
Satu Minggu berlalu setelah elang dan Nana sudah berstatus menjadi pasangan suami istri, dan saat ini mereka berdua sudah kembali untuk bekerja.
Melihat tumpukan dokumen yang belum Nana periksa untuk ditandatangani suaminya, membuat nana benar-benar sibuk dihari pertamanya bekerja, bahkan saat jam istirahat sudah tiba Nana masih sibuk dengan dokumennya, dan tidak peduli dengan cacing diperutnya.
Elang keluar dari ruangannya dan melihat istrinya yang masih sibuk dengan dokumennya "sayang ayo kita makan dulu, itu dilanjut nanti lagi" *ajak elang pada istrinya yang masih tetap memeriksa dokumen dimejanya
"kamu makan sendiri dulu ya by, nanti aku nyusul" *jawab Nana tanpa melihat kearah elang.
Elang yang merasa diabaikan menarik dokumen yang sedang diperiksa Nana "sini dokumennya, pokoknya nurut sama suami, sekarang makan dulu, nanti dilanjut lagi sayangku"
Akhirnya nanapun pasrah menuruti perintah suaminya "tapi pesen aja ya by, nanti biar OB bawa makanannya kesini, aku benar-benar lagi ngga mood buat makan diluar"
Elang mengangguk "iya sayangku, ayo kedalam" *ajak elang menarik tangan Nana untuk masuk kedalam ruangannya.
Nana akhirnya menelpon OB untuk memesankan makanan untuknya dan untuk elang.
Melihat Nana yang sudah selesai menelpon OB elang langsung menarik tengkuk istrinya dan mel*mat bib*r istrinya yang benar-benar sudah menjadi candu untuk elang, bahkan dua jam saja tidak memakannya elang akan sangat gelisah.
#GITU BANGET YA BABANG ELANG#
Nanapun memeluk tubuh elang dan menikmati sentuhan memabukan itu, tangan elang sudah tidak tau berada dimana, tangannya paling tidak bisa diam jika sedang melahap bi*ir Nana.
Elang menidurkan Nana disofa berwarna abu-abu didalam ruangannya, dan menurunkan ci*ma*nya kel*h*rer jenjang dan putih milik Nana, sedangkan tangannya sudah berada di p*ha istrinya.
Semakin lama ci*man mereka semakin panas, bahkan Nana beberapa kali me*de*ah karena keni*m*Tan yang diberikan oleh suaminya.
__ADS_1
Saat tangan elang sudah berada diarea sen*it*f Nana tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
tok.tok.tok
"shitt" *elang begitu emosi karena telah diganggu oleh suara ketukan pintu "siapa si, ganggu saja"
Nana mencoba menenangkan elang "sabar huby, jangan marah-marah kaya gitu nanti kan bisa dilanjut lagi, aku buka pintunya dulu ya" *Nana berjalan kearah pintu dan membukanya, terlihat disana Pak Tono, qOB yang tadi dimintai tolong untuk membelikan makan siang untuk elang dan juga dirinya.
"Neng Nana ini pesanannya, maaf menganggu pak elang dan mba nana" *ucap pak Tono tersenyum kikuk, karena merasa bersalah datang diwaktu yang tidak tepat, apalagi setelah melihat rambut Nana yang sedikit berantakan, pak Tono tau apa yang sedang dilakukan pengantin baru didalam, pasti mereka sedang bermesraan.
Nana tersenyum malu "tidak papa pak, santai saja pak Tono tidak mengganggu kok, kita juga ngga lagi ngapa-ngapain, yasudah terimakasih ya pak, saya kedalam dulu"
Pak Tono mengangguk " iya neng sekali lagi pak Tono minta maaf ya, pak Tono pamit dulu"
"iya pak Tono sama-sama" *Nana segera menutup pintunya kembali dan menuju kesofa dan melihat elang masih menekuk wajahnya "huby sudah, kan bisa dilanjut lagi nanti, mending makan dulu biar nanti ada tenaga" *Nana tersenyum sambil matanya berkedip membuat elang gemas dan menarik hidung mancung istrinya.
Mereka berdua akhirnya makan dengan saling menyuapi, hingga makanan mereka habis.
Selesai makan Nana dan elang masuk kedalam kamar yang berada didalam ruangan elang, untuk melaksanakan ibadah.
Elang sekarang sudah mulai terbiasa menjadi imam untuk Nana, walaupun awalnya elang masih sangat gugup karena jujur ibadahnya masih suka bolong, namun karena Nana sering mengingatkan elang untuk beribadah, akhirnya elang sekarang sudah terbiasa.
Saat elang dan Nana sudah menyelesaikan ibadah mereka, Nana segera merapikan mukenanya dan meletakkannya dilemari yang berada didalam kamar tersebut.
Nana berjalan kearah pintu untuk keluar dan melanjutkan pekerjaannya, namun tangannya ditarik oleh elang dan tubuhnya diangkat dan dibawa keranjang king size dengan sprei berwarna abu-abu.
__ADS_1
Elang kembali melanjutkan aktivitas yang tadi ditunda, karena ulah OB yang datang diwaktu yang tidak tepat.
Nana yang kaget memukul mukul lengan suaminya pelan "suamiku benar-benar tidak pernah puas memakanku *ucapnya dalam hati.
Elang membaringkan tubuh istrinya diranjang dan langsung me*lu*at bi*ir istrinya hingga mereka melakukan penyatuan suara Des*h*n terus menggema dikamar kedap suara milik elang.
Keringat keduanya menyatu dan merasakan puncak berulang kali, hingga elang benar-benar tidak berdaya dan tertidur.
Sedangkan Nana bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lalu keluar kamar tanpa membangunkan suaminya dan kembali bekerja.
Benar-benar pekerjaan yang sangat membutuhkan tenaga ekstra, karena harus melayani suaminya bukan hanya dikanto tapi juga Dira*ja*g.
Nana tersenyum saat mengingat ulah suaminya yang hampir setiap hari meminta jatah darinya, seakan-akan tidak pernah puas dan tidak pernah lelah.
Dikamar elang baru saja bangun dari tidurnya waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, elang mencari Nana dikamarnya namun tidak ada, elang bangun dan memakai bajunya lalu keluar menuju meja Nana.
"sayang kok ngga bangunin aku si" *ucap elang dengan wajah bantalnya membuat Nana menahan tawannya "mana ada bos yang tidur dijam kerja, bahkan bukan hanya tidur tapi lebih"
Padahal elang termasuk orang yang sangat disiplin dengan peraturan perusahaan namun mohon dimaklumi ya karen pengantin baru. wkwkwkwk
"tadinya aku mau mbangunin tapi ngga tega lihat wajah huby yang sangat lelah" * terang Nana.
"Yasudah aku mandi dulu ya, abis itu kita pulang"*ucap elang dengan entengnya, sedangkan dokumen didepan Nana masih menumpuk dan baru dikerjakan beberapa lembar karena ulahnya yang meminta jatah dijam kerja.
Nana hanya mencebikan bibirnya tidak berniat untuk menjawab ucapan suaminya lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.
__ADS_1
Elang pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti bajunya.