BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
RENCANA MAKAN MALAM


__ADS_3

memangnya anak ayah mau cerita apa sama ayah?


"ayah Sasa tadi makan bareng sama calon ibu Sasa yah, sama Oma"


"terus?


"teru mama bilang kalau Sasa sudah tidak punya ibu lagi dan meminta gadis itu untuk menjadi ibu Sasa"


Mendengar ucapan mamanya, elang langsung membulatkan matanya "bagaimana bisa ibunya berbicara seperti itu sedangkan dia saja belum pernah bertemu dengan gadis itu"


"mama bercanda kan ma?


"mana ada mama bercanda, lihat mama, apa ada wajah bercanda?


"jadi mama benar berbicara seperti itu? ayolah ma, mencari ibu untuk Sasa itu tidak semudah mencari model gaun terbaru" *ucap elang sedikit kesal dengan ulah mamanya.


"tapi Sasa suka sama ante Moza ayah"


"tapi kamu belum mengenal dia Sasa, keluarganya, sifatnya dan masih banyak hal yang kamu dan Oma belum tau, kalian baru dua kali ini bertemu kan?


"siapa bilang mama belum tau, tadi mama sudah bicara banyak dengannya, dia adalah anak dari salah satu konglomerat dikota ini, dia juga sangat pintar, sopan dan baik anaknya, dan menurut mama dia juga sepertinya suka sama kamu?


"CK" mana ada suka, kenal aja ngga, ketemu aja belum Pernah, sudahlah aku mau keatas dulu, lama-lama pusing mikirin masalah ini"


"elang tunggu, elang, dengerin mama ngomong dulu, elang, huufft dasar anak keras kepala"


Elang terus berjalan naik kelantai atas, tanpa menghiraukan panggilan mamanya, padahal mamanya ingin sekali menyampaikan sesuatu pada elang.


Oma niken ingin sekali bilang jika sebenarnya elang sudah mengenal gadis itu, bahkan keduanya saat ini sedang bekerjasama dalam satu proyek.


"sudah lah ma, biarkan saja elang memilih pasangannya sendiri, kita tidak boleh terlalu memaksa kehendak kita, kalau dia memang belum mau membuka hati untuk wanita lain, ya biarkan saja" *ucap papa Bram.


"tapi pah, mama yakin sama pilihan Sasa kali ini, gadis itu juga berasal dari keluarga baik-baik, dan anaknya juga pinter, cantik, baik dan asal papa sama kakek tau ya, perusahaan dia saat ini sedang bekerjasama dengan perusahaan elang pah"


"loh memangnya apa pekerjaan gadis itu mah?


"dia itu CEO muda perusahaan berlian terbesar di kota ini pah, dan dia juga mempunyai bisnis yang dia bangun sendiri dibidang properti, dan yang membuat mama kagum adalah berkat kecerdasan yang dia miliki, saat ini perusahaan propertinya masuk diperusahaan terbesar nomor dua dikota ini, itu artinya persis dibawah perusahaan elang, padahal perusahaan yang gadis itu bangun baru seumur jagung"


"wah hebat sekali gadis itu?


"kalau kakek tidak salah apa perusahaan berlian itu milik Pak Ishak?


"Benar kakek, pengusaha berlian terkaya dikota ini, siapa si yang tidak mengenal beliau"

__ADS_1


"apa mungkin dia mau sama elang? *tanya Bram lagi.


"ya pasti mau lah pah, anak kita kan sangat tampan, wanita mana yang tidak mau dengan dia, bahkan kalau mama masih gadis saja mama mau dijodohkan dengan elang"


"hussttt mama ngawur"


"hahahaha" *semua yang ada disana tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Oma Niken.


"kalau begitu ajak gadis itu kesini nak" *pinta kakek pada Oma Niken.


"kalau itu serahin sama Sasa buyut" * jawab Sasa


"hehehe, baik kalau begitu buyut percayakan semuanya sama Sasa ya"


"siap buyut"


Merekapun kembali mengobrol dengan bahasan lain.


Elang yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya turun dan melihat keluarganya sedang asyik mengobrol, ikut bergabung bersama mereka.


"ayah" *panggil Sasa


"iya sayang ada apa?


"emmm, kayaknya iya sayang, soalnya sekarang ayah sedang ada proyek yang harus selesai bulan depan"


"tapi ayah ngga lembur kan besok?


"ngga kok sayang, memangnya ada apa si?


"besok Sasa mau ajak calon ibu Sasa makan malam disini yah"


"apa?


"iya Lang, biar kamu bisa mengenal dia" *Oma Niken ikut membantu Sasa berbicara.


"tapi mah"


"ayah please" *ucap Sasa dengan mata yang dibuat sangat menyedihkan, membuat elang tidak tega untuk menolak dan akhirnya dia mengangguk mengiyakan permintaan anak satu-satunya.


"yasudah terserah kalian"


"yeaaayyy"

__ADS_1


PAGI HARINYA


Sasa dan Oma Niken sengaja menunggu kedatangan Moza dan Quenna diparkiran sekolah.


Tidak lama berselang, mobil Mozapun datang dan memarkirkan mobilnya tepat disebelah mobil Sasa.


"selamat pagi Sasa, selamat pagi Tante" *sapa Moza setelah selesai memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil.


"selamat pagi ante Moza"


"selamat pagi nak"


"hai sa, hai Oma" kali ini queena yang menyapa Sasa dan Oma Niken.


"hai queena"


"hai sayang"


"kok Tante sama Sasa belum masuk kedalam? *tanya moza.


"kita nunggu kamu nak" *jawab Oma Niken, membuat Moza mengerutkan keningnya.


"ada yang bisa Moza bantu tant?


"begini nak Moza, Sasa katanya mau mengajak nak Moza untuk makan malam dirumah, apa nak Moza ada waktu?


"ante mau ya plis" *ucap Sasa memohon.


"apa!! makan malam dirumah Sasa!! itu berarti disana aku akan bertemu dengan pak elang, bagaimana ini, apa mungkin aku bisa untuk bersikap biasa saja disana, tapi kalau aku menolak juga tidak enak, apa lagi Sepertinya Sasa ingin sekali aku datang" *pikir Moza


dalam hati.


"ya sudah nanti saya usahakan datang kerumah Tante" *akhirnya Moza mengiyakan permintaan Oma Niken dan Sasa.


"terimakasih nak Moza, kalau begitu mari kita masuk"


"Moza langsung berangkat kekantor tant, Moza ada meeting pagi, titip quenna ya tante, bye quenna bye Sasa"


"bye ante Moza "


"mari tanye"


"hati-hati nak Moza"

__ADS_1


__ADS_2