
"jangan harap kamu bisa menggoda elang, aku ngga akan biarin itu, dasar perempuan ja*ang"
Kevin berbalik badan dan segera pulang, dia tidak akan memberitahukan kejadian itu pada elang, namun dia punya rencana sendiri untuk mengikuti permainan Tasya.
Tasya yang tidak mengetahui keberadaan kevinpun masih melanjutkan teleponnya, hingga suara seseorang yang begitu dingin menghentikan kegiatan Tasya.
"saya paling tidak suka karyawan saya teleponan diluar urusan pekerjaan dijam kerja seperti ini"
Tasya berbalik dan mendapati elang sedang berdiri di depan meja kerjanya dengan wajah yang sangat menakutkan.
"Ma,,maaf pak tadi ibu saya mengirimkan pesan , kalau beliau mau menelpon saya katanya penting jadi saya angkat, maaf sekali lagi pak" *ucap Tasya dengan muka yang dibuat sedih berharap tidak mendapat amukan dari bosnya.
"Hanya hari ini tidak ada lain kali"
"Ba,," *belum selesai Tasya berbicara, elang sudah berjalan keruangannya.
Elang benar-benar melupakan tujuan dirinya menemui sekertaris barunya, karena dirinya terlebih dahulu dibuat begitu emosi dengan tungkah Tasya bayangkan saja dihari pertama dia bekerja, dia sudah berani telepon menggunakan ponsel pribadinya dijam kerja seperti ini, ya, walaupun dengan alasan telepon penting atau apalah, tetap saja elang tidak bisa menerima alasannya.
Bahkan Nana istrinya saja tidak pernah melakukanya, dia tetap mematuhi peraturan di Perusahaan ABIMANYU PROPERTI, walaupun statusnya dulu adalah kekasih dari CEO perusahaan tersebut.
Elangpun memilih diam, dan melanjutkan pekerjaannya, dia akan menyuruh Kevin saja besok yang akan menanyakan pada sekertaris barunya mana saja yang belum dia pahami.
Sedangkan dilain tempat, Tasya sedang menggerutu dikursi miliknya melihat tingkah bos gantengnya "untung saja kamu ganteng dan juga tajir melintir, coba kalo ngga, mana mau aku disuruh buat menggoda orang yang sikapnya dingin banget kaya dia, huufftt,, sabar Tasya inget, imbalannya lumayan buat liburan keluar negeri"
Tasyapun melanjutkan pekerjaannya, hanya dengan melihat buku jobdesk yang sebelumnya sudah diberikan mba Ratih saja, Tasya sudah mulai bisa melakukan pekerjaannya, IQ Tasya memang tidak usah diragukan lagi, tapi sifatnya yang serakah membuatnya menjadi orang yang tidak pernah puas dengan apa yang dia miliki saat ini, dia akan melakukan segala cara agar apa dia inginkan bisa dia miliki, percuma saja jika IQ nya besar tapi hatinya busuk.
Hingga waktu menunjukan pukul 5 sore, elang keluar dari ruangannya untuk pulang, elang berjalan melewati meja Tasya tanpa menyapa atau menanyakannya.
Tasya yang melihat tingkah bosnya, tersenyum miring "ya Tuhan punya bos kok gini amat ya, apa mungkin aku bisa menggoda dia, Bahkan melihat wajahku saja dia seperti jijik, tidak,tidak Tasya kami harus semangat"
Setelah elang sudah tidak terlihat, Tasya membereskan mejanya dan pulang kerumah karena jam kerja sudah selesai.
Saat sedang berada dilift ponselnya berdering, Tasya melihat siapa yang yang menelponnya dan mencebikan bibirnya "baru aja tadi telepon, sekarang udah telepon lagi, gara-gara dia juga aku kena marah sama bos"
__ADS_1
Tasya memencet tombol hijau diponselnya dan mengangkat telephonnya "Hallo"
"Kamu udah pulang? gimana tadi udah ada perkembangan belum?
"Perkembangan apa?aku aja tadi dimarahin sama dia"
"hah, dimarahin, kamu bikin ulah apa?
"apa aku bikin ulah, kamu yang bikin ulah bukan aku"
"loh kok jadi aku si"
"Ya karena kamu tadi telepon aku dijam kerja b*g* jadi aku yang kena semprot, mana nakutin banget lagi wajahnya"
"tapi ganteng kan?
"ganteng si banget malah"*ucap Tasya sambil membayangkan wajah elang.
"jangan asal bicara ya kamu, ingat tugas kamu disitu adalah untuk nenggoda elang agar dia cerai sama istrinya"
"apa kamu bilang?Tasya jangan main-main sama aku ya kamu, awas saja kamu kalo berani, aku pastikan karier kamu akan hancur"
"iya iya aku lebih sayang sama duit kali ketimbang dia, walaupun gantengnya ngga ketulungan"
"dasar kamu, masih tetep ngga berubah"
"hehe"
Mereka berduapun mengakhiri teleponnya.
Tasya memasukan kembali ponselnya kedalam tas bermerk dan terlihat cukup mahal.
*** FLASBACK ON ***
__ADS_1
Sebelumnya Tasya terlahir dari keluarga yang berada, gaya hidupnya begitu mewah dan juga glamor, dia mempunyai adik laki-laki berumur 17 tahun bernama Rio dan masih bersekolah, orangtuanya adalah seorang pemborong kelas kakap, hidup Tasya benar-benar sangat bahagia, sebelum tragedi mengerikan itu terjadi, tragedi yang membuat dirinya kehilangan kedua orangtuanya dan seluruh harta peninggalan orangtua mereka.
Tasya dan rio begitu terpukul, apalagi saat mereka berdua diusir dari rumah yang penuh dengan kenangan dan kebahagiaan saat mereka dan kedua orangtuanya masih tinggal disana.
Lebih menyedihkan lagi saat dirinya pergi kerumah om Rian, adik dari almarhum ayahnya bukannya dipersilahkan masuk apalagi memintanya untuk menginap disana justru om satu-satunya itu malah dengan teganya mengusir Tasya dan rio.
Hati Tasya sangat hancur pada saat itu, dia dan rio lalu pergi mencari kontrakan yang dekat dengan sekolah Rio agar dia tidak terlalu capek jika berjalan kaki.
Mereka berdua mengontrak dengan uang sisa tabungan mereka, setengahnya untuk biaya hidup mereka sehari-hari sampai Tasya mendapatkan pekerjaan.
Karena hari yang sudah begitu larut Tasya dan adiknya memutuskan untuk langsung tidur, karena mereka benar-benar sangat lelah berjalan sangat jauh sedari pagi.
Pagi harinya Tasya mencoba melamar kerja, di 10 perusahaan yang sedang membuka lowongan, namun belum ada satupun yang menerimanya.
Dalam keputusan asaannya Tasya pergi ke dis*tik tempat dia dulu nongkrong dengan teman-temannya, untuk sejenak mengurangi tekanan hidupnya, sampai disana Tasya memesan 2 botol b*r lalu meminumnya hingga ma*uk.
Seorang wanita yang masih terlihat cantik walaupun usianya sudah tua mendekat kearah citra.
"Hay sayang" *ucap Stevani pemilik tempat tersebut.
"Hay, hallo mami"
"kamu kenapa, mami dengar kamu diusir dari rumah kamu"
"iya mami Tasya diusir dan sekarang Tasya mengontrak dengan uang sisa tabungan taysa dan adik Tasya, dan apa mami tau hari ini Tasya melamar di 10 perusahaan tidak ada ketrima"
"ohh, sayang kamu kasian sekali, apa kamu mau kerja sama mami"
"maksud mami jadi perempuan si*panan om om?
" ya memang itu pekerjaan ditempat mami"
"tapi mi"
__ADS_1
"coba kamu pikirkan dulu besok mami tunggu keputusan kamu disini, kamu cantik pasti bisa dapetin uang banyak"