
Sedangkan si pengambil cake kaget saat mendengar suara yang begitu familiar ditelingannya, dan lihatlah wanita yang ada didepannya sekarang, dia ternyata adalah wanita yang selalu ada di dalam hatinya bahkan sampai saat ini.
"Nana" *ucap pria itu begitu lirih namun masih bisa didengar oleh nana, dia masih ingin meyakinkan jika penglihatannya tidak salah.
Mendengar namanya dipanggil, nana menoleh kesumber suara dan betapa terkejutnya Nana, saat melihat siapa orang yang memanggilnya tadi.
"Haikal " * teriak Nana, ya, orang yang memanggil Nana adalah Haikal, teman kuliahnya saat masih bersekolah dikota R dan orang yang sudah beberapa kali menyatakan perasaannya pada Nana, namun selalu Nana tolak, karena Nana sama sekali tidak mempunyai perasaan lebih dari sebatas kakak pada laki-laki didepannya saat ini.
Mereka berdua spontan berjabat tangan dan cipika cipiki, karena sudah lama sekali tidak bertemu, padahal saat masih dikota R hampir setiap hari mereka selalu bertemu.
"Nana kamu apa kabar? kok bisa ada disini? *tanya Haikal dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya , Haikal sangat bahagia bisa berjumpa kembali dengan wanita pujaan hatinya, wanita yang sejak lulus kuliah kembali kekota asalnya setelah ayahnya meninggal dunia, dan sejak saat itu pula mereka tidak bertemu lagi, hanya sesekali mereka saling melalui pesan singkat dan telepon, itupun selalu Haikal yang mengirim pesan atau menelpon terlebih dahulu.
"alhamdulillah baik kal, dan kenapa aku disini itu karena aku bekerja di Perusahaan Abimanyu Properti, sekarang gantian aku yang tanya sama kamu, kamu kenapa bisa ada disini?
"ooo, begini aku adalah perwakilan dari perusahaanku , kamu tau ngga? saat aku diberitahu jika ada undangan dari kota ini, aku begitu bersemangat, karena aku sangat berharap bisa bertemu denganmu dikota ini, ehh, ternyata beneran bertemu ,apa mungkin,, Haikal menjeda ucapannya dan mendekatkan wajahnya ketelinga Nana" memang kita berjodoh *ucap Haikal berbisik ditelinga nana
"Dasar gila *ucap Nana terkekeh
__ADS_1
" yeee, orang aku bilang serius dibilang gila, *ucap Haikal cemberut.
"udah deh ngga usah bercanda, ngga lucu tau ngga"
"huuufff...memang susah ngomong sama ini anak, kalau aku ngomong serius selalu dibilang bercanda, ngga pernah berubah dari dulu"*ucap Haikal lalu mengacak rambut Nana.
Haikal sudah terbiasa dengan ucapan Nana, mereka berduapun akhirnya mengobrol panjang kali lebar dengan begitu asiknya hingga tertawa bersama, disana Nana terlihat sangat bahagia.
Namun tanpa mereka sadari sedari tadi, ada pasang mata yang terus melihat keakraban mereka berdua dengan wajah yang sudah sangat memerah menahan rasa cemburu.
"Siapa laki-laki itu?kenapa begitu akrab dengan Nana? " *ucap elang "aku harus kesana" * elang yang sudah tidak bisa menahan emosinya berniat menghampiri mereka berdua
Elang berbalik melihat wanita yang memanggilnya " Amora *lirih elang , elang berniat pergi untuk menghindar dari Amora namun sebelum dia berhasil pergi, tangannya terlebih dahulu ditarik oleh Amora.
"Lepasin tangan aku * ucap elang lirih namun tegas ,dia tidak ingin berbicara kasar karena tidak mau menjadi pusat perhatian para tamu yang hadir, apalagi disana banyak sekali kolega dan juga karyawannya.
Namun Amora yang seperti tidak mau tau dan tidak peduli dengan gertakan elang, justru merangkul lengan elang dan bergelayut dipundaknya.
__ADS_1
Saat elang sedang berusaha menyingkirkan tangan Amora dari lengannya , Nana muncul dari arah belakang dan dengan sedikit kasar menyingkirkan tangan Amora dan berganti bergelayut ditangan kekasihnya.
"permisi , tolong jangan pegang-pegang kekasih saya" *ucap Nana, tersenyum manisnya menatap Amora.
Amora yang mendengar itu menatap Nana dengan begitu emosi "heh kamu jangan mimpi ya, kamu itu cuma karyawan dia, hehh bisa-bisa nya ngaku-ngaku kekasih elang" * ucap Amora dengan nada meremehkan dan tangannya yang bersedekah dada.
"ohh ya? kalo saya ngaku-ngaku anda bisa menanyakan langsung kepada kekasih saya ini ,NONA AMORA YANG TERHORMAT" * Nana membalas kata-kata Amora, wajah Nana sangat tenang berbeda dengan Amora yang wajahnya sudah merah padam.
Amora langsung menoleh ke arah elang yang sedari tadi hanya diam "apa benar itu Lang? *tanya Amora dan diangguki oleh elang.
"Benar , dan aku minta kamu jangan ganggu aku lagi, bukankah sudah pernah aku bilang sebelumnya.* elang berubah menjadi sangat dingin dan begitu menyeramkan, diapun pergi dengan menarik tangan Nana.
Elang membawa Nana menuju lorong yang cukup sepi, saat dirasa sudah tidak ada orang disana, elang berhenti berjalan dan berbalik menghadap Nana yang berada dibelakangnya , sedangkan Nana yang dari tadi bingung dengan sikap elang mengerutkan keningnya " apa ada yang mau kamu jelaskan ? *ucap elang pada Nana masih dengan nada dinginnya
"je,,jelaskan? *Nana yang melihat wajah elang begitu gugup dan takut , " ada apa dengan dia, kenapa saat denganku sikapnya masih tetap dingin..*ucap Nana dalam hati
"ma..maksud kamu apa Lang? *ucap Nana
__ADS_1
"Siapa laki-laki yang bersamamu ,kenapa kalian begitu akrab? * Elang terus menatap Nana dengan dinginnya