
Papah Amora muncul saat Amora dan mamahnya masih berpelukan dengan air mata yang terus keluar.
"Papah juga minta maaf ya sayang"
Mendengar suara yang teramat sangat dia rindukan, Amora beralih menatap wajah teduh papahnya, orang yang sangat dia idolakan sedari masih kecil dulu, orang yang sangat menyayanginya melebihi siapapun, orang yang tidak pernah menyakiti hatinya, bahkan saat ditampar oleh beliau Amora tidak merasa sakit hati, dan cinta pertama Amora yang sempat terluka hatinya karena sikap dan ulah Amora, justru kini beliau yang meminta maaf.
Amora berlari dan bersujud dikaki papahnya, mencium tangan papahnya dengan berderai air mata, sungguh saati ini amora merasa teramat sangat bersalah, karena membuat kedua orangtuanya kecewa.
"Mora yang salah pah, Mora yang minta maaf" *Amora tidak henti-hentinya menangis.
Papah Amora memegang pundak anaknya dan menyuruhnya untuk berdiri, amorapun berdiri dan seketika memeluk tubuh papahnya.
"Maafin Amora pah maaf" *Amora kembali meminta maaf pada papahnya.
"Ehm" *Leo berdehem untuk memecahkan suasana, karena sejak mereka berdua sampai keluarga didepannya ini terus saja menangis, Leo paham perasaan mereka, namun Leo tidak mau sampai berlarut-larut, Leo mau kedatangannya membawa kebahagiaan.
"Maaf nak Leo, kok malah tangis-tangisan kaya gini, padahal ada tamu " *Papah Amora baru sadar ada Leo yang sejak tadi melihat drama di keluarganya, membuatnya sedikit tidak enak.
"santai om, Leo ikut bahagia Akhirnya bisa melihat kalian bersama kembali" *Leo tersenyum dengan terus menatap wajah kekasihnya yang sedikit sembap dibagian mata.
"Silahkan masuk nak Leo" *kali ini mamah Amora mempersilahkan Leo masuk.
__ADS_1
Mereka berjalan kearah ruang tamu dan duduk disana, Amora duduk bersebelahan dengan Leo, sedangkan didepannya ada orangtua amora yang juga duduk bersebelahan.
Melihat anaknya yang duduk bersebelahan dengan Leo, kedua orangtua amora mengerutkan dahinya "Tumben kalian duduk bersebelahan seperti itu, biasanya paling ngga mau Amora deket-deket sama Leo" *ucapan mamah Amora membuat Leo cekikikan.
Leo sudah beberapa kali berkunjung kerumah Amora sejak mereka berdua masih kuliah samai saat ini, bisa dibilang mereka sudah sangat akrab, bahkan Leo sudah mereka Anggap sebagai anak laki-laki mereka, karena anak mereka hanya 1 dan itu perempuan, siapa lagi kalau bukan Amora, bahkan mereka berdua sempat berfikir akan menjodohkan Leo dengan Amora.
"ehm, om Tante" *ucapan Leo terhenti karena dia merasa sangat gugup.
"Ada apa nak Leo, tumben mukanya bisa serius" *papah Amora terkekeh.
"Om bisa saja, begini om, maksud kedatangan saya kesini, saya bermaksud untuk meminta Amora jadi istri saya om, Tante " *mendengar ucapan Leo, kedua orangtua Amora terkejut.
"tapi kamu sudah tau kan nak Leo video skandal Amora dan laki-laki itu, apa kamu yakin dengan keputusan kamu, om tidak mau kamu menikahi anak om karena kasian atau terpaksa" *papah Amora menatap Leo dengan wajah yang memancarkan harapan dan juga keraguan.
Mamah Amora tersenyum bahagia, tanpa terasa air matanyapun ikut mengalir "Tuhan begitu baik pada keluarganya, contohnya saat ini, disaat Amora sedang terkena masalah, Leo datang sebagai dewa penolongnya" *ucap mama Leo dalam senyumnya.
Papah Amora menatap kearah gadis cantik kesayangannya "Bagaimana Amora apa kamu mau menikah dengan Leo? *tanyanya dan dijawab anggukan oleh Amora.
Leo tersenyum bahagia dan spontan memeluk Amora yang berada disebelahnya.
"Ehm, tahan nak Leo, tunggu halal dulu" * kedua orangtua Amora terkekeh, sedangkan Amora memukul pelan lengan Leo yang sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
#Dikamar hotel dengan ranjang berukuran king size dan dihiasi bunga mawar berwarna merah dan berbentuk hati, kedua insan yang baru saja SAH menjadi sepasang suami istri pada jam 10 pagi tadi sedang sibuk dengan gaun pengantin Nana yang belum bisa terbuka karena ada benang yang menyangkut diresleting belakang gaun tersebut.
Sudah hampir dua jam, mereka berusaha untuk membuka gaun tersebut, namun tetap saja tidak bisa terbuka, elang yang sedari tadi menyuruh Nana untuk merobek saja gaun pengantin tersebut justru mendapatkan Omelan dari Nana, karena gaun itu sangat mahal sayang kalau dirusak.
Sedangkan saat elang akan menelpon Tante ane untuk meminta bantuan, Nana juga tidak memperbolehkan nya dengan alasan malu dan tidak enak.
Elang sudah tidak tau harus berbuat apalagi, dia sudah menyerah karena terlalu capek, elangpun meninggalkan Nana dan berbaring dikasur.
Nana yang melihat elang pergi kembali mengomelinya "Sayang kok malah tiduran si, aku gimana dong, sini ngga bantuin"
Elangpun kembali mencoba membuka gaun Nana dengan menggerutu dan *Sraak* elang menarik dengan cukup keras, sehingga membuat gaunnya robek.
Nana membulatkan matanya, dia tidak menyangka elang akan benar-benar merobeknya.
Berbeda dengan elang yang malah tersenyum "mau sampe kapan yang, lagian kaya ngga tau aja suamimu ini siapa, besok kita beli 100 gaun pengantin lagi yang seperti itu, apa kamu ngga kasian sama ini yang udah nunggu dari tadi" *elang berbicara dengan matanya menunjuk kearah bawah.
Nana memutar bola matanya "Sultan mesum mah bebas"
Elang menarik tangan Nana, menuju ranjang yang bertabur bunga dan menidurkan tubuh Nana, lalu mulai mengecup wajah Nana mulai dari dahi, kedua matanya
PENASARAN KELANJUTANNYA? DITUNGGU UP NYA YA GAES.
__ADS_1
TERIMAKASIH BUAT YANG UDAH LIKE.