BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
LANGKAH AWAL


__ADS_3

Setelah itu Moza langsung berangkat kelokasi proyek, karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan elang.


Perjalanan menuju lokasi, membutuhkan waktu sekitar 25 menit dari kantor Moza.


Sesampainya dilokasi, moza turun dari mobilnya dan berjalan menuju tempat dimana elang berada.


Moza terpesona melihat elang yang sedang berbicara dengan para mandor dan pekerja yang nantinya akan mengerjakan proyek disana.


Elang terlihat sangat tampan setiap kali sedang berbicara serius, walaupun wajahnya sangat dingin, bahkan untuk tersenyum saja sangat mahal, namun itu semua tidak mempengaruhi pandangan Moza kepada elang.


Ditambah dengan penampilan elang, yang hari ini mengenakan Hem panjang yang lengannya dia lipat sampai siku tangan, lalu topi dikepalanya dan sepatu boot yang senada dengan topinya.


Elang terlihat sangat perfek dan juga cool.


"pak elang, pak Kevin"*panggil Moza membuat semua yang berada disana menoleh kearah Moza, termasuk elang dan Kevin.


"Bu Moza" *jawab Kevin, sedangkan elang hanya mengangguk tanpa berniat untuk menjawab, memang seperti itulah elang.


Moza berjalan mendekati elang, Kevin dan para pekerja disana "maaf saya sedikit telat, apa acaranya bisa kita mulai sekarang?


"apa anda sedang terburu-buru Bu Moza, bahkan anda belum sempat meninjau seluruh lokasi proyek terlebih dahulu? *tanya Kevin.


"benar pak kevin, kalau soal peninjauan lokasi proyek saya sangat percaya dengan perusahaan ABIMANYU PROPERTI, jadi saya tidak perlu khawatir" *Moza tersenyum dan dibalas senyum oleh Kevin dan senyum sangat tipis, sampai-sampai hanya author yang melihatnya dari babang elang.


"bisa saja Bu Moza, kalau boleh tau apa ada hal penting yang akan anda hadiri setelah ini Bu Moza? *tanya Kevin sekali lagi, entahlah Kevin juga bingung dengan perasaannya pada Moza semenjak pertemuan pertama mereka saat meeting kemarin, perasaan kagum dan tertarik yang tidak bisa terkontrol, bahkan bayangan wanita bernama lengkap Amoza Laura Ishak itu selalu ada dipikirannya.


"ternyata pak Kevin kepo juga ya? hehe" *kevin tersenyum malu dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Sedangkan elang yang melihat sikap asisten sekaligus sahabatnya itu hanya menggelengkan kepalanya "dasar modus" *ucap elang dalam hati, elang tau pasti Kevin mempunyai perasaan lebih dengan partner bisnisnya itu, karena baru kali ini seorang Kevin dengan tidak tau malunya bertanya hal bodoh seperti itu.


"benar pak Kevin, karena nanti pukul 11 saya harus menjemput keponakan saya, karena papinya sedang pergi tugas keluar negeri sedangkan mamihnya sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"oo, begitu, memangnya keponakan Bu Moza sekolah dimana? *Tanya Kevin kembali, namun belum sempat Moza menjawab panitia yang bertugas untuk menyiapkan acara pemotongan pita datang.

__ADS_1


"Maaf pak elang, Bu Moza, pak Kevin semua persiapan sudah selesai dan acaranya sudah bisa kita mulai sekarang"


"," elang mengangguk dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Moza dan Kevin.


"silahkan Bu Moza" *Kevin mempersilahkan Moza untuk berjalan menuju tempat acara.


Kevin memerintahkan kepada seluruh karyawan dan para pekerja, untuk segera berkumpul ditempat acara.


Didalam acara tersebut, nantinya akan dilakukan doa bersama, agar proses pengerjaan proyek berjalan dengan lancar , tanpa halangan suatu apapun, berikutnya adalah pemotongan pita yang akan dilakukan oleh Moza dan elang, lalu pemasangan batu pertama yang akan dilakukan oleh elang.


Saat proses pemotongan pita panitia hanya menyediakan satu gunting, karena gunting yang satu hilang saat perjalanan menuju kelokasi.


Moza dan elang saling tatap, Moza sangat gugup karena tangannya akan bersentuhan dengan elang, sedangkan elang merasa risih karena harus bersentuhan dengan wanita.


"maafkan kami pak elang, Bu Moza" *ucap panitia sembari menundukkan kepalanya.


"tidak masalah" *ucap Moza, karena tidak mungkin dia menegur panitia tersebut didepan para pekerja disana.


Sedangkan elang masih dengan wajah datarnya.


Terdengar suara tepuk tangan dari seluruh karyawan dan pekerja disana.


Setelah pemotongan tersebut selesai, kali ini dilanjut dengan pemasangan batu pertama, sebagai tanda jika pengerjaan proyek sudah bisa dilaksanakan hari ini.


Seluruh karyawan dan para pekerja kembali bertepuk tangan termasuk Moza dan juga Kevin.


Acara sudah selesai dan Moza pamit undur diri karena waktu sudah menunjukan pukul 10:30.


"pak elang dan pak Kevin, saya pamit undur diri, karena jam sudah menunjukan pukul 10:30"


"baik Bu Moza, hati-hati dijalan, atau apa perlu saya antar Bu Moza" *ucap Kevin membuat elang membulatkan matanya.


"apa-apaan dia, meninggalkan bosnya demi mengantarkan seorang wanita, apalagi dijam kerja, mau saya pecat kali dia" *ucap elang dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Moza melirik kearah elang yang saat ini sedang menatap Kevin dengan tatapan yang susah diartikan.


"tidak perlu pak Kevin, kalau begitu saya pamit, mari"


"," elang dan Kevin mengangguk.


Setelah kepergian Moza, elang memukul kepala Kevin "sejak kapan kamu menjadi bodoh Vin"


"maksud pak elang?


"apa kamu menyukai ini Moza?


"memang terlihat jelas ya pak elang?


"sangat terlihat karena sikap bodohmu dan tampang jelekmu* elang tersenyum tipis dan berjalan meninggalkan Kevin


"memangnya aku terlihat jelek dan bodoh? *Kevin bercermin dikaca mobil disebelahnya.


"ganteng gini, dimana jeleknya si? *Kevinpun berjalan menyusul elang.


Disekolah Queena


Sasa bersama Omanya berjalan menghampiri queena yang sedang menunggu jemputan.


"Queena" *panggil Sasa


"Hai Sasa, hai Omanya Sasa" *jawab queena.


"hai sayang, apa queena sedang menunggu jemputan? *tanya Oma Niken.


"iya Oma, karena supir queena masih ijin, jadi hari ini ante Moza lagi yang jemput"


"queena" *tiba-tiba Moza datang dan memanggil sepupunya.

__ADS_1


Mereka bertiga menoleh


__ADS_2