
Pagi harinya Nana terbangun dari tidurnya dan mendapati elang yang masih tertidur disebelahnya, ternyata semalaman elang menjaga Nana dikursi sebelah tempat tidur Nana hingga dia tertidur.
Nana membelai rambut suaminya, dia sangat beruntung karena mempunyai suami yang sangat mencintainya, Nana tidak buta, dia sangat tau banyak sekali wanita diluaran sana yang menginginkan suaminya.
"terimakasih ya tuhan, engkau sudah memberikan suami yang sangat baik, dan sangat mencintaiku, aku akan berjanji untuk selalu memberikan yang terbaik untuk suamiku"
Nana mencoba untuk bangun dari tidurnya, dia merasa tenggorokannya sangat kering, namun belum sempat dia mengambil air minum yang berada dimeja sebelah tempat tidurnya, elang terbangun.
"sayang kamu sudah bangun? *tanya elang dengan suara serak khas bangun tidur.
Nana terdiam menatap wajah suaminya "ya tuhan lihatlah suamiku, wajahnya terlihat sangat lelah" *ucap Nana dalam hati.
"," Nana mengangguk "haus by"
"oo kamu haus, Kenapa ngga bangunin aku?
"tidur kamu sangat lelap, aku ngga tega mbanguninnya"
Elang mengambil air minum dan memberikannya ke Nana "ini sayang"
"makasih cintaku"
Elang tersenyum mendengar panggilan Nana padanya.
"Bagaimana kondisi kamu sayang? apa ada keluhan?
"," Nana menggeleng "sudah tidak apa-apa by, nama pengin pulang kerumah"
"yaudah nunggu dokternya kesini ya buat periksa kamu, nanti kita pulang"
"Yee" lagi dan lagi tingkah Nana seperti anak kecil, membuat elang geleng-geleng kepala, namun elang senang karena dia jadi tau sisi lain istrinya.
Tidak lama elang dan Nana selesai berbicara, pintu diketuk dan terlihat perawat membawa makanan dan obat untuk Nana.
"permisi Bu, pak, ini sarapan dan obatnya" *ucap perawat tersebut, matanya terus saja melirik kearah elang yang sedang duduk diranjang bersama Nana.
"terimakasih mbak" *jawab Nana sedikit ketus karena melihat perawat tersebut yang terus saja melirik suaminya.
"sama-sama Bu, saya permisi"
__ADS_1
"," Nana dan elang mengangguk.
"Dasar genit, bisa-bisanya liatin suami aku terus"*ucap Nana membuat elang mengerutkan keningnya
"sayang kamu kenapa?
"itu tadi masa perawatnya liatin kamu terus, bikin emosi aja"
""loh istriku bisa marah juga ternyata?
"bisalah by, kalau aku lagi ngga lemes udah aku semprot dia"
"hahahaha, tapi sayang kenapa sama Naura kamu tidak bisa marah?
Nana terdiam dan menundukkan kepalanya, elang yang melihat istrinya langsung tertunduk langsung membelai rambut Nana.
"karena aku paling tidak bisa marah sama orang terdekat aku by, dan akupun dulu tau bagaimana Naura sangat mengagumi kamu, bahkan saat awal-awal dia tau aku jadi pacar kamu dia sempat marah besar sama aku, namun setelah diberi penjelasan sama Nabil dan Bilal dia sudah mau memaafkan aku, tapi yang aku tidak tau ternyata dia belum sepenuhnya memaafkan aku by" *Nana kembali menagis dan memeluk suaminya.
"tenang sayang, ingat kata dokter"
Nanapun melepas pelukannya dan kembali menatap suaminya "apa aku egois by, aku tau teman aku suka sama kamu tapi aku tetap mau menerima kamu"
"tapi by"
"cup" Elang mencium b*bir Nana sekilas "jangan bahas dia lagi, aku ngga mau dengar lagi kamu bahas-bahas wanita ular itu"
"huby ngomongnya yang bener ihh" *Nana mencubit perut suami.
"hehe" yaudah sini makan dulu abis itu minum obat terus nunggu dokter kesini"
"," Nana mengangguk dan menerima suapan demi suapan sarapan dari suaminya, lalu meminum obat yang diberikan perawat tadi
Tidak lama kemudian, dokter yang kemarin menangani Nana datang dan memeriksa keadaan Nana
"selamat pagi" *sapa dokter kepada Nana dan elang.
"pagi dok " jawab Nana, Sedangkan elang hanya mengangguk.
"bagaimana Bu Nana? apa ada keluhan?
__ADS_1
"," Nana menggeleng "tidak ada dok, saya sudah baik-baik saja, saya ingin segera pulang dok"
Dokter tersebut tersenyum dan mengangguk "baik Bu, nanti silahkan pak elang mengurus kepulangan Bu Nana kebagian administrasi ya"
"baik dokter, terimakasih"
"sama-sama Bu, saya permisi dulu"
"," Nana dan elang kembali mengangguk "silahkan dokter"
Setelah dokter yang menangani Nana keluar dari kamar Nana, elang pergi ke bagian administrasi untuk mengurus biaya perawatan Nana.
Selesai elang menyelesaikan pembayaran biaya perawatan Nana, elang kembali lagi kekamar rawat istrinya untuk membereskan bajunya dan baju istrinya yang kemarin dibawakan oleh Kevin.
Saat elang sudah sampai dikamar, elang melihat Kevin sudah ada disana sedang mengobrol dengan Nana.
"Ehhmm" *elang berdehem karena Kevin dan Nana tidak menyadari kedatangannya karena asik mengobrol.
"ehh by sudah selesai? *tanya Nana dan diangguki elang.
"lagi bahas apa si? sampai-sampai suaminya datang ngga tau"
"hanya sedikit mengobrol tentang masa masa sekolah pak " *ucap Kevin
"iya by, lucu juga ya kalau ingat masa-masa kita SMA dulu"
elang hanya tersenyum "ya sudah, aku beresin baju kotor kita dulu, terus langsung pulang"
"biar saya saja pak" *Kevin mencoba menawarkan dirinya untuk membantu elang membereskan baju kotor milik elang dan Nana, namun ditolak oleh elang.
"tidak usah Vin, biar saya saja"
Elangpun membereskan baju kotor tersebut dan memasukannya kedalam kantong plastik lalu memberikan kantong tersebut kepada Kevin karena dia harus mendorong istrinya dengan kursi roda.
Saat mereka bertiga sampai diloby rumah sakit, terlihat disana ibu Nana bersama dengan orangtua elang dan juga kakeknya.
"itu dia anak nakalnya" *ucap kakek elang menunjuk kearah elang.
"ibu, papah mamah kakek" *elang kaget melihat kedua orangtua, kakek dan mertuanya sudah ada disana begitu juga dengan nana dan Kevin.
__ADS_1
Mereka berempat berlari kearah elang dan bersiap memarahi anak dan menantunya yang tidak memberikan kabar mereka sama sekali tentang kondisi Nana.