
"Dasar anak tidak tau diri, papah sekolahin kamu tinggi-tinggi bukan untuk mempermalukan keluarga Amora" ***ucap papah Amora dengan nada yang begitu keras, dan wajah yang merah padam, sedangkan Amora hanya bisa berlutut dan menangis.
Mamah Amora yang melihat putrinya begitu menyedihkan, hanya terdiam dan menangis, dia merasa gagal mendidik Amora selama ini, putri satu-satunya yang selalu dia bangga-banggakan karena wajah dan juga karirnya, apa kata keluarga besar dan teman-teman nya nanti.
"kamu pergi dari rumah ini, papah ngga mau liat muka kamu lagi, PERGI!! "** ucap papah Amora dengan emosi menggebu-gebu.
Tanpa banyak bicara, Amora keluar dari istana milik orang tuanya, istana yang selalu memperlakukan dirinya sebagai putri, namun sekarang semuanya hancur, tidak ada lagi yang membelanya, bahkan semua keluarga membencinya dan tega mengusirnya.
Amora berjalan menuju mobilnya menjalankan mobilnya menuju ke apartemen miliknya.
Saat Amora sedang mengendarai mobilnya ponselnya berbunyi, "LEO" **nama yang tertera dilayar ponsel milik Amora.
Amora langsung menggeser tombol hijau dilayar ponselnya mengangkat telepon dari Leo.
"Hallo Leo" **Amora mengangkat telepon Leo dengan nada yang bergetar karena menahan tangis.
Hatinya begitu sakit, karena seumur hidupnya dia baru pernah melihat papah yang dia tau sangat menyayangi dia sedari dia kecil, membentak bahkan menampar pipinya, tidak pernah sama sekali ada dibayangan Amora.
"kamu dimana sekarang?" **tanpa menjawab sapaan Amora Leo langsung menanyakan keberadaannya, Leo tau bagaimana hati Amora saat ini.
"aku diapartemen le" **ucap Amora yang memang sedang menuju ke apartemen.
"aku kesana kamu jangan kemana-mana"** setelah selesai berbicara Leo mematikan telepon nya.
Amora melaju kearah apartemen, dengan kecepatan yang sangat tinggi.
__ADS_1
15 menit perjalanan Amora sampai diapartemen milik nya.
Amora membuka pintu apartemennya dan ketika akan menutup pintunya kembali, tangannya ditarik dan saat ini Amora sudah ada dipelukan Leo.
Amora terkejut dengan perlakuan Leo, disaat keluarganya saja mengusirnya dari rumah, justru Leo dengan segera datang ke apartemennya hanya untuk menenangkan nya.
Amora membalas pelukan Leo dan menangis tersedu-sedu, menumpahkan seluruh perasaan antara marah, sedih dan kecewa.
Leo semakin mengeratkan pelukannya berharap pelukannya bisa menenangkan hati Amora.
Setelah cukup lama, Amora menepuk pundak Leo karena dirinya merasa sesak akibat pelukan Leo yang terlalu erat.
"Udah le, kamu mau nenangin aku apa mau bunuh aku?" *ucap Amora terkekeh.
Mendengar kekehan Amora , Leo menatap wajah Amora dan menghapus air mata dipipi mulus Amora.
"udah mor, kamu tenangin diri dulu, aku temenin kamu sampai kamu bener-beber siap buat cerita ke aku apa yang sebenarnya terjadi" **Leo kembali berucap dan Amora mengangguk.
Cukup lama Amora diam, sedangkan Leo bermain dengan ponselnya.
"Le, aku mau cerita yang sebenarnya terjadi, tapi setelah kamu denger penjelasan aku, plis, kamu jangan benci sama aku, kamu jangan menghindar dari aku" **Amora memohon.
"aku janji" *jawab Leo singkat.
"Sebetulnya, awalnya salah aku le, saat kita reuni dilondon, aku berniat ngejebak elang buat tidur sama aku, aku nyuruh pelayan buat ngasih minuman yang udah aku kasih obat perangsang"
__ADS_1
Leo kaget dengan penjelasan Amora, namun dia ingin mendengar lebih detail lagi "trus"
"trus, entah apa yang terjadi, minuman yang udah aku campur obat, malah diminum sama Edo, dan yang lebih bikin gue syok adalah digelas aku juga ada obat perangsangnya juga, dan saat aku menuju kekamar yang udah aku booking, posisi aku udah setengah sadar le, aku kira yang masuk kedalam kamar itu si elang, tapi" **Amora kembali menangis dia tidak sanggup melanjutkan ceritanya.
Leo yang melihat itu, langsung mendekap kembali tubuh Amora, kecewa, sangat! Leo sangat kecewa dengan Amora, namun bukannya Leo membenci Amora, justru dia malah ingin melindungi Amora
"kamu sabar ya mor, kamu emang salah disini, aku ngga nyangka pikiran kamu bisa sedangkal itu buat bisa dapetin elang, tapi nasi udah jadi bubur, kamu harus bisa terima resikonya. *Leo mencoba menasihati Amora.
"aku bakal terima akibatnya le, aku cuma kasian kalau sampai aku hamil gimana nasib anak aku, aku ngga mau nikah sama Edo le, aku ngga suka sama dia" **bibir amira kembali bergetar, dan dia kembali menangis.
Leo mempererat pelukannya "tenang aja mor, kalo kamu ngga mau Edo bertanggung jawab, nanti kalau kamu hamil, anak kamu bisa panggil aku Daddy" **Amora langsung mendongak menatap wajah Leo, yang terlihat begitu tulus.
Amora menggeleng "aku ngga mau ngebebanin kamu dengan masalah aku le, kamu udah banyak banget bantu aku selama ini, kamu terlalu baik le".
"aku ikhlas mor, aku mohon, jangan menolak bantuan aku untuk masalah ini" **Leo berbicara dengan penuh keyakinan.
"Kenapa kamu baik banget sama aku si le, padahal aku udah hancur banget kaya gini" **ucap Amora pada Leo yang masih belum melepaskan pelukannya.
"Karena aku cinta sama kamu mor"**ucap Leo
#DAMM#
AUTHOR: LEO KOK BISA YA CINTA BANGET SAMA AMORA SAMPE SEBEGITUNYA?, AUTHOR MAU DONG DICINTAI JUGA SAMA BABANG ELANG.
NANA: AWAS AJA, GUE BAKAL KELUAR DARI NOVEL INI THOR.
__ADS_1
ELANG: KALO NANA KELUAR GUE JUGA IKUT KELUAR
AUTHOR: YA AMPUN ,, IYA IYA BERCANDA.