
ya udah kalau gitu, tapi aku ikut, ngga terima penolakan"
Mendengar perkataan suaminya, mau tidak mau Nana mengiyakan permintaan elang.
Nana mengambil ponselnya dan menghubungi temannya saat masih bekerja diperusahaan ABIMANYU PROPERT.
*Nana*
Nabil makan siang bareng yuk, aku lagi dikantor nih.
*Nabil*
Yakin na, kamu mau makan sama kita
*Nana*
Yakin lah, santai aja kali, lagian kenapa emang?
*Nabil*
Ya kan status kamu sekarang nyonya bos, wkwkwkw
*Nana*
Ishh, ngga gitu juga kali, aku kan tetep manusia yang butuh makan, dan makanan favorit aku juga tetep ngga berubah, gado-gado sama es teh.wkwkwk
*Nabil*
Apa dibolehin sama bos elang
*Nana*
Suamiku ikut boleh ngga?
Melihat isi pesan dari Nana yang terakhir, Nabil spontan panik membuat Bilal mengerutkan keningnya dan bertanya pada Nabil "kamu kenapa bi?
"ini Nana minta makan bareng sama kita"
"yaudah ngga papa aku si mau aja, kamu gimana Ra? *Bilal bertanya ke Naura.
"yaudah aku si ayo juga"
"tapi,," *ucapan Nabil berhenti membuat Bilal dan Naura bingung
"tapi kenapa si nab? *Naura kali ini bertanya
"Nana sama suaminya" *jelas Nabil dengan suara lirih
"ya ngga papa dong Nana bawa suaminya, emang ada masalah" *ucap Bilal yang belum sadar dengan ucapannya
"masalah lah bil, apa kamu lupa suami Nana siapa? *tanya Nabil yang tidak habis pikir dengan temannya yang satu ini.
__ADS_1
Mendengar ucapan Nabil, Bilal sedikitpun berfikir dan "ya tuhan aku kok bisa Lola gini si"
*Bilal berbicara dengan suara sedikit berteriak.
"huhu, kamu si dasar Lola dari dulu"
"hehe, trus kamu iyain ngga nab? *tanya bilal
"ya mau gimana lagi, masa aku ngga ngebolehin pak bos ikut"
"yaudah Ayuk kita kekantin, tadi Nana bilang dia otw bareng sama pak bos sama pak Kevin asisten pribadi bos elang yang baru" *Terang Nabil
"waaaw pak Kevin yang ganteng itu, tambah gugup aja deh aku" *ucap Bilal dengan nada dibuat centil.
"kamu ngga melenceng kan bil, karena cinta kamu ditolak sama Nana dulu"
"hahahaha, gimana ya, kayaknya boleh juga tuh,"
"Bilal" *Naura dan Nabil berteriak dan memukul Bilal yang mereka rasa sudah sedikit tidak waras itu.
Nabil, Bilal dan Naura akhirnya berjalan kearah kantin, dan seperti biasa tanpa kepala Humas mereka yang tidak lain adalah Pak Bani.
"Dadah pak Bani" *ucap Bilal sambil melambaikan tangannya dengan gaya sedikit gemulai.
Melihat tingkah Bilal, pak Bani hanya geleng-geleng kepala "Dasar anak muda jaman sekarang, baru patah hati ditinggal nikah saja sudah jadi kaya gitu" *gumam pak Bani
Dikantin elang, Nana dan juga Kevin duduk dikursi yang berada di pojokan agar tidak terlalu terlihat oleh para karyawan yang akan makan disana.
Jam sudah menunjukan pukul 12:10 siang, satu persatu karyawan datang untuk memberi makan cacing-cacing yang sedari tadi meminta jatah pada mereka.
Walaupun awalnya mereka tidak menyadari keberadaan bos besar mereka, namun karena ada beberapa karyawan yang melihat dan menyapa bos mereka akhirnya semua karyawan pun ikut menyapa.
Suasana kantin pun tidak Seramai biasanya, mereka sangat canggung, bahkan untuk sekedar mengobrol.
Nabil, Bilal dan Naura yang baru saja sampai dikantin, mencari meja yang sudah diberitahu oleh Nana sebelumnya.
"Hai disini" *teriak Nana dengan melambai-lambaikan tangannya kearah mereka bertiga.
"sayang" *tegur elang dengan sangat halus karena istrinya berteriak.
"upps maaf by, hehe" *Nana tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kevin dan elang tersenyum melihat kelakuan Nana, padahal mereka tau Nana tipikal orang yang sangat menjaga sikap sedari dulu "mungkin karena bawaan bayi kali ya"
"Cantik banget kamu Sekarang na" *Kevin berbicara dalam hati sambil menatap wajah cantik Nana.
"Hai na, siang pak elang, siang pak Kevin" *sapa Bilal dan membuat Kevin tersadar dari lamunannya.
"Hai ayo duduk semuanya" *ucap Nana pada Nabil, Bilal dan Naura sedangan elang dan Kevin hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Bilal duduk disamping kursi Kevin agar bisa dekat dengannya "pak Kevin udah pesan makanan belum?mau aku pesenin ngga? *tanya bilal pada Kevin.
__ADS_1
"tidak perlu saya sudah pesan" *jawab Kevin dengan nada begitu dingin
"ya Tuhan serem amat nih orang, untung ganteng" *gumam Bilal yang hanya bisa didengar oleh Nabil yang memang kursinya sangat dekat dengan Bilal.
"husst" *Nabil menyenggol lengan Bilal dan Bilalpun terkekeh.
"kalian mau pesan apa? *tanya Nana pada teman-temannya.
"Biar aku aja Yang pesan makanan buat mereka berdua" *ucap Naura dan diangguki oleh Bilal dan Nabil
"seperti biasa ya Ra" *ucap Bilal dan Nabil kompak
"siippp"
Suasana dimeja saat ini sangat hening, Bilal dan nabil begitu sungkan untuk memulai obrolan terlebih dahulu, terutama Bilal yang sedari tadi menundukan kepalanya, padahal biasanya dia yang paling heboh.
"kok diam si, bil, nab gimana kerjaan kalian lancar "*nana yang melihat orang-orang disekitarnya hanya diam pun memulai obrolan.
"lancar na " *jawab Nabil singkat.
"," Nana mengangguk dan mereka kembali diam, nanapun paham sebab mereka terdiam, apalagi kalau bukan karena suaminya dan juga Kevin.
Tidak lama berselang makanan Nana, elang dan kevinpun datang.
"Silahkan tuan, nyonya" *ucap penjual kantin.
"terimakasih Bu" *Jawab nana dengan tersenyum manis.
Walaupun statusnya saat ini adalah nyonya muda Abimanyu namun sikapnya masih tetap sama seperti dulu, tidak pernah berubah.
Itu yang membuat elang salut pada istrinya, begitupun dengan teman-teman Nana.
Nana yang sedari tadi sudah sangat kelaparan langsung menyantap pesanannya hingga tersedak "pelan-pelan sayang" ucap elang dengan sangat halus sambil Menyerahkan gelas berisi air minum untuk istrinya.
"uhh meleleh hati hayati" *ucap lirih karyawan yang duduk tidak jauh dari mereka, karena mendengar suara bos tampannya yang sangat halus pada istrinya.
"mau dong jadi ibu Nana"
"bos elang bisa so sweet juga ya"
"Ganteng"
"Ya Tuhan bos elang, perhatian banget ya sama istrinya"
Ucap beberapa karyawan yang mendengar ucapan elang tadi.
Naura yang sudah selesai memesan makanan, kembali ke mejanya dan duduk kembali dikursi semula.
"thanks ya Ra" *ucap Nabil dan Naura mengangguk.
Dimeja lain sepasang mata sedang menatap elang dan Nana dengan tatapan yang susah diartikan.
__ADS_1
"aku harus cari cara lain agar pak elang bisa jadi milik aku" *gumamnya dengan tersenyum miring.