BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
HARI BURUK AMORA


__ADS_3

"Malam ini kamu milik aku honey" ***ucap Amora dengan terus membuka kancing baju Edo lalu turun untuk membuka kancing celana Edo dan melepaskan semuanya.


Edo hanya menikmati setiap sentuhan Amora tanpa berniat untuk menjawab ucapan Amora.


Edo langsung mendorong tubuh Amora keranjang dan mencium bibir Amora dengan sangat ganas, dan Amora begitu menikmati ciumannya.


Setelah cukup lama bermain dib*bir dan lidah Amora, kini Edo mulai menelusuri leher Amora menyesap dan memberikan banyak tanda berwarna merah disana, lalu turun ke gunung kembar milik Amora bermain dengan benda kenyal tersebut.


Amora terus bergelunjang menahan nikmat yang diciptakan oleh Edo "baby aku udah ngga tahan ayo kita mulai" **ucap Amora dengan diiringi *******.


"Yes baby" **ucap Edo yang juga sudah tidak bisa menahan untuk segera menikmati surga dunia milik Amora.


Ya, Edo tau, jika yang ada didepannya saat ini adalah Amora, awalnya dia kaget melihat Amora dengan kondisi setengah telanjang sudah menunggunya diranjang, dan yang lebih mengagetkannya lagi adalah Amora yang berinisiatif untuk memulai terlebih dahulu, padahal Edo tau Amora tidak pernah menyukai nya,tapi karena Edo sudah di penuhi dengan ***** efek obat perangsang tersebut, dia hanya mengikuti apa yang dilakukan Amora.


Edo memasukan benda pusaka miliknya ke milik Amora dan akhirnya penyatuanpun terjadi, sepanjang malam kamar tersebut dipenuhi dengan erangan kenikmatan yang diciptakan oleh Edo dan Amora.


"elang, i love u" **ucap Amora disela kegiatan panasnya.


Sedangkan Edo hanya terdiam, dia hanya bisa mendesah, menikmati setiap gerakan yang mereka berdua ciptakan.


Hingga mereke berdua mencapai puncak dan menyudahi kegiatan panas tersebut lalu saling berpelukan dan tertidur lelap.


Amora tidak akan pernah membayangkan malam ini adalah awal dari kehancuran nya.


Pagi menjelang siang, cahaya matahari mulai masuk ke kamar yang ditempati Amora dan edo.


Amora bangun dari tidurnya dan mengerjapkan matanya, mengumpulkan kesadarannya, Amora tersenyum melihat laki-laki disebelahnya yang masih tertidur dengan memunggunginya, dia begitu sangat bahagia, akhirnya elang bisa menjadi miliknya.


Amora bangun dari ranjangnya dan bergegas kekamar mandi, untuk membersihkan dirinya.


Dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya, Amora terus memegang bekas merah dileher, punggung dan gunung kembar miliknya.

__ADS_1


"kamu nakal juga ya Lang" ***ucap Amora terkekeh.


Setengah jam didalam kamar mandi, Amora keluar dengan hanya menggunakan handuk diatas lutut dan rambut basahnya, dia biarkan terurai membuat Amora begitu seksi.


Amora melihat laki-laki diatas ranjang, yang dipakai mereka berdua semalam untuk bercinta, masih dalam posisi yang sama.


"kamu pasti capek banget ya baby" ***ucap Amora berjalan mendekat kearah ranjang dan berbaring disebelah Edo lalu mengusap lembut rambut Edo.


Edo yang terusik dengan sentuhan tangan Amora, mulai mengerjapkan matanya dan tersenyum mendapatkan sentuhan dari Amora dan langsung membalikan tubuhnya menghadap ke Amora.


"Amora" ***ucap Edo tersenyum.


**DAMM**


Wajah Amora memucat, dan tiba-tiba seluruh badannya begitu lemas, dia begitu syok dengan apa yang dia lihat didepannya.


Hati yang sedari tadi terus berbunga-bunga dan senyum yang terus mengembang dibibir cantiknya, seketika berubah menjadi kepingan memori yang begitu menyakitkan, hatinya begitu hancur, apalagi mengingat kegiatan panas mereka berdua tadi malam.


"e,,Edo" **banyak sekali pertanyaan yang ingin Amora keluarkan, namun Amora tidak bisa berkata apa-apa untuk saat ini.


Amora langsung beranjak dari ranjangnya, mengambil baju yang berserakan dibawah, lalu masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.


"Amora" **Edo memanggil Amora berkali-kali, namun Amora tetap saja masuk kedalam kamar mandi.


Setelah beberapa menit, Amora keluar dari kamar mandi dan langsung menuju pintu kamar untuk keluar dari kamar tersebut.


"Amora tunggu" **Edo kembali memanggil Amora, namun Amora tetap pergi.


Amora sungguh tidak tau dengan apa yang terjadi, kenapa bisa Edo yang berada dikamar itu, bukannya elang.


Dan jika Amora tetap disana apa yang akan dia katakan, tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia salah sasaran kan?

__ADS_1


Amora kembali kekamar yang dia tempati bersama dengan sepupunya.


"Mor dari mana aja si, kok baru balik, aku khawatir tau ngga?" ***ucap sepupu Amora dengan nada yang dibuat seolah-olah dia begitu khawatir.


"Ngga kemana-mana kok beb, aku semalem gobrol sampai larut malam, jadi aku tidur sama dia, kamu ngga papa kan semalam?" **tanya amora pada sepupunya.


"aku ngga papa, aku cuma khawatir aja sama kamu, aku juga telfon ke ponsel kamu berkali-kali tapi ngga diangkat"


"sorry, hp aku silent jadi ngga tau ada telfon" **ucap Amora dengan senyum terpaksa nya.


"Oh, iya tadi temen kamu yang namanya Leo kesini, dia ngajak sarapan bareng sama kita, karena kamu belum kesini jadi aku bilang bilang nanti aja makan siang, soalnya kita udah makan, ngga mungkin kan aku bilang kamu belum pulang kekamar dari semalem"


"yaudah aku ganti baju dulu nanti kita kebawah untuk makan siang bareng Leo"


Amora mengganti baju didepan sepupunya, dia lupa jika sekujur tubuh nya penuh dengan bekas ciuman Edo.


" mor leher kamu kenapa, terus ini, ini, kamu kenapa mor, kamu baik-baik aja kan?" ***ucap sepupunya yang melihat banyak sekali tanda merah dileher, punggung, dan gunung kembar Amora.


"Ng,ngga papa kok, ini aku alergi, aku semalem makan seafood sama temen aku" ***ucap Amora berkilah.


"lagian kamu tau alergi seafood tetep aja makan seafood"


"udah ngga papa aku juga udah minum obat kok, yuk kamu juga ganti baju kita kebawah sekarang" **ajak Amora.


AUTHOR::


KASIAN YA AMORA, TAPI INI JUGA SALAH DIA YANG MAU NJEBAK BABANG GUE, UNTUK AJA BUKAN BABANG GUE YANG KENA.


TERIMAKASIH buat yang udah baca novel author ya, apalagi yang udah mau like sama coment big thanks ya..muah*


Author udah mau bikin novel ke 2 nih, semoga kalian juga baca ya.

__ADS_1


__ADS_2