
Saat pihak HRD memanggil nama peserta yang begitu familiar namanya ditelinga elang, elang langsung mendongakkan kepalanya
"kamu" *ucap elang pada peserta yang baru saja masuk untuk dia wawancarai.
"iya pak eLang ini saya" *ucap Kevin dengan tersenyum.
Kevin Sanjaya atau Kevin adalah teman sekelas elang sekaligus anggota satu tim basket, disekolah mereka dulu, hubungan mereka bisa dibilang cukup dekat, karena hampir 3 tahun mereka berada didalam satu tim tersebut.
Saat lulus sekolah elang yang saat itu sedang berada di bandara untuk terbang ke London
karena harus bersekolah disana, kehilangan ponsel miliknya, dan itu membuat elang kehilangan seluruh kontak teman-teman nya.
"kenapa kamu ngga bilang si kalau mau daftar jadi sekertarisku"
"kontak kamu aja aku ngga punya"
Elang tersenyum.
HRD yang berada disebelah elang bingung dengan interaksi antara bos dengan calon karyawan yang akan diwawancarai itu.
"apa pak elang mengenal peserta ini? *tanya HRD dan diangguki oleh elang.
"dia teman sekolah saya"
"tolong lanjutkan wawancaranya, saya keruangan dulu, ayok Vin keruangan saya"
Kevin mengangguk dan mengikuti langkah elang menuju keruangannya.
Setelah berjalan beberapa menit elang membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan Kevin duduk disofa.
"mau minum apa kamu Vin?
"tidak perlu Lang"
walaupun Kevin bicara tidak perlu namun elang tetap mengambilkan air soda didalam lemari es kecil yang berada diruangannya.
"ini" *ucap elang memberikan kaleng minuman pada Kevin.
"thanks Lang"
"aku penasaran kenapa kamu bisa melamar kerja disini Vin, bukannya papah kamu juga punya perusahaan dan yang aku tau perusahaan papah kamu cukup besar tidak kalah dengan perusahaanku ini"
"ceritanya panjang Lang, intinya Sekaran perusahaan itu sudah hancur dan aku sudah tidak punya apa-apa lagi"
"maksud kamu Vin?
"papahku sudah meninggal Lang, dan karena kebodohanku yang sedari dulu ngga mau mengikuti ucapannya untuk belajar tentang bisnis akhirnya perusahaan milik ayahku diambil alih om ku dan kamu tau apa yang keluarga adik ayahku lakukan padaku dan ibu serta adik perempuanku apa? dengan kelicikannya mereka mengusir kami dari rumah yang kami tinggali dan aku sebagai satu-satunya laki-laki dikeluargaku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa. *Kevin menunduk merenungi kebodohannya dimasa lalu.
__ADS_1
"dunia bisnis memang kejam Vin, bahkan terkadang mereka tidak segan-segan untuk menghancurkan perusahaan milik saudara mereka sendiri hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Kevin mengangguk memang benar apa yang dikatakan elang, bahkan Kevin juga menaruh kecurigaan atas kematian papahnya yang tidak masuk akal itu.
"kamu kerja disini aja, tapi jadi asisten aku, kebetulan selama ini aku tidak mempunyai asisten pribadi, itu membuat pekerjaanku tidak bisa ditinggal, kalaupun ditinggal meja itu akan berubah menjadi gunung dokumen" "terang elang dengan menunjuk mejanya.
"apa tidak masalah Lang, aku masih belum mempunyai banyak pengalaman untuk jadi asisten"
"tenang aja Vin, nanti dengan berjalannya waktu kamu pasti bisa menjalankannya"
"makasih ya Lang, dari dulu kamu memang selalu baik sama aku"
Elang tersenyum menatap wajah Kevin " namanya juga teman Vin, udah sewajibnya aku bantu kamu"
Kevin memeluk tubuh elang" makasih ya Lang".
Elang menepuk pundak Kevin dan mereka kembali mengobrol hingga suara telepon membuat obrolan mereka berhenti.
"Hallo"
"Hallo pak elang, ini saya sudah dapatkan peserta yang terpilih untuk menjadi sekertaris anda"
"langsung antarkan dia keruangan saya"
"baik pak"
Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu tok .tok tok.
"Masuk"
Pintu terbuka terlihat Ratih sang kepala HRD dengan perempuan cantik disebelahnya.
"Permisi pak ini sekertaris baru anda"
"apa kriterianya sudah sesuai dengan yang saya mau?
"sudah pak, apa pak elang mau mewawancarai nona ini lagi, kebetulan tadi dia masuk setelah anda pergi keruangan anda"
"tidak perlu, dan kamu bisa mulai kerja hari ini" *ucap elang menole kearah perempuan tersebut.
"baik pak Gemilang"
"panggil saya elang"
"ma..maaf pak elang, sebelumnya ijinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu pak"
"silahkan"
__ADS_1
"nama saya Anastasya Laksani, bapak bisa panggil saya Tasya"
"hemm" elang hanya mengangguk.
"kalau begitu saya permisi dulu pak, kamu ikut saya biar saya antarkan kemeja kamu" *ucap Ratih.
"baik Bu terimakasih, saya permisi pak elang"
",," elang mengangguk tanpa berniat menjawab.
Setelah sekertaris dan HRD keluar elang kembali duduk disofa.
"kenapa Vin kok sedari tadi kamu diam"
"ngga papa kok Lang, Lang mulai besok ijinkan aku manggil kamu pak ya"
"heleh buat apaan si, santai aja kali Vin"
"bukan begitu Lang, berasa ngga sopan banget kalo manggil kamu tanpa embel-embel pak, walau bagaimanapun kan aku ini karyawan kamu, tolong jangan menolak"
"iya deh terserah kamu"
"yaudah aku pamit dulu ya, aku kerjanya mulai besok kan?
"iya Vin mulai besok aja, aku nanti sambil memilah pekerjaan mana saja yang nanti akan kamu handle"
"sipp, aku pamit ya"
"iya hati-hati"
Setelah pamit pada elang Kevin berjalan keluar dan ketika dia sudah dekat dengan meja sekertaris, Kevin yang awalnya ingin menyapa sang sekertaris cantik didepannya ini malah mendapatkan kejutan yang sangat besar.
"ternyata elang dingin banget ya seperti yang kamu bilang, bahkan saat aku berbicara dengannya dia hanya mengangguk dan mana ngga natap wajah aku lagi"
"iya aku bakal terus berusaha untuk menggodanya, dengan modal kecantikan dan kepintaran yang sudah aku miliki sedari lahir, aku yakin elang akan jatuh kepelukan aku"
"iya maksud aku kepelukan kamu, tapi kalau dia mau, haha"
Kevin mendengar semua pembicaraan Tasya dengan seseorang yang entah siapa.
"jangan harap kamu bisa menggoda elang, aku ngga akan biarin itu, dasar perempuan ja*ang"
Kevin berbalik badan dan segera pulang, dia tidak akan memberitahukan kejadian itu pada elang, namun dia punya rencana sendiri untuk mengikuti permainan Tasya.
Author: wah wah bakal rame nih
Tunggu up nya besok ya gaes
__ADS_1