
Saat elang sedang asyik dengan teleponnya, bel pintu berbunyi dan Elangpun mengakhiri teleponnya.
Elang berjalan kearah pintu untuk membuka pintunya dan kaget melihat orang Didepannya.
"Kevin, ngapain kamu kekamar saya"
"bos begini, intinya Sekarang saya minta, bos sekarang pindah kekamar saya" *ucap Kevin pada Elang.
"maksudnya bagaiman? kamu mau saya pecat?
"bukan begitu bos, pokoknya sekarang saya belum bisa njelasin semua sama bos, lebih baik sekarang bos ikut saya"
Walaupun elang bingung, namun dia tetap mengikuti Kevin dibelakangnya.
Sampai dikamar Kevin, Kevin meminta bosnya untuk duduk tenang disofa.
"bos, sekarang anda duduk saja disini, tunggu sampai saya kembali"
"sebenarnya ada apa Kevin?
"saya hanya ingin mengikuti permainan siluman ular saja bos"
"maksudnya?
"Bos akan tau setelah ini"
Elangpun mengangguk dan mengikuti perintah Kevin, untuk alasannya dia akan menunggu penjelasan Kevin nanti.
Kevin juga pasti melakukan ini untuk kebaikannya "pikir elang.
Elang kembali menelpon Nana, sembari menunggu Kevin kembali.
Dikamar hotel elang, Kevin sudah bersiap menunggu seseorang yang ingin berbuat kotor dengan bos sekaligus sahabatnya itu.
Baru beberapa menit Kevin duduk disofa.
"ting tong Ting tong"
Bunyi bel kamar elang "untung saja belum terlambat" *kevin tersenyum senang, karena dia datang lebih cepat dari pegawai hotel tersebut.
Kevin berjalan kearah pintu dan membuka pintu tersebut.
"iya mas ada apa?
"silahkan pak, ini minuman yang disediakan oleh pihak hotel untuk tamu VIP"
"ohh begitu, oke terimakasih" *Kevin menerima minuman tersebut.
__ADS_1
"kalau begitu saya permisi pak" *ucap pagawai hotel dan diangguki oleh Kevin.
Kevinpun membawa minuman itu masuk dan membuangnya "malam ini semua topeng kamu akan aku bongkar Tasya" *Kevin tersenyum miring mengingat kejadian tadi sore saat dirinya memergoki Tasya sedang berbicara dengan pelayan hotel yang sama dengan pelayan yang tadi mengantarkan minuman.
**FLASBACK ON**
Kevin, elang dan Tasya yang baru saja pulang dari kantor cabang berjalan menuju kamar mereka masing-masing, namun ada data yang akan Kevin minta dari Tasya, kevinpun pergi menuju kamar Tasya.
Kevin kembali masuk kedalam lift dan memencet tombol dimana lantai kamar Tasya berada.
Lift berhenti dan pintu lift terbuka, Kevin melangkahkan kakinya keluar dan saat dirinya baru saja sampai didepan kamar Tasya, Kevin mendengar suara laki-laki didalam kamar Tasya.
Penasaran dengan pembicaraan Tasya Kevin semakin mendekatkan tubuhnya kedepan pintu Tasya yang sedikit terbuka.
"ini obat kamu masukin minuman itu, lalu kamu antarkan ke kamar no 240" *ucap Tasya
"baik Bu, akan saya laksanakan, tapi saya minta pembayarannya transfer kereking saya malam ini juga, soalnya saya sedang sangat butuh uang itu untuk biaya operasi anak saya"
"iya tergantung kamu berhasil atau tidak menjalankan rencana saya"
"baik Bu, saya pastikan minuman ini akan sampai di kamar 240"
"Baik, sekarang kamu boleh pergi, saya tunggu kabar baiknya"
"saya permisi dulu Bu"
Dia akan memindahkan elang terlebih dahulu kekamarnya dan mengikuti permainan Tasya.
**FLASBACK OFF**
30 menit berlalu setelah pegawai hotel laki-laki itu pergi, bel pintu kembali berbunyi.
Kevin yang mendengar suara bel pintu segera mematikan semua lampu kamar tersebut.
Pintu kamar sengaja tidak dia kunci agar Tasya bisa langsung membukanya karena dia akan bersembunyi dilemari baju untuk memberikan kejutan kepada Tasya si sekertaris ja*ang.
Beberapa kali Tasya memencet pintu namun tidak ada jawaban dari dalam, tasyapun mencoba membuka pintu didepannya dan ternyata pintu tidak dikunci.
"memang Dewi keberuntungan sedang berpihak kepadaku" *Tasya tersenyum bahagia karena elang tidak mengunci pintunya, sehingga dia bisa leluasa masuk kekamar bosnya.
Tasya melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar, dan mencari keberadaan bos tampannya dia sangat ingin sekali menikmati tubuh seksi bosnya.
Dia tidak memperdulikan perkataan orang yang selama ini menyuruhnya, dia hanya diperintahkan untuk menggoda dan membuat elang berpaling dari Nana dan berselingkuh dengannya.
Namun bagaimana bisa aku melewatkan kesempatan ini, menikmati tubuh yang sangat digilai oleh banyak wanita diluar sana *pikir Tasya dengan senyum yang terus mengembang.
"pak elang" *panggil Tasya
__ADS_1
"," namun tidak ada jawaban.
Tasyapun mendekat kearah ranjang kamar dan memanggil kembali nama bosnya, dia berfikir elang sudah tidak berdaya karena menahan sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya, dan ingin sekali dituntaskan.
"bos elang" *panggil Tasya kembali dengan suara manjanya.
Kevin yang mendengar suara Tasya dari dalam lemari merasa muak "dasar ja*ang"
Kevinpun keluar dari lemari dan menyalakan lampu kamar.
Tasya yang saat ini sudah berada disebelah ranjang begitu kaget saat lampu tiba-tiba menyala.
Dia menatap ranjang yang ternyata kosong, dan berbalik badan ketika dia mendengar suara tepukan tangan dari arah belakang.
"prok, prok,prok"
"Pa, pak Kevin" *kaki Tasya begitu lemas, dan wajahnya seketika memucat saat melihat Kevin didepannya.
"Bagus kamu Tasya, tapi sayang kamu hari ini belum beruntung"
"Maksud pak Kevin apa? sa, saya datang kesini karena ingin memberikan data kepada pak elang? pak Kevin salah paham"
" OOO, salah paham ya? lalu minuman ini artinya apa? *ucap Kevin memperlihatkan minuman yang berada ditangannya.
"saya tidak tau pak Kevin, saya saja baru datang kesini, tadi saya sempat memencet bel namun tidak ada jawaban, dan saat saya mencoba membuka pintu ternyata pintu kamar tidak dikunci jadi saya masuk kedalam"
"kamu tidak perlu mencari-cari alasan wanita ja*ang" *Kevin sedikit meninggikan suaranya karena sudah merasa muak dengan Tasya.
"Atas dasar apa pak Kevin mengatai saya wanita ja*ang" *ucap Tasya dengan suara gemetar menahan takut dan marah.
"ada apa ini sebenarnya" *Tiba-tiba elang datang dan mengagetkan Kevin dan juga Tasya.
"pa, pak elang * Tasya semakin gugup saat melihat elang datang
AUTHOR : TUH KAN AUTHOR BILANG JUGA APA, AUTHOR PALING NGGA SUKA SAMA KONFLIK-KONFLIK YANG BERAT, JADI AUTHOR BOCORIN AJA DEH KELAKUAN SI TASYA SEKARANG.
MUNGKIN KEDEPANNYA BAKAL BANYAK LAGI GODAAN DARI WANITA YANG INGIN MERAYU DAN MENGHODA BABANG TAMPAN AUTHOR, TAPI AUTHOR SANGAT BERHARAP, KALAU HATI BABANG ELANG CUMA BUAT AUTHOR SEORANG.WKWKWK
NANA: HAI THOR, APA KAMU MELUPAKANKU?
AUTHOR : YA TUHAN, TERNYATA NANA MASIH HIDUP.
NANA: SI*LAN KAMU THOR, BYE
AUTHOR : PISS NA PISS JANGAN PERGI DULU.
HAI READERS YANG AUTHOR CINTAI, JANGAN LUPA LIKE YA, TERUS JANGAN LUPA JUGA BACA KARYA AUTHOR YANG NGGA KALAH MENARIK DARI CERITA NANA DAN ELANG BERJUDUL PILIHAN SANG PEWARIS TUNGGAL.
__ADS_1