
Mereka berdua mencoba menghubungi Naura, karena sedari tadi Naura tidak kembali keruanganya setelah dipanggil oleh pak Kevin asisten bos mereka.
Sekali, dua kali sampai panggilan ketiga telepon mereka tetap tidak diangkat oleh Naura.
Nabil dan Bilalpun akhirnya menyerah dan akan menghubungi kembali Naura nanti saat mereka sudah pulang kerja.
Amora dan Leo yang sebelumnya masih berada diruangan elang bersama Naura dan Tasya, sekarang sudah berada didalam mobil untuk menyusul kerumah sakit dimana Nana mendapat penanganan.
Amora begitu tidak enak hati kepada Nana dan juga Elang, karena walau bagaimanapun Naura adalah sepupunya, Amora berniat untuk meminta maaf kepada Nana atas nama Naura dan keluarganya.
Amora sangat yakin Nana akan memaafkan Naura, tapi dia tidak yakin dengan elang, Amora sangat tau siapa elang, elang yang sangat menyayangi keluarganya tidak akan mudah melepaskan siapapun yang menyakiti keluarganya apalagi ini Nana istrinya, wanita yang paling dia cintai.
"hufftt" *Amora menghembuskan nafas kasar.
"kamu kenapa sayang? *tanya Leo yang melihat Amora begitu gelisah
"pah, mamah cuma takut elang akan membawa Naura ke Kantor polisi, apalagi kalau sampai terjadi sama Nana"
"huusstt udah ngga boleh bicara sembarangan seperti itu, yang harus kita lakukan sekarang adalah berdoa agar kandungan Nana baik-baik saja"
"," Amora mengangguk dan kembali menatap jauh keluar jendela.
Dirumah sakit elang terus saja menggenggam Tangan istrinya, air matanyapun tidak bisa dia bendung lagi "sayang kamu yang kuat ya diperut mami" *ucap elang sambil mengelus perut istrinya.
Nana tersenyum tipis, karena dia juga sedang menahan rasa sakit dan hatinya sedang merasa takut.
masuk ke ruang IGD, Nana langsung diinfus dan diberi obat penguat kandungan, untuk menjaga bayi didalam perutnya, dokter kandungan yang sedang berjaga disana langsung memeriksa kandungan Nana dengan alat USG.
Elang yang ingin masuk kedalam ruang IGD dicegah oleh perawat agar menunggu diluar saja, agar tidak menggangu proses
pemeriksaan.
Beberapa menit berlalu, dokter Yang menangani Nana keluar dan memanggil elang untuk ikut keruangannya.
"Keluarga pasien" *ucap dokter kandungan.
"saya suaminya dok" *jawab elang dan berjalan mendekati dokter kandungan tersebut.
"ikut keruangan saya "
__ADS_1
Elang mengikuti langkah dokter kandungan tersebut.
"silahkan duduk"
"," elangpun duduk.
"Alhamdulillah janin dalam kandungan istri bapak baik-baik saja, hanya saja saya minta istri anda untuk jangan terlalu stres dulu, karena kandungan istri bapak dari awal memang sudah lemah jadi tolong dijaga ya pak, dibilangin istrinya"
"Alhamdulillah, baik dokter nanti saya akan sampaikan keistri saya, terimakasih dok, kalau boleh tau apa istri saya bisa pulang hari ini dok?
"tidak, saya akan melakukan reservasi selama 24 jam terlebih dahulu, kalau besok sudah tidak ada keluhan, ibu Nana bisa dibawa pulang, untuk istirahat dirumah"
"baik dok, kalau begitu saya pamit dulu, terimakasih sekali lagi dok" *elang berdiri dan menjabat tangan dokter didepannya.
"sama-sama pak, semoga istri dan janin didalam kandungan istri anda selalu diberikan kesehatan hingga waktu persalinan nanti"
"amin"
Elangpun keluar menuju keruang IGD, sampai disana sudah ada Amora dan juga Leo.
"Elang, bagaimana kondisi Nana" *tanya Amora
"apa sudah boleh pulang bro? *kali ini Leo yang bertanya.
"harus tetap disini dulu, karena dokter akan melakukan reservasi selama 24 jam, besok kalau Nana sudah tidak ada keluhan baru diperbolehkan pulang"
"," Leo, Amora dan Kevin mengangguk.
"Alhamdulillah kalau kamu dan bayi kamu baik-baik saja na" *ucap Kevin dalam hati.
Baru selesai mereka berbicara, pintu ruang IGD dibuka dan Nana keluar didorong oleh perawat dengan menggunakan kursi roda, "silahkan pak ikut saya keruangan rawat ibu Nana"
Elang meminta agar dia saja yang mendorong istrinya "suster biar saya saja yang mendorong kursi rodanya"
Nana tersenyum menatap wajah suaminya lalu memeluk lengan elang sangat erat "sungguh Nana sangat mencintai suaminya"
tangan elang yang satunya mengelus rambut istrinya, dia sangat bersyukur karena istri dan anaknya baik-baik saja.
Sampai diruang VVIP sesuai permintaan elang sebelumnya, suster membukakan pintu kamar tersebut, mereka semuapun masuk dan elang membaringkan tubuh Nana dikasur yang sudah disediakan.
__ADS_1
"bagaimana kondisi kamu na" *tanya Amora setelah Nana berbaring.
"Alhamdulillah sudah tidak sesakit tadi mor" *jawab Nana dengan suara yang masih lemah dan wajah yang pucat.
"syukur kalau begitu, emm na aku minta maaf ya atas nama Naura" *ucap Amora dengan suara lirih karena menahan air mata.
"," Nana terdiam
Elang yang melihat Nana terdiam akhirnya meminta Amora untuk tidak membahas wanita ular itu dan Amorapun mengangguk.
Amora sangat paham perasaan Nana, sama seperti dirinya yang juga syok mendengar pengakuan Naura pagi tadi.
Karena waktu sudah menunjukan pukul 8 malam Leo dan juga Amora pamit untuk pulang.
"kamu sehat-sehat ya na" *ucap amora dan Nana mengangguk dengan tersenyum.
"kamu juga ya bumil"
"Kita pamit dulu ya na, jaga kesehatan dan jangan banyak pikiran dulu"* ucap Leo dan kembali Nana mengangguk.
"thanks doanya le"
Leo dan Amorapun keluar dari ruang rawat Nana dan pulang kerumah mereka.
"Vin apa kamu mau menginap disini? *tanya elang.
" oo, ma maaf pak elang, kalau begitu saya juga cpamit pulang pak, Nana kamu lekas sembuh ya"
"makasih ya Vin"
" sama-sama"
Kevinpun pulang dan menyisakan mereka berdua.
"sayang apa kita harus mengabari keluarga kita? *tanya elang dan Nana langsung menggeleng.
"tidak perlu by, takutnya mereka khawatir, lagian besok kan aku sudah boleh pulang"
"yasudah kalau begitu kamu istirahat dulu ya"
__ADS_1
"," Nana mengangguk dan tidak lama dia tidur karena efek obat yang dia minum sebelumnya.