
Dua hari berlalu setelah elang dan Nana pergi kepuncak, elang kembali bekerja dikantornya, Kevin yang saat ini sudah menjadi asisten pribadi elang menyambut kedatangan bos nya yang baru saja sampai didepan pintu masuk perusahaan.
"Pagi bos" *sapa Kevin
"pagi" *jawab elang singkat lalu melangkah menuju keruangannya dan Kevin mengikutinya dari belakang.
Mereka berdua menaiki lift khusus yang diperuntukkan hanya untuk petinggi-petinggi perusahaan.
Kevin dengan sigap memencet tombol dimana ruangan CEO berada.
Sesampainya di lantai yang dituju elang dan Kevin berjalan menuju ruangan elang, melihat bos dan asistennya datang Tasya mencoba memulai aktingnya.
Tasya berdiri dari kursinya dan menyapa bos tampannya "pagi bos" *ucap Tasya dengan senyum yang menggoda ditambah Tasya memakai baju yang sangat ketat dan rok yang pendek.
"," elang hanya mengangguk tanpa menjawab sapaan Tasya.
Elang terus berjalan masuk keruangannya diikuti Kevin yang sedari tadi terkekeh melihat wajah Tasya yang kesal dan juga kecewa.
"heh,,dasar j*Lang awas aja kamu kalau macem-macem sama elang" *ucap Kevin dalam hati
Setelah melihat bosnya masuk kedalam, Tasya menepak-menepakan kakinya cukup keras karena kesal "susah banget si godain kamu tuan GEMILANG PUTRA ABIMANYU"
Tasya duduk kembali kekursinya dan mengerjakan pekerjaannya, dan berfikir cara apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
Sedangkan didalam ruangan Kevin berdiri didepan meja kebesaran elang "bos apa anda merasa ada yang aneh dari sekertaris anda?
"maksudnya" *ucap elang yang belum tau maksud perkataan asisten pribadinya.
"apa bos tidak merasa dia sedang menggoda Anda bos?
"," elang hanya tersenyum miring mendengar perkataan Kevin.
"bos harus hati-hati ya bos, karena saya takut dia melakukan berbagai cara untuk merayu anda"
"kamu tidak usah khawatir, saya tidak akan tergoda dengan wanita manapun"
"benar bos, saya yakin bos adalah tipe yang setia, apalagi istri bos Nana yang memang cantik banget, dulu aja bunganya sekolah *ucap Kevin tersenyum membayangkan wajah Nana.
*tak* elang melempar bolpoin tepat dikening Kevin "jangan mbayangin wajah istri saya, mau saya potong gaji kamu"
"ti , ti, tidak bos maaf saya lancang"
"sudah sana keluar"
"baik bos permisi" *Kevin keluar dengan wajah paniknya "huhh, bisa-bisanya tadi aku mbayangin wajah Nana"
Sebenarnya saat SMA dulu Kevin juga naksir Nana, bunga sekolah yang bukan hanya pintar dan berprestasi tapi juga cantik wajah dan hatinya, rendah hati dan tidak sombong.
__ADS_1
Mungkin bukan hanya Kevin yang naksir sama Nana, tapi banyak siswa yang mengejar cintanya, dulu Kevin juga sempat mendekati Nana.
Karena saat itu elang belum menyatakan cinta pada Nana, Kevin mengira mereka memang hanya sebatas sahabat saja, tapi saat tau elang dan Nana jadian, Kevin memilih mengubur dalam-dalam rasa cintanya pada Nana, wanita yang sekarang sudah menjadi istri sahabatnya sendiri yaitu elang bosnya saat ini.
Kevin berjalan kemejanya, meja yang terletak dihadapan meja sekertaris genit yang gayanya sangat menjijikkan itu, walaupun tidak bisa dipungkiri Tasya sangat cantik tapi untuk sebagian laki-laki tidak semua suka dengan tampilan seperti itu.
Kevin langsung duduk di kursinya dan memulai pekerjaannya, dia hanya malas jika harus mengobrol dengan sekertaris didepannya.
"pak Kevin" *panggil Tasya pada Kevin yang sedari tadi diam mengacuhkannya.
"hmm" *Kevin hanya ber hmm ria tanpa menjawab sapaan Tasya.
"hiishh" *Tasya kesal dengan sikap Kevin, tasya bingung kenapa Kevin bisa begitu acuh padanya padahal mereka tidak saling kenal, ngga mungkin kan Kevin tiba-tiba membencinya.
"kenapa si orang ganteng pada sombong, CK"
*Tasya berdecak
Kevin kembali melanjutkan pekerjaannya, tanpa mempedulikan wanita licik didepannya.
Tidak lama berselang elang memanggil Kevin lewat telepon dimejanya.
kring, kring, kring, telepon berdering.
Kevin mengambil gagang telepon dan mengangkat teleponnya.
"keruangan saya sebentar"
"Baik bos"
Telepon ditutup dan Kevin segera masuk keruangan bosnya.
tok, tok, tok
"masuk" *jawab elang dari dalam ruangan.
"bos ada yang bisa saya bantu?
"Bantu saya membuat janji dengan CEO dari perusahaan PT Bumi Asri untuk membahas proyek perumahan didaerah kota R yang akan mulai digarap bulan depan"
"Baik bos, laksanakan"
Kevin keluar dari ruangan elang dan melakukan apa yang diminta oleh bosnya.
Setelah selesai menelpon pihak dari PT Bumi Asri Kevin kembali masuk keruangan elang dan memberitahukan bahwa pertemuan akan dilakukan siang nanti pas jam makan siang.
Keluar dari ruangan elang, Kevin mendekat kemeja taysa.
__ADS_1
Melihat Kevin mendekat kemejanya Tasya menghentikan pekerjaannya dan bertanya pada Kevin "ada yang bisa saya bantu pak Kevin"
"Tolong siapkan berkas kerjasama kita dengan PT Bumi Asri, nanti bawa kemeja saya"
"Baik pak"
Tasya segera menyiapkan berkas yang diminta Kevin dan segera menyerahkan berkas tersebut kemeja Kevin "ini berkas yang anda minta pak"
"terimakasih, nanti meeting jam 12 siang sekalian makan siang" *jawab Kevin tanpa melihat kearah Tasya.
"Baik pak" *ucap Tasya dan berjalan kembali kemejanya.
Pukul 11:45
Elang keluar dari ruangannya, Kevin dan Tasya lalu berdiri dan berjalan mengikuti elang.
Mereka bertiga masuk kedalam mobil, Kevin ditunjuk untuk menyetir mobil dan tasya duduk didepan disebelah Kevin sedangkan elang duduk sendiri dibelakang.
Mereka bertiga menuju ke resto yang sudah direservasi untuk meeting hari ini.
15 menit perjalanan mereka sampai, Kevin segera memarkirkan mobilnya dan membuka pintu belakang.
Elang keluar dan berjalan masuk diikuti Kevin dan juga Tasya.
Karena jam makan siang restoran terlihat rame, dan saat mereka bertiga masuk banyak pasang mata yang melihat kearah mereka.
Apalagi para laki-laki yang melihat dengan mata buas kearah Tasya yang memang terlihat sangat seksi dengan rok pendek yang memperlihatkan paha putihnya .
Ditatap seperti itu Tasya merasa acuh karena dia memang sudah biasa memakai pakaian seksi, dan sudah biasa melihat mata jelalatan seperti itu.
Sedangkan Kevin justru risih karena melihat tatapan para laki-laki hidung belang, apalagi dia berjalan disebelah Tasya.
Kalau elang, jangan ditanya, dia terus berjalan lurus kedepan tanpa peduli dengan tatapan orang, bagaimana bisa peduli elang bahkan tidak melirik orang disekitarnya.
Sampai diruangan yang ditunjuk oleh pelayan restoran elang, Kevin dan Tasya masuk kedalam ruangan yang sudah ada Pak abraham CEO dari PT Bumi Asri dan juga sekertarisnya.
"Selamat siang pak elang" *sapa pak Abraham menjabat tangan elang.
"Selamat siang pak Abraham" *ucap elang dengan sopan karena Pak Abraham sudah berusia seperti papahnya.
"Silahkan duduk pak elang"
"Terimakasih pak Abraham, maaf kalau saya datang sedikit telat"
"Santai saja pak elang, kita juga baru sampai"
Pak Abraham kaget melihat wanita disebelah elang "kamu" *ucap pak Abraham pada Tasya.
__ADS_1
AUTHOR: WADUH SAPOSE GAES ITU?