BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
KAMAR KEDAP SUARA


__ADS_3

untung aja aku datang tepat waktu" *ucap Tasya dengan tersenyum dalam hati karena berhasil menggagalkan kemesraan elang dan Nana.


"Letakan saja dimeja nanti akan saya cek, kamu keluar sekarang" *elang berbicara dengan nada yang sangat dingin, karena menahan kesal akibat ulah sekertaris barunya yang datang diwaktu yang tidak tepat.


"ba,, baik pak elang" *Tasya memasang wajah yang ketakutan, berharap Nana akan meminta suaminya agar elang tidak bersikap dingin lagi padanya.


Melihat wajah Tasya, Nana bukannya kasian tapi dia malah terkekeh "wkwkwkwk, ngga papa kok mbak Tasya, suami saya memang begitu" *ucap Nana pada Tasya.


Bukan tanpa alasan, Nana sudah beberapa kali meminta suaminya untuk sedikit menghilangkan sikap dinginnya, namun suaminya tetap tidak bisa merubahnya, dia hanya bisa hangat dengan keluarganya dan sahabat-sahabatnya.


"tidak papa Bu Nana" *Tasya memaksakan senyumnya.


Tanpa menunggu Tasya pergi elang langsung menggendong tubuh Nana menuju kekamar pribadinya.


Nana yang tidak enak dengan Tasya hanya menenggelamkan kepalanya didada bidang suaminya.


Sedangkan Tasya hanya diam menatap kepergian elang dan juga Nana hingga pintu kamar ditutup dan tidak terlihat.


"be*ngs*k" *Tasya begitu emosi karena baru kali ini dia bertemu dengan laki-laki yang seperti elang, susah sekali didapatkan.


Dengan penuh kekesalan Tasya keluar dari ruangan bosnya.


Melihat wajah Tasya yang ditekuk setelah keluar dari ruangan bosnya, Kevin mengerutkan dahinya, Kevin beranggapan Tasya baru saja kena marah sama elang.


"Tasya, Tasya, kamu tidak akan mungkin bisa menggoda elang" *ucap Kevin lirih dan tersenyum miring ketika ingat rencana bodoh Tasya dulu.


Didalam kamar elang kembali melancarkan aksinya, elang menuntun tangan Nana menuju keranjang yang sudah lama tidak menjadi saksi cinta mereka berdua.

__ADS_1


"by, ja ,hmmpt "* belum sempat Nana menyelesaikan ucapannya elang sudah melahap dengan rakus b*bir milik istrinya.


Nana yang mendapat serangan manis dri suaminya lngsung memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan b*bir suaminya, suami tampannya yang selalu bisa membahagiakannya.


Tangan Nana merangkul tengkuk kepala elang dan mengusap-usap rambut hitamnya.


Elang sangat menikmati b*bir istrinya yang selalu membuatnya candu, apalagi semenjak nana hamil, elang merasa bibir istrinya terlihat semakin seksi dimatanya.


Pa*utan, lu*atan, dan kecapan terdengar merdu di ruang kedap suara tersebut, setelah puas dengan bagian b*bir seksi istrinya, kini elang menurunkan c*umannya di leher jenjang istrinya, bukti-bukti kepemilikan sudah elang ukir dileher istrinya.


Nana sudah tidak bisa lagi menahan de*a*annya apalagi saat b*bir suaminya bermain dengan sangat lincah dipucuk gu*ung miliknya, ahh, begitu memabukan.


"by, mmmh, "


" emmmhh *elang mengerang menahan kenikmatan dunia.


Elang menghentikan ci*m*nnya dan menatap wajah istrinya "cantik banget sayang kalau lagi kaya gini"


"puk" *Nana memukul pelan suaminya yang malah menggodanya, padahal dia sedang sangat tersiksa karena menunggu suaminya memasukan benda favoritnya.


"byh,, ayok"


Elang tersenyum dan mel*mat kembali b*bir istrinya dan pelan - pelan memasukan benda pusaka ya kedalam surga dunia milik Nana.


Nana memeluk tubuh suaminya dan menikmati ulah suaminya yang selalu bisa membuatnya ketagihan.


"by, mhh,"

__ADS_1


"sayang, cup" elang m*ncium dan me*mat lagi dan lagi b*bi* istrinya dan bermain dip**** gun*ng istrinya hingga Nana mengerang dan mencapai puncak kenikmatannya.


"kehluar by hh"


"sayangku, sekali lgi ya"


Walaupun awalnya kaget, namun Nana tetap mengangguk karena dia tau suaminya masih ingin menikmati t*b*nya.


Elang kembali memompa t*buh istrinya, suara Des*Han dan peluh sudah bercampur dan bersautan dikamar yang kembali menjadi saksi cinta mereka berdua.


"sayang aku mau keluar"


"," Nana yang memang sedang sangat menikmati ulah suaminya hanya mengangguk dia juga sudah ingin mencapai puncak.


"sahyang" *elang mengerang saat dirinya sudah mencapai puncak bersamaan dengan Nana yang juga mencapai puncak.


Selesai dengan kegiatannya Nana dan elang pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka.


Setengah jam berlalu, Nana dan elang kembali memakai baju mereka.


"by sing ini boleh ngga aku makan siang bareng Nabil, Bilal dan Naura"


"kenapa ngga sama aku si yang"


"kan udah lama aku ngga ketemu mereka, kangen tau by"


"ya udah kalau gitu, tapi aku ikut, ngga terima penolakan"

__ADS_1


__ADS_2