BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
KEDEKATAN MOZA DAN KELUARGA ELANG


__ADS_3

Disela tertawa mereka tiba-tiba bel pintu berbunyi


Ting tong Ting tong


Mendengar suara bel berbunyi, Elang, Sasa dan lainnya langsung terdiam dan menoleh kearah pintu.


Mbok Ijah yang sedang menyetrika baju diruang tengah, menghentikan kegiatannya dan berjalan menuju pintu untuk membuka pintu.


Namun baru beberapa langkah, Oma Niken menghentikan langkah mbok Ijah dan meminta agar beliau saja yang membukanya, mbok ijahpun mengurungkan niatnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Oma Niken berjalan menuju pintu lalu membukanya "nak Moza, mari masuk nak"


"malam Tante, maaf telat tant, soalnya tadi dijalan ada sedikit kendala?


"ngga papa kok nak moza, lagipula kan nak Moza cuma telat 5 menit saja, tidak perlu sungkan seperti itu" *ucap Oma Niken sembari melihat jam tangan miliknya.


"hehe, Sasa mana tant? *tanya moza


"itu didalam lagi nungguin kamu dari tadi, ayo masuk"


Mereka berduapun masuk kedalam, sebenarnya jantung Moza saat ini sudah tidak karuan antara bahagia, malu dan gugup, namun rasa gugupnya lebih dominan.


Tangannya sudah sangat dingin, karena untuk pertama kalinya dia bertemu dengan elang, sang pujaan hati dirumahnya, namun sebisa mungkin Moza mencoba menetralisir perasaannya, agar tidak memalukan nantinya.


"maaf ya nak Moza, Tante sudah merepotkan nak Moza".


"tidak masalah Tante, Moza senang kok, bisa main kerumah Tante"


"," Oma Niken tersenyum dan merangkul tangan Moza lalu kembali berjalan menuju ruang tengah.


"ante Moza " *teriak Sasa ketika melihat Moza sudah berdiri didepannya, Sasa langsung berlari dan bergelayut manja dilengan Moza.


Opa Bram yang duduk disebelah Sasa tersenyum dan ikut menyapa Moza "selamat malam nak"


Berbeda dengan elang yang tampak acuh, dia justru sibuk dengan ponsel ditangannya.


"selamat malam om" *jawab Moza


Elang yang merasa sangat familiar dengan suara tersebut langsung menengok kearah sumber suara dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui, jika wanita yang selama ini anaknya ceritakan adalah Moza, CEO Amoza properti sekaligus rekan bisnisnya saat ini.


"ibu Moza" *ucap elang lirih, namun masih bisa didengar oleh mereka.


"selamat malam pak elang" *sapa Moza dengan senyum yang sangat manis, membuat siapapun yang melihatnya akan langsung terpesona, kecuali elang tentunya.


Elang masih belum habis pikir, kenapa pertemuannya dengan Moza begitu sangat kebetulan seperti ini, Mulai dari awal mereka bertemu hingga hari ini, semua seperti sudah diatur.


Kakek buyut yang melihat elang hanya diam, menyikut lengan elang dengan wajah kesalnya "hisst, disapa mbok ya jawab, jangan diam saja seperti itu"

__ADS_1


"ehh iya, selamat malam juga Bu Moza" *akhirnya elang menjawab sapaan Moza dengan senyum yang dipaksakan.


Oma Niken, opa Bram dan kakek buyut tersenyum penuh arti ke arah Sasa.


"ayo sayang kita duduk dulu" Oma Niken mempersilahkan Moza untuk duduk.


Mozapun duduk di sofa kosong disebelah elang, karena Oma Niken sengaja duduk disebelah opa Bram agar moza bisa berdekatan dengan anaknya.


Sedangkan Sasa duduk disamping Moza Dengan tangan yang tidak pernah lepas dari lengan Moza.


Merekapun mengobrol seputar keluarga mereka dan sedikit merembet ke bisnis, sangat terlihat wajah kagum dari kakek, opa Bram dan tentunya Oma Niken.


Sedangkan elang yang pada dasarnya memiliki hati yang sangat dingin seperti es, hanya diam menanggapi cerita moza, walaupun sebenarnya dia juga sedikit kagum dengan kepribadian dan kepintaran Moza.


Sudah hampir satu jam mereka mengobrol, Oma Nikenpun bangkit dari duduknya dan mempersilahkan semuanya untuk makan malam, karena mbok Ijah sudah selesai menyiapkan makanannya.


mereka semua berjalan menuju ruang makan.


Sasa yang sejak kedatangan Moza selalu bergelayut manja di lengan Moza, tidak lepas dari tatapan elang yang heran dengan tingkah anaknya


Elang sangat tau sifat Sasa yang tidak mudah dekat dengan orang asing, Karena sifatnya sangat mirip dengan dirinya, namun saat ini, ahh entahlah, elang sudah benar-benar dibuat pusing.


Sampai dimeja makan Sasa yang biasa duduk disebelah elangpun sengaja memilih tempat duduk disebelah Oma Niken karena ingin ayahnya duduk disebelah ante Moza.


Elang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak perempuannya.


merekapun makan malam bersama dengan sedikit obrolan yang belum selesai mereka bahas sebelumnya.


Selesai makan malam, dan mengobrol, Moza pamit pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"Sasa ante pulang ya" *pamit Moza memeluk Sasa yang terlihat enggan melepas Moza pergi.


"ante tidur sini aja ante"*pinta Sasa


"Sasa" *tegur elang membuat Sasa diam dan menunduk


"besok-besok kan ante bisa main lagi kesini"


"iya ante"


"Tante, om, kakek, pak elang saya pamit pulang, terimakasih sudah diundang kerumah"


"iya sayang, maaf ya sudahlah merepotkan kamu" *jawab Niken


"Moza kamu pulangnya diantar elang saja ya, biar dia yang bawa mobil kamu"


Mendengar ucapan papanya elang kaget "tapi pa"

__ADS_1


"hustt tidak ada tapi-tapian"


Elangpun menuruti permintaan papanya dan mengantar Moza pulang.


"dadah semua" *Moza melambaikan tangannya saat sudah duduk dikursi mobilnya.


"dadah ante Moza"


"dadah nak Moza"


Mobil Mozapun melaju keluar dari pekarangan luas rumah elang. diikuti oleh mobil elang yang dibawa oleh supir keluarga Abimanyu, karena elang mengendarai mobil Moza.


"maaf pak elang jadi merepotkan"


"tidak masalah Bu Moza"


"panggil Moza saja pak elang, kan bukan jam kerja, lagian saya belum ibu-ibu juga, dan umur saya juga .asih muda, hehe" *ucap Moza tersenyum menatap wajah tampan elang


"," elang menatap wajah Moza yang juga sedang menatapnya.


"Moza, saya minta maaf atas sikap Sasa yang sangat manja kepada anda"


"tidak masalah pak elang, saya justru merasa senang" *jawab Moza dan meminum air putih yang selalu dia bawa dimobilnya, untuk mengurangi rasa gugupnya.


"apa kamu tau tentang rencana Sasa yang ingin menjodohkan kita? *tanya elang tiba-tiba membuat Moza tersedak.


"uhuk, uhuk, " "ya tuhan ini orang kenapa to the point gitu y tanyanya"


"maksud pak elang?


"apa kamu tau jika keluarga saya berniat menjodohkan kita?


"," walaupun sebenarnya Moza tau, namun dirinya menggeleng


"ohh maafkan saya kalau begitu, lupakan kata-kata saya tadi"


"," Moza hanya mengangguk tanpa berniat menjawabnya.


Dalam hati Moza sedikit bimbang dengan perasaannya, mungkinkah cintanya Benar-benar hanya bertepuk sebelah tangan.


HAI READERS SEMUA MAAF YA, KARENA AUTHOR LAMA UP NYA.


SEMOGA KEDEPANNYA AUTHOR BISA KEMBALI UP SETIAP HARI.


TERIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH LIKE CERITA INI.


UNTUK BELUM JANGAN LUPA LIKE YA, AGAR AUTHOR SEMANGAT NULISNYA.

__ADS_1


Merekapun


__ADS_2