BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
DIBALIK INI SEMUA


__ADS_3

"ada apa ini sebenarnya" *Tiba-tiba elang datang dan mengagetkan Kevin dan juga Tasya.


"pa, pak elang * Tasya semakin gugup saat melihat elang datang.


Kevinpun akhirnya menjelaskan semuanya pada elang dan seketika wajah elang berubah menjadi sangat menakutkan.


"dasar ja*ang, Kevin tolong kamu bereskan perempuan murahan ini dan pesankan tiket, kita kembali ke kota P Sekarang juga" *ucap elang dengan tegas dan berniat pergi dari kamarnya.


"siap pak elang, ayo kamu ikut saya" Kevin memegang tangan Tasya dan berniat menariknya keluar.


"pak elang tunggu, tolong maafkan saya pak elang, saya melakukan ini semua karena saya disuruh" *akhirnya Tasya memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya pada elang, walaupun sesuai perjanjian, Tasya tidak boleh membocorkan siapa orang dibalik perbuatannya selama ini, jika suatu saat kedoknya sampai ketahuan oleh elang, namun dipikiran Tasya saat ini hanya mencari aman saja agar dia tidak mendapatkan hukuman dari elang, pikirnya.


Elang yang mendengar penuturan Tasya membalikan kembali badannya menghadap Tasya, Kevin yang awalnya akan membawa tasya kekantor polisi atas tindakan penipuanpun mengurungkan niatnya dan melepas tangan Tasya.


"maksud kamu apa? *tanya elang dengan nada dinginnya.


"se, sebenarnya saya hanya disuruh oleh seseorang untuk menggoda Anda dan nantinya foto-foto yang saya dapat akan dikirimkan oleh orang yang menyuruh saya kepada ibu Nana, agar...


"agar apa, tidak usah bertele-tele" *suara elang mulai meninggi, dia sudah sangat emosi kepada wanita Didepannya.


"ag,, agar anda berpisah dengan ibu Nana" *ucap Tasya lirih namun masih bisa didengar oleh elang dan Kevin.


"bre*g*ek" *elang membanting pot bunga yang berada dimeja kamarnya, membuat Tasya gemetar karena ketakutan.


"tenang pak elang, tenangkan diri anda, kita masih harus menanyakan siapa dibalik ini semua" *Kevin mendekat kearah elang dan menepuk-nepuk pundak elang, mencoba membujuk agar elang bisa sediki lebih tenang.


Kevin berjalan kembali kesamping Tasya dan bertanya pada Tasya "siapa yang menyuruh kamu"


"," Tasya terdiam


"saya tanya sekali lagi siapa yang nyuruh kamu"


"," Tasya tetap saja diam.

__ADS_1


Elang yang sudah tidak bisa menahan emosi akhirnya mencekal tangan Tasya dengan sangat kuat, membuat Tasya meringis kesakitan dipergelangan tangannya "siapa yang nyuruh kamu ja*ang, cepat jawab"


"," Tasya masih saja diam dan menundukkan wajahnya.


Tidak mendapat respon, cekalan elang semakin kuat, membuat pergelangan tangan Tasya memerah "masih tidak mau jawab kamu?


Karena Tasya sudah sangat kesakitan, akhirnya dia menjawab perkataan elang "saya akan menjawab, tapi tolong bapak lepaskan tangan saya, tangan saya sudah mau patah pak elang"


"cepat katakan" *bentak elang dan menghempaskan tangan Tasya dengan kasar, membuat Tasya sedikit terhuyung.


"yang menyuruh saya adalah nona Naura pak elang"


"Naura" *elang sedikit berfikir, dia sedikit familiar dengan nama ini, tapi dia lupa siapa.


"dia karyawan anda pak, dan dulunya satu devisi dengan istri anda" *terang Tasya dan sukses membuat elang dan Kevin membelakakan mata mereka.


"apa kata-kata kamu bisa dipegang? *ucap Kevin dan diangguki oleh Tasya, sedangkan elang masih terdiam, dia masih sangat syok.


"rahasiakan masalah ini, Kevin tolong kamu urus wanita ini, beri keringanan hukuman untuknya dan besok tolong kamu panggil Naura keruangan saya" *setelah mengucapkan itu elang pergi keluar untuk menghirup udara segar, karena jujur kejadian ini sangat membuat pikirannya terganggu.


Bukan karena Tasya atau Naura tapi, elang merasa kasian dengan istrinya, bagaimana bisa ada orang yang tega berbuat jahat kepada wanita sebaik Nana.


Wanita yang tidak pernah membicarakan orang dan wanita penyabar yang sangat elang cintai.


Dua jam elang berada dicafe yang berada sangat dekat dengan hotel yang elang tempati, ponselnya berdering dan terlihat nama Kevin disana.


"hallo Vin"


"Hallo Pak elang, pak elang sekarang dimana?


"Saya dicafe, bagaimana dengan wanita ja*ang itu, apa kamu sudah membereskannya"


"sudah pak elang, dan saya sudah memesankan tiket pesawat dan 30 menit lagi kita kembali ke kota P, semua barang-barang Anda sudah saya rapikan"

__ADS_1


"Baik, 10 menit lagi kita bertemu diloby hotel"


"Baik pak elang"


Elang menutup teleponnya dan kembali ke hotel.


10 menit berlalu elang sudah samai diloby dan sudah ada Kevin disana "pak elang" *Kevin berdiri dan mempersilahkan elang untuk duduk menunggu jemputan mobil yang akan mengantarkan mereka berdua ke bandara, sedangkan Tasya, sudah tidak perlu ditanya lagi, dia sudah tidak berada dikota M lagi, mungkin Kevin sudah membuangmya kekandang singa, entahlah hanya Kevin dan elang yang tau, mereka berdua tidak memberi tahu AUTHOR wkwkwk.


Setelah menunggu sekitar 10 menit mobil yang mereka tunggu sudah datang dan mereka berduapun naik kedalam mobil menuju kebandara dan pulang kekota P.


Nana yang masih malas-malasan karena memang dia bingung mau ngapain lagi selain makan dan tidur.


Suaminya melarang dirinya untuk beraktivitas berlebihan, memang tujuannya benar agar Nana tidak terlalu lelah sesuai anjuran dokter, tapi bagi Nana yang sangat aktif ini adalah penyiksaan.


Nana akhirnya menelpon ibunya untuk berkunjung kerumahnya setelah toko kuenya tutup.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, pintu kamarnya diketuk saat Nana sedang berbaring diranjang selesai membersihkan tubuhnya, Nanapun bangkit dan berjalan menuju pintu kamarnya dan membukanya.


Betapa kagetnya Nana saat melihat orang yang berada didepannya bukan ibunya tapi malah suaminya "By, kok kamu sudah pulang"


Elang tersenyum sangat manis "kangen kamu sayang" *elang memeluk tubuh istrinya, dia kembali mengingat kejadian dikota M tadi.


"kamu kenapa by" *ucap Nana karena suaminya sangat erat memeluknya dan tidak melepas-lepas pelukannya.


"sayang , love u" *bukannya menjawab pertanyaan Nana, elang malah mengungkapkan kata cinta untuk nya.


"elang kenapa ya kok jadi aneh banget kaya gini pulang dari kota M, apa masalah disana sangat banyak ya" *pikir Nana dalam hati tanpa berani bertanya.


"Sayang" * panggilan ibu Nana dari lantai bawah membuat elang melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya "ibu?


Nana mengangguk "iya by, aku ngga tau kamu pulang sekarang, jadi aku minta ibu menginap disini karena aku bosan sendirian dirumah, kalau keluar sama temen-temen takut ngga boleh sama kamu" *jelas Nana.


#DEG# elang kembali mengingat perkataan Tasya tentang siapa orang yang menyuruh Tasya untuk memisahkan dirinya dengan Nana.

__ADS_1


__ADS_2