BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
MARTABAK MANIS MANG UCUP


__ADS_3

Satu bulan berlalu sejak Amora dan edo melakukan hubungan terlarang itu.


Pagi ini Amora begitu bahagia karena saat dia pergi kekamar mandi untuk buang air kecil ternyata dia haid, "itu artinya aku ngga hamil anak Edo, ya tuhan terimakasih hamba janji akan memperbaiki hidup hamba menjadi pribadi yang lebih baik lagi, amin"


Amora segera memakai pembalut dan keluar dengan air mata yang terus mengalir, bukannya dia menolak untuk mendapat titipan malaikat kecil dari Tuhan, namun dia akan bahagia jika malaikat kecil itu hadir karena buah cintanya bersama orang yang dia cintai.


Amora duduk diranjang kamarnya lalu membuka ponsel untuk memberikan kabar yang membahagiakannya pada Leo, namun dia mengerutkan dahinya saat melihat notifikasi pesan dari mantan manajernya.


Amora dengan ragu membuka pesan tersebut dan membelakakan matanya "apa aku ngga salah lihat, manajerku memintaku untuk kembali menjadi model lagi, ya tuhan kebahagiaan apa lagi yang engkau berikan kepada hambamu yang penuh dosa ini" Amora kembali meneteskan air matanya.


"Halo mba Irene" *Amora akhirnya menelpon manajernya karena penasaran dengan isi pesan yang dia dapatkan.


"iya mor, gimana tawaran saya apa kamu mau kembali lagi kedunia model seperti dulu? Manajeg Amora kembali bertanya karena sedari tadi Amora tidak menjawab pesannya.


"Saya mau banget mba Irene, tapi saya tanyakan dulu sama Leo tunangan saya ya diperbolehkan atau ngga"


"Iya mor kamu memang lebih baik bertanya sama Leo mau bagimanapun kan Leo udah jadi tunangan kamu, dan calon suami kamu"


"iya mba Irene benar, makasih ya mba udah ngasih kesempatan lagi buat aku, tapi...


"tapi apa mor?


"apa orang-orang akan menerima saya lagi mba, setelah berita skandal bulan lalu tersebar?


"kan Edo udah mengakui kalau dia yang sudah menjebak kamu di depan wartawan kemarin dan beritanya sudah menyebar kok"


"haaaahh" Amora kaget dengan ucapan manajernya


"iya justru sekarang orang yang dulunya membully dan membenci kamu berbalik kasian sama kamu"


".." amora hanya diam tidak menjawab ucapan manajernya, pikirannya sekarang fokus ke Edo "apa yang dia lakukan, kenapa dia lakuin itu"


"mor kamu masih disitu kan? *ucap manajer Amora yang tidak mendengar suara Amora diseberang telepon.


"i..iya mba Amora masih disini"


"yaudah mba tutup dulu ya, kamu jangan lupa ijin dulu sama tunangan kamu"


"baik mba Irene sekali lagi makasih banyak ya mba"


"iya sama-sama"


Teleponpun ditutup dan Amora langsung mencari kontak Edo.

__ADS_1


Setelah beberapa menit telepon berdering akhirnya Edo mengangkat telepon dari Amora


"Hallo mor" *ucap Edo dari seberang telepon.


"Hallo do, do apa maksud kamu dengan berita saat ini"


"berita yang mana mor"


"alah ngga usah pura-pura do, ku udah tau semua"


"aku cuma ngga mau kamu hancur mor, aku mau kamu bahagia, lagian aku juga mau pindah ke London untuk menggantikan papi aku disana jadi tidak masalah jika reputasiku di kota ini hancur, namun berbeda dengan kamu"


"tapi do, kenapa kamu lakuin ini Sam aku"


"karena aku sayang kamu mor " mendengar ucapan Edo seketik Amora kembali menangis.


"aku doakan kamu mendapatkan perempuan yang lebih baik dari aku do"


Edo mengangguk "iya mor doakan ya"


"sekali lagi makasih banyak ya do"


"iya Amora Louis, aku harap kamu masih mau jadi teman aku ya , jangan benci sama aku dan aku ucapkan selamat atas pertunangan kamu sama Leo, semoga kalian berdua bahagia, yaudah aku tutup teleponnya dulu ya mor soalnya pesawatnya sudah mau berangkat, bye mor"


Edo akhirnya terbang ke London dan memutuskan untuk tinggal disana, Edo berharap bisa melupakan cintanya yang bertepuk sebelah tangan bahkan dari 4 tahun yang lalu.


Amora menangis tersedu-sedu, entahlah dia merasa beruntung atau sial dengan kejadian ini tapi satu yang membuat hati Amora begitu sedih adalah selama ini ternyata banyak orang yang sayang dan baik padanya namun semuanya tertutup dengan cinta butanya pada elang dan sikap angkuhnya selama ini.


Amora kembali mengambil ponselnya untuk menghubungi Leo untuk membagi kebahagian dan kesedihannya saat ini.


Kali ini Amora melakukan video call karena Amora ingin melihat wajah kekasihnya.


"Hallo Leo" *ucap Amora setelah melihat wajah Leo sudah terlihat dilayar ponselnya.


"Hallo sayang, loh wajah kamu kenapa bengkak gitu?kamu habis nangis"* Leo kaget melihat wajah Amora yang sembap dan hidung yang merah


"aku ngga papa kok, aku cuma mau ngasih tau kamu sebuah kabar"


"kabar apa sayang"


"Leo aku, hiks.hiks." *Amora kembali menangis membuat Leo khawatir.


"yaudah aku ke apartemen kamu aja, ini kau on the way"

__ADS_1


".." Amora hanya mengangguk dia tidak bisa berkata apa-apa, perasaanya campur aduk.


Sedangkan Leo yang berada dikantornya segera bergegas untuk pergi ke apartemen Amora, dia begitu khawatir karena Amora menangis.


"Apa yang terjadi sama kamu si mor" *gumam Leo disela perjalanannya.


Dilain tempat elang dan Nana yang saat ini sedang berada didalam mobil setelah pulang dari kantor sedang membahas rumah yang nanti akan mereka tempati.


"sayang, nanti rumahnya yang jangan terlalu besar ya, mending sisa tanahnya dibikin taman aja buat nnati anak kita main disana" *ucap Nana yang sedang bersender dipundak elang dan merangkul tangannya.


"iya sayang aku nurut sama nyonya elang aja"


"ihh apaan si kamu sayang *Nana mencubit lengan elang membuat elang mengaduh.


"ya kan biasanya kalo perempuan nitu pinter ngatur rumah, ya udah aku nurut kamu aja"


Nana tersenyum dan mengecup pipi suaminya sayang.


"tapi nanti malam dapat jatah ya"


"iya deh apa si yang ngga buat suam gantengku ini"*ucap Nana dengan terus bergelayut dilengan elang.


Elang tersenyum melihat sikap manja istrinya, ngga tau kenapa setelah menikah Nana menjadi sangat manja padanya padahal dulunya tidak seperti ini, tapi justru elng sangat senangnya dengan sikap manja Nana.


"itu rumah kapan kira-kira jadi ya by" *tanya nana pada elang


"kalo ngga salah si 3 bulanan lagi, soalnya aku minta buat dicepetin pembangunannya"


".." Nana mengangguk tanpa menjawab ucapan elang.


Mobil terus melaju menuju rumah milik Nana, karena setelah menikah mereka tinggal dirumah Nana seperti janji mereka dulu.


"hubby berhenti didepan ya aku mau beli Martabak buat ibu"


Elang mengangguk dan memarkirkan mobilnya ditepi jalan lalu Nana turun dan membeli martabak manis kesukaan ibunya.


"mang Ucup martabak manisnya satu rasa coklat keju" *ucap Nana pada penjual martabak langganannya.


"siap neng Nana, seperti biasa ya kejunya dibanyakin"


"mantap mang"* Nana tertawa dengan menunjukan jempol tangannya.


Elang yang melihat tingkah istrinya yang begitu akrab dengan penjual martabak hanya tersenyum sambil geleng-gelang kepala "memang istriku humble banget"

__ADS_1


__ADS_2