BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
GODAAN TASYA


__ADS_3

Pak Abraham kaget melihat wanita disebelah elang "kamu" *ucap pak Abraham pada Tasya


Muka Tasya seketika pucat, bagaimana tidak laki-laki yang sudah berumur setengah abad didepannya adalah salah satu om om yang pernah menjadikan Tasya sebagai simpanannya.


"apa yang harus aku lakukan, bagaimana kalau semuanya terbongkar, astaga bagaimana ini" *ucap Tasya dalam hati, dia begitu takut jika identitas dirinya terbongkar, ayolah author ini terlalu cepat.


Melihat sikap Tasya Abraham mengerti apa yang sedang Tasya rasakan, Abraham juga tidak mau jika sampai elang tau hubungan terlarang yang pernah dia jalin bersama Tasya yang sekarang adalah sekertaris dari rekan kerjanya.


Selain itu disampingnya juga ada sekertaris sekaligus tangan kanan istrinya yang selalu siap 24 jam memberikan informasi tentang kegiatan Abraham selama bekerja.


Bukan tanpa alasan jika istrinya begitu posesif padanya, sudah beberapa kali istrinya memergoki Abraham sedang berduaan dengan perempuan lain dikamar hotel, bahkan ada yang sudah menjalin hubungan selama satu tahun, perempuan mana yang kuat diperlakukan seperti itu, namun saat istrinya meminta cerai darinya entah dengan jurus apa istrinya bisa luluh dan kembali percaya dengan ucapannya.


Tidak akan pernah mungkin Abraham mau dicerai oleh istrinya, karena semua harta yang dia miliki saat ini adalah milik keluarga istrinya yang sangat kaya raya, jika dirinya berpisah dengan istrinya bisa-bisa dia akan menjadi gembel dijalan.


"maaf apa pak Abraham mengenal sekertaris saya" *ucapan elang yang berhasil membuyarkan pikiran Tasya dan juga Abraham.


"ti, ti, , tidak pak elang, saya kira tadi keponakan saya, tapi ternyata saya salah, maafkan saya pak elang"


"," elang mengangguk dan mereka Langsung menyantap hidangan yang sudah dipesan sebelumnya.


Suasana cukup hangat elang dan Abraham saling berbincang-bincang baik urusa pribadi mereka, hobi mereka ,istri mereka, dan perkembangan perusahaan mereka.


"Bagaimana keadaan ibu Rahma pak? *ucap elang membuka perbincangan.


"istri saya baik pak elang, kalau istri anda bagaimana? saya dengar istri anda sedang hamil? sudah berapa bulan pak?


"istri saya baik pak, iya benar istri saya sedang hamil dan Bulan ini memasuki bulan ke 4, Alhamdulillah selama kehamilan dia tidak pernah merepotkan saya sama sekali, hanya saja sedikit lebih manja"


"wah, selamat pak elang, sebentar lagi akan menjadi seorang ayah, saya yakin anda akan menjadi ayah yang hebat untuk anak anda kelak, kalau manja itu wajar pak elang, namanya juga bawaan bayi"


"terimakasih pak Abraham anda terlalu memuji, iya benar mungkin bawaan bayi, karena sikap istri saya selama hamil sangat berbeda dengan sikap aslinya yang sangat dewasa.


"hehehe" * mereka berdua tertawa.

__ADS_1


"saya dengar istri anda mempunyai bisnis kuliner yang cukup besar pak Abraham?


"benar sekali pak elang, istri saya memang sedari dulu sangat pintar memasak, dia juga tipikal wanita yang gila dengan bisnis, jadi dia memanfaatkan ketrampilannya dalam memasak untuk dijadikan bisnis kuliner yang saat ini sudah terkenal dimana-mana"


"memang wanita yang hebat Bu Rahma" *puji elang pada istri Abraham.


"benar sekali pak elang, saya juga sangat bangga pada istri saya, hehe"


Mereka berdua saling memuji istri mereka masing-masing.


Berbeda dengan kedua sekertaris dan satu asisten pribadi elang dan Abraham yang hanya diam menyantap hidangan mereka masing-masing, bukan ranah mereka memang jika ikut kedalam perbincangan dua bos besar didepannya tersebut.


Tasya yang memang tidak ***** makan setelah bertemu dengan Abraham, hanya mengaduk-aduk makannya tanpa berniat memakan makanan tersebut.


Dia sangat muak mendengar cerita Abraham pada elang, yang selalu menyanjungkan istrinya, padahal saat bersamanya dulu Abraham selalu menghina istrinya dan ingin sekali menceraikan istrinya.


Dasar laki-laki hidung belang, untung saja dulu Tasya sudah banyak mendapatkan uang dari pria tua didepannya ini, jadi tidak begitu rugi saat istri sah Abraham memergoki dirinya sedang berdua dengan pria tua ini saat sedang berada didalam hotel.


Abraham sesekali melirik ke arah Tasya yang terlihat sangat cantik dan menggoda hari ini, andai saja sedang tidak bekerja pasti dia rela mengeluarkan uang lagi untuk bisa menikmati kemolekan tubuh Tasya*pikir Abraham dalam hatinya.


Mereka semua menghabiskan hidangannya dan melanjutkan dengan meeting membahas proyek perumahan yang akan mereka kerjakan bulan depan.


Dua jam berlalu meetingpun selesai, Tasya pamit untuk pergi ketoilet.


Tidak lama berselang Abraham juga keluar untuk pergi ke toilet juga, Abraham berjalan terburu-buru karena takut Tasya sudah kembali dari toilet.


Didalam perjalanan ketoilet Tasya dan Abraham berpapasan "hallo baby" *ucap Abraham pada Tasya.


"," Tasya hanya diam dan terus melangkah kedepan.


Saat sedang melewati Abraham, tangan tasya dicekal dan ditahan oleh Abraham "mau kemana baby, jangan terlalu buru-buru, kamu ngga kangen sama om?


"tolong jaga sikap pak Abraham" *ucap Tasya dengan tegas

__ADS_1


"ckck, sombong ya sekarang, apa kamu tidak ingat malam-malam panas yang sudah kita lalui dulu baby"


"stop, cukup pak Abraham jangan bahas masa lalu, saya sudah melupakan semuanya"


"tapi saya belum baby, apa nanti malam kita bisa ketemu?


"maaf saya tidak ada waktu untuk bertemu anda, saya permisi" Tasya menghempaskan cukup kuat tangan Abraham yang sedang mencekalna


"tung"


"ada apa ini pak Abraham, apa sekertaris saya melakukan kesalahan? *tiba-tiba elang muncul dibelakang Abraham bersama dengan Kevin dibelakangnya.


Abraham memutar tubuhnya dengan wajah yang panik "ti, tidak pak elang tidak ada masalah"


"ohh begitu, saya pamit kembali kekantor dulu pak Abraham, Karena tadi cukup lama saya menunggu didalam jadi memutuskan untuk menyusul anda"


"iya pak elng maaf jika saya sedikit lama"


"," elang mengangguk dan berjabat tangan dengan Abraham lalu pergi dari restoran.


Tasya mengikuti langkah elang dan juga Kevin, "semoga saja pak elang tidak mendengar ucapan pria tua itu Tuhan" *ucap Tasya dalam hati.


Kevin semakin curiga dengan hubungan Tasya dengan Abraham tapi lagi-lagi dia berfikir jika bukan urusan dia, bodo amat lah.


Mereka bertiga kembali ke perusahaan dan kembali mengerjakan pekerjaan masing masing.


Jam sudah menunjukan pukul 15:00, Tasya masuk kedalam ruangan elang untuk memberikan hasil dari meeting mereka tadi siang.


Sebelum masuk Tasya mengambil bedak dan lipstik berwarna merah didalam tasnya, lalu memakainya agar terlihat menggoda.


"kali ini kamu harus berhasil menggodanya Tasya" *ucap Tasya dengan senyum yang sulit diartikan.


tasya berjalan kearah pintu ruangan elang.

__ADS_1


tok, tok, tok,


__ADS_2