi dulu Sana habis itu kita makan"
"iya sayang iya, aku juga butuh makan biar tenaganya tambah strong" * elang kembali tertawa dan lari ke kamar sebelum dapat amukan dari istrinya.
"CK dasar tuan mesum" nana berdecak sebal karena suaminya senang sekali menggodanya.
20 menit berlalu Nana sudah selesai memasak dan menata makan malam mereka dimeja makan, saat sedang menata makanannya elang datang dari arah belakang Nana dan memeluk Nana dari belakang.
"sayangku, kayaknya aku udah ngga sabar deh, Sekarang aja ya" *bisik elang ditelinga Nana.
Nana memukul tangan suaminya yang sedang melingkar diperutnya "makan dulu by, jangan mesum terus deh kamu"
"ya lagian gimana suaminya ngga mesum kalau istrinya cantik dan seksi kaya gini"
"gombal" *ucap Nana terkekeh
"tuh kan , orang beneran dibilang gombal"
"udah by, ayo makan dulu, mau cepet dapet jatah ngga?
Nana yang baru beberapa suap tersedak melihat piring suaminya yang sudah kosong "uhuk,,uhuk,,uhuk
Elang dengan cepat memberikan minum pada istrinya " kamu kenapa si yang? pelan-pelan dong makannya, aku tungguin kok" *ucap elng tanpa rasa berdosa.
"," Nana terdiam dan kembali makan.
Elang terus menatap istrinya yang sedang makan, tatapan yang membuat ***** makan Nana tiba-tiba menghilang, bagaimana tidak saat dirinya sedang makan, elang menatap tubuhnya mulai dari atas hingga bawah lalu tersenyum.
"huby ngga usah lihatin gitu dong, malu tau ngga?
"lah, emang aku lihatnya gimana si yang, biasa aja kok"
"biasa kok kaya gitu, gimana ngga biasnya, CK"
"wkwkwk"* elang terkekeh, dia sangat senang bisa kembali menggoda istrinya.
Setelah makan malam mereka selesai, Nana mencuci piring kotor dan membereskan sisa makanannya, sedangkan elang jalan keatas menuju kamar untuk menggosok gigi dan menunggu istrinya diranjang sambil melihat ponsel miliknya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka dan terlihat Nana yang baru saja selesai dengan kegiatannya, Nana langsung menuju ke kamar mandi untuk menggosok gigi.
Selesai menggosok gigi, Nana mendekat kearah suaminya yang sedari tadi tidak berkedip melihat tubuh istrinya, apalagi setelah rompi tipis yang sedari tadi menutup tubuh bagian atas hingga pa*a mu*US milik istrinya dibuka.
Nana hanya mengenakan lingerie berwarna hitam yang sangat kontras dengan warna kulitnya.
Elang dengan susah payah menelan Slavinanya, sungguh dia ingin segera memakan habis istrinya yang sudah berani menggodanya.
Nana tersenyum manis melihat wajah suaminya "huby" bisik Nana ditelinga suaminya.
Elang yang mendapat bisikan seksi istrinya langsung menarik tubuh Nana kepangkuannya
dengan pelan dan langsung ******* bi*ir ranum istrinya.
Ci*man yang begitu memabukan untuk Nana, membuatnya memejamkan mata dengan tangan yang memeluk leher suami tampannya.
Elang dengan nafas yang memburu terus saja meng*cup, me*mat dan me*yesap bi*Ir Nana, cukup lama bermain disana elang menurunkan lagi b*birnya kelehe* jenjang istrinya, tanda berwarna biru keunguan sudah tercap begitu banyak disana.
De*ah*an demi de*ah*n keluar dari mulut Nana apalagi saat elang sudah sampai diarea bermain favoritnya yaitu di dua gund*kan kemb*r yang sekarang mulai sedikit membesar.
Tangan Nana terus saja meremas rambut suaminya, sungguh suaminya sangat pintar membuatnya melayang hanya dengan sentuhan bi*irnya saja.
"sah,,yang" *ucap Nana disela kegiatan mereka.
"," elang hanya diam dan terus melakukan kegiatan favoritnya.
"aku ngga tahan yang"
Mendengar ucapan istrinya elang melepaskan pagu*a*nya dan menatap istrinya yang sudah sangat tersiksa karena ulah dirinya.
"Iya sayangku, muah" elang mencium bi*Ir istrinya kemuadian denga pelan-pelan memasukan benda pu*aka miliknya kesurga dunia milik Nana.
"pelan-pelan ya sayang" *ucap Nana pada suaminya.
"," elang hanya mengangguk, dia tidak sanggup membalas ucapan istrinya, dirinya sedang sangat menikmati surga dunia milik istrinya yang sudah 3 bulan tidak dia rasakan.
kamar ber AC yang cukup dingin berubah menjadi panas, dengan keringat yang bercucuran dan Suara de*ah*n yang memenuhi seluruh ruangan.
Sungguh malam yang panas dan indah untuk pasangan yang sudah 3 bulan lamanya menunggu moment ini, karena kandungan Nana yang lemah.
Elang dan Nana hanya melakukan sekali saja karena elang takut terjadi sesuatu dengan anaknya.
__ADS_1
Walaupun Nana tidak masalah jika elang meminta kembali, karena dia kasihan dengan suaminya, namun elang tidak mau egois, kesehatan bayinya lebih penting dari pada nafsunya.