BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
ELANG DAN SIAPA IBU SASA NANTI


__ADS_3

sayang, bukannya ayah tidak mau, tapi Sasa kan tau sendiri ayah belum pernah bertemu dengan tantenya teman Sasa dan juga Sasa tidak bisa memaksa perasaan ayah sayang, kalaupun nantinya ayah akan mencari ibu untuk Sasa, itu juga harus wanita yang ayah pilih sa"


"tapi yah, Sasa penginnya ante Moza yang jadi ibu Sasa"


"siapa tadi nama Tante teman Sasa?


"ante Moza ayah"


Elang mengerutkan alisnya "Moza? kenapa seperti nama wanita itu? ahh, paling hanya kebetulan, nama Moza didunia ini kan sangat banyak" *pikir elang.


"yasudah lebih baik sekarang Sasa istirahat dulu ya, papi mau nemuin Oma sama opa dulu"


"baik ayah"


Elangpun bangkit dari duduknya dan bersiap untuk pergi, namun sebelum dia berbelok, tangannya ditahan oleh Sasa.


"ayah tunggu"


"iya sayang kenapa?


"ayah Sasa pengin punya ibu"


"iya sayang, ayah akan mencoba bertemu dengan Tante teman Sasa itu" *akhirnya elang mengalah dan menuruti kemauan Sasa.


"yeee" *tiba-tiba sikap Sasa berubah 180 derajat dari sebelumnya membuat elang menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.


"dasar anak kecil, kali ini untuk kebaikan Sasa aku harus mencoba menuruti keinginannya, walaupun ini sangat tidak masuk akal, karena aku sama sekali belum mengetahui siapa wanita itu, namun untuk membuka hati dan bersama dengan wanita baru dihati aku, mungkin aku belum bisa"

__ADS_1


Elangpun pergi dari kamar Sasa menuju keruang keluarga dimana disana ada Niken dan juga Bram.


Melihat elang yang Turing dan mendekat kearah mereka, Niken menanyakan kembali tentang keadaan Sasa "Lang?


"iya mah"


"bagaimana keadaan Sasa sekarang"


"sudah cukup baik mah"


"Lang, dilihat dari kondisi Sasa, memang sudah seharusnya kamu mencari pengganti Nana, kasian Sasa yang masih kecil dan membutuhkan kasih sayang seorang ibu, seperti anak-anak seusianya yang lain" *kali ini papah Bram turut berbicara, beliau sudah mendengar semuanya dari Niken dan kakek.


"Nana tidak akan terganti dan sampai kapanpun tidak akan pernah pah"


"papah tau Lang, kalau kamu masih sangat mencintai Nana, tapi apa kamu tidak mencintai anak kamu Sasa?


"kenapa papah bilang seperti itu?


"," elang terdiam.


"yasudah, papah tenang saja, besok mamah yang mencoba mencari tau siapa yang dimaksud Sasa tadi"


"siap mah" *papah Bram mengacungkan jempolnya pada Niken.


Sedangkan elang masih tetap terdiam, dia masih belum tau dengan apa yang akan terjadi nantinya, apa mungkin hatinya bisa menerima wanita baru, entahlah elang tidak mau memikirkan itu dulu.


Mereka bertiga akhirnya mengobrol kembali dengan topik yang baru hingga waktu menunjukan pukul 10 malam.

__ADS_1


Elang pamit untuk tidur terlebih dahulu, karena satu Minggu kedepan dia akan sangat sibuk dengan proyek besar yang bekerja sama dengan Moza properti.


Saat sampai dikamar dan berbaring diranjangnya, elang kembali memikirkan semua perkataan orangtuanya dan Sasa "ya tuhan apa aku benar-benar egois karena selama ini tidak pernah berfikir mencari seorang ibu untuk Sasa? tapi hati ini benar- benar belum bisa melupakan Nana tuhan, aku mohon berilah petunjukmu"


Elangpun terlelap dengan rasa penasaran tentang siapa sosok ibu yang akan dipilih Sasa.


Pagi harinya


Moza hari ini masih pergi ke perusahaan miliknya karena asistennya masih belum sembuh dari sakitnya.


Pagi-pagi sekali moza sudah siap untuk berangkat keperusahaannya, hari ini Moza akan turun kelapang bersama dengan elang untuk meninjau langsung lokasi pembangunan dan hari ini juga adalah hari dimana Moza dan elang meletakan batu pertama sebagai pertanda pembangunan akan dimulai.


Didalam perjalanannya menuju kantor miliknya, suara ponsel Moza berbunyi dan tertulis dilayar nama laki-laki yang selalu berada dipikirannya.


"kenapa dia menelponku" *gumam Moza


Mozapun mengangkat teleponnya "hallo pak elang, ada apa ya?


"apa anda sudah berangkat kelokasi Bu Moza?


"belum pak elang, saya mampir dulu kekantor, untuk mengambil dokumen-dokumen dan peralatan lapang yang akan saya pakai nanti"


"Baik pak Moza, kalau begitu saya tunggu dilokasi"


"baik pak elang"


Setelah telepon ditutup Moza begitu bahagia, karena untuk pertama kalinya dia mendapat telepon dari laki-laki yang disukai.

__ADS_1


Mozapun kembali melanjutkan perjalanannya dan mengambil semua keperluan yang dia butuhkan dikantornya.


Setelah itu Moza langsung berangkat kelokasi, karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan elang.


__ADS_2