BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
RENCANA TASYA 2


__ADS_3

Perjalanan menuju kota M dari Kota P membutuhkan waktu sekitar 8 jam dengan menggunakan pesawat terbang.


Elang duduk dikursi yang bersebelahan dengan Tasya, sedangkan Kevin berada dikursi yang tepat berada dibelakang kursi elang.


Sepanjang perjalanan, Tasya selalu melirik kearah elang dan mencoba melakukan hal yang menarik perhatian elang, namun elang tampak acuh dan tidak peduli.


tanpa Tasya ketahui, dibelakang Kevin terlihat tersenyum miring melihat tingkah Tasya yang menurutnya sangat kegatelan.


"dasar ja*ang, ngga capek-capeknya mencari perhatian elang, padahal jelas-jelas sikap elang sangat dingin padanya"


Tasya terus saja memperhatikan bosnya yang saat ini sudah terlelap, dengan menggunakan hem panjang berwarna putih dan celana jeans berwarna hitam elang terlihat sangat tampan, apalagi kacamata hitam yang sedari tadi menutup mata indahnya, membuatnya begitu cool "ya tuhan Sempurna sekali ciptaanmu" gumam Tasya dengan bibir tersenyum memuja.


"kayaknya aku ngga bisa tahan deh kalau sudah satu kamar sama pak bos, bahkan aku rela jika seharian dikurung dikamar bersamanya"


"Ehhmm" Kevin berdehem cukup keras dan membuyarkan lamunan liar Tasya dengan bosnya.


Tasya berbalik menatap Kevin yang saat ini sedang berpura-pura membaca majalah didepannya.


"CK" Tasya berdecak, dia merasa kesal karena selama ini Kevin selalu menggagalkan rencananya.


Awalnya Tasya mengira jika selama ini hanya karena kebetulan saja, namun makin kesini Tasya makin merasa jika Kevin memang sengaja menggagalkan rencananya.


"bakalan makin sulit buat njalanin rencana aku kalau masih ada pak Kevin disamping pak elang" *ucap Tasya dalam hati dan duduk diam kursinya.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang mereka bertiga akhirnya sampai di kota M, turun dari pesawat mereka sudah dijemput oleh supir hotel yang sudah Kevin pesan sebelumnya.


Elang duduk didepan tepat disebelah supir sedangkan Kevin dan Tasya duduk dibelakang.


"pak Kevin nanti kamar Tasya disebelah mananya pak elang? *tanya tasya yang mendapat gelengan dari Kevin.


"rahasia" *ucap Kevin dengan senyum yang susah diartikan.


"CK" *decak Tasya, percuma tanya sama manusia disebelahnya, karena jawabannya pasti akan membuat dia kesal.


15 menit perjalanan dari bandara ke hotel, mereka bertiga akhirnya sampai dan barang-barang mereka langsung dibawa oleh petugas hotel kekamar mereka masing-masing.


Tasya dengan senang hati berjalan mengikuti langkah elang yang juga sedang mengikuti dua petugas hotel yang membawa koper mereka masing-masing.


Mereka bertiga disambut dengan sangat baik dihotel tersebut karena hotel tersebut adalah salah satu hotel milik teman baik kakeknya elang.


petugas mulai masuk kedalam lift diikuti elang, Tasya dan Kevin dan memencet lantai dengan nomor yang berbeda, Tasya awalnya sempat curiga namun dengan cepat dia membuang pikirannya, tidak mungkinkan jika letak kamar mereka tidak berdekatan, pikirannya.


Namun ternyata apa yang dipikirkannya diawal memang benar, senyuman Tasya seketika menghilang saat pintu lift terbuka dan petugas yang membawa kopernya keluar " silahkan ibu ikut saya" *ucap si petugas pada Tasya.

__ADS_1


Dengan langkah yang berat dan wajah yang masam Tasya keluar dari lift, Tasya sempat melirik ke arah Kevin yang sedang terkekeh.


"s*alan kamu Kevin" *rutuknya dalam hati.


Sedangkan Kevin tertawa terpingkal-pingkal ketika Tasya sudah keluar dari dalam lift, membuat elang mengerutkan alisnya.


"kamu kenapa Vin? *tanya elang yang bingung dengan sikap assiten sekaligus sahabatnya itu.


"ngga papa Lang, lucu aja liat wajah Tasya"


"kamu suka sama dia?


"whatttt, sory ya, dia bukan selera saya tuan bos"


elang tersenyum tipis " dasar"


Akhirnya mereka sampai dilantai kamar mereka, elang berada dikamar no 240 sedangkan Kevin dikamar no 241, ya, kamar mereka bersebelahan.


Dikamar lain , Tasya sedang membanting semua bantal yang ada di kasurnya, dia begitu emosi dengan ulah Kevin "dasar Kevin s*@lan" *teriak Tasya dikamar kedap suara tersebut.


Pagi harinnya


Kevin mengirimkan pesan kepada elang dan juga Tasya untuk sarapan direstoran hotel pukul 7 pagi.


Sedangkan Kevin dan elang sudah berada direstoran terlebih dahulu untuk menikmati sarapan mereka, tanpa menunggu Tasya si sekertaris licik.


Tasya yang baru saja sampai direstoran langsung kesal ketika melihat bos dan asistennya sudah sarapan tanpa menunggu dirinya terlebih dahulu.


Tasya berjalan kearah mereka dan duduk disebelah kursi elang.


"pagi pak elang, pagi pak Kevin"* ucap Tasya tersenyum manis dan menggoda.


"pagi" *ucap mereka berdua bersamaan dan kembali menikmati sarapan mereka.


"," Tasya terdiam sejenak menatap kedua laki-laki dingin didepannya, lalu ikut menikmati sarapannya, mengingat pukul 07:30 mereka sudah harus berangkat kekantor cabang untuk meeting disana.


Saat semuanya sedang menikmati sarapan mereka, Tasya sengaja menjatuhkan sendoknya kesebelah kanan tepat disebelah sepatu elang "maaf pak elang" *ucap Tasya pada elang, dan membungkukkan badannya untuk mengambil sendok tersebut, saat Tasya membungkuk gundukan kemb*r miliknya terlihat jelas karena kancing baju bagian atas Tasya sengaja dia buka.


Elang yang awalnya melihat kebawah lansgung memalingkan wajahnya kearah lain karena tidak sengaja melihat gu*dukan kemba*r Tasya.


Kevin yang berada di kursi depan meja mereka juga dengan jelas melihatnya, "sudah bairkan saja tidak usah diambil, lagian apa kamu mau memakai sendok itu lagi? *ucap Kevin pada Tasya


"tidak papa pak Kevin , takut nanti terinjak oleh pak elang" *kilah Tasya.

__ADS_1


"tidak perlu diambil"* ucap elang dengan nada dinginnya.


Tasyapun kembali duduk dan membenarkan baju bagian atasnya.


Mereka kembali melanjutkan sarapan mereka, dan beranjak dari hotel menuju kantor cabang dengan mobilnyang sudah disiapkan perusahaan.


10 menit perjalanan, mereka sampai dikantor cabang dan langsung menuju keruang meeting.


Disana sudah terdapat para kepala dari setiap divisi yang berada di kantor cabang perusahaan Abimanyu Properti.


Setelah seharian meeting dengan berbagai masalah dan solusi akhinya meeting selesai dan akan dilanjutkan besok lagi.


Elang, Kevin dan Tasya kembali kehotel mereka untuk beristirahat.


" hallo sayang" *ucap elang setelah telepon diangkat oleh Nana.


"hallo by, kamu baru pulang meeting ya?


"iya sayang, capek banget"


"yaudah kamu mandi dulu terus istirahat"


"tapi kangen sama istri dan anak aku"


"sabar sayangku, dua hari lagi kan ketemu"


"tapi buat aku dua hari serasa dua abad, memang kamu ngga kangen sama suami kamu ini"


"ya kangen lah, banget malah, tapi kan mau bagaimana lagi, kamu juga kan sedang kerja disana"


"maaf ya sayang, kalau kamu sering aku tinggal"


"kok maaf si sayang, aku udah tau bagaimana pekerjaan kamu, aku juga harus siap dong kalau sering ditinggal kamu"


"kamu memang istri paling hebat, jadi pengin makan "


"kamu laper by? memang tadi belum makan?


"maksud aku makan kamu"


"dasar mesum"


Saat elang sedang asyik dengan teleponnya, bel pintu berbunyi dan Elangpun mengakhiri teleponnya.

__ADS_1


Elang berjalan kearah pintu untuk membuka pintunya dan kaget melihat orang Didepanny


__ADS_2