BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
SALSABILA PUTRI ABIMANYU


__ADS_3

"sayang apa kabar kamu disana? *ucap elang disebelah makan Nana istrinya.


"sayang, banyak sekali yang ingin aku ceritakan kepadamu, tentang perkembangan Sasa anak kita, dia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan cantik seperti kamu, sebelum aku datang kesini dia menangis minta ikut, tapi sama Omanya ngga boleh takut disini hujan"


"sayang, walaupun sudah 5 tahun kamu pergi, aku masih belum bisa melupakan semua tentang kamu, dan mungkin akan sulit untuk melupakan kamu, hati ini terlalu besar mencintai kamu sayang"


Sudah lebih dari dua jam elang berada dimakam Nana, untuk mencurahkan perasaannya dan menyalurkan rasa rindunya pada mendiang istrinya.


Hingga awan yang sudah mulai menghitam pertanda hujan akan segera turun, elangpun akhirnya kembali kerumahnya.


Didepan pintu rumahnya sudah terkuat anak perempuan yang sangat lucu dan cantik sedang berdiri untuk menyambut kedatangannya.


Hal yang selalu dilakukan oleh Salsabila Putri Abimanyu anak dari Gemilng putra ABIMANYU dan Nadine Salsabila, setiap dia mendengar suara pintu gerbang dibuka oleh satpam dirumahnya.


Saat ini elang dan anaknya tinggal dirumah keluarga besarnya atas permintaan Niken, karena jika Sasa tinggal berdua dengan elang, Niken kasihan jika Sasa ditinggal kerja oleh ayahnya dan dititipkan oleh baby sister.


"ayah" *panggil Sasa saat melihat elang Turing dari mobil dan berjalan kearahnya.


"sayang, anak ayah" *elang merentangkan kedua tangannya dan Sasa langsung berlari dan memeluk ayahnya.


"ayah, dari rumah ibu ya?


"iya sayang, hari ini anak ayah nurut kan sama Oma"


"iya dong yah, kan Sasa anak pinter"


"cup" anak ayah memang paling pintar seduania"


Sambil menggendong Sasa, elang masuk kedalam menuju ruang tengah rumahnya, disana juga sudah ada Oma, opa dan kakek buyutnya Sasa.


"selamat sore semua"


"sore sayang, kamu baru pulang? *tanya Niken


"iya mah, tadi disana mendung banget, jadi aku pulang"


"oo, yaudah kamu bersihin badan kamu dulu, nanti kita makan malam"


"iya mah, pah kek, elang naik kekamar dulu ya, sayang ayah mandi dulu ya"


"iya ayah"


Elang naik kekamarnya dan bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Diruang tengah mamah, papah, kakek dan Sasa kembali menonton film anak-anak kesukaan cucu mereka.


Semenjak kehadiran Sasa rumah mereka menjadi ramai, karena ocehan dan tingkah cucu perempuan mereka.

__ADS_1


30 menit berlalu, elang turun dari kamarnya dan mereka akhirnya makan malam bersama


"elang, besok Sasa mulai masuk ke sekolah, besok biar mamah aja yang menjaga Sasa disana"


"iya mah"


"Yee, akhirnya Sasa bisa sekolah"


"ingat disana harus nurut sama ibu guru, sama Oma juga "


"iya ayah"


"yaudah sekarang makanannya dihabiskan dulu, terus tidur biar besok kamu ngga kesiangan"


"siap bos" *ucap Sasa sambil menempelkan tangan dikeningnya, membuat semua orang yang berada dimeja makan tersebut tertawa melihat tingkah lucu Sasa.


Merekapun akhirnya menghabiskan makan malam mereka dan masuk kekamar masing-masing, begitupun dengan elang.


Namun saat elang baru saja akan menutup pintu kamarnya, Sasa memanggil dan berlari kearahnya "ayah"


"ada apa sayang"


"ayah Sasa boleh ngga tidur sama ayah"


"boleh kok, sini sayang"


Elang terus menatap wajah putrinya yang sangat mirip dengan mendiang istrinya.


"Lihatlah sayang, wajah anakmu mirip sekali denganmu, andai dulu ada keajaiban untukmu, mungkin kita akan hidup bahagia dengan anak kita"


**FLASBACK ON**


Dokter masuk kedalam ruang tindakan.


Tidak lama kemudian, ibu Nana jatuh dan tidak sadarkan diri.


Elang yang berada disebelah Rima segera membawa Rima kekursi tunggu dan berusaha membangunkan mertuanya.


"ibu bangun Bu "


"mba Rima bangun mbak" *Niken juga ikut membangunkan besannya.


Sedangkan papah dan kakek elang sibuk menghubungi Kevin untuk membawakan minyak kayu putih dan beberapa peralatan untuk bayi elang nanti.


30 menit berlalu akhirnya Rima sadar dari pingsannya namun keadaannya masih sangat lemah, elang yang sedari tadi sudah seperti mayat hidup hanya terdiam dan menangis dikursi tunggu.


Sudah hampir satu jam dokter menangani Nana, namun beliau belum keluar-keluar, Kevin yang sedari tadi berada disana juga tidak bisa membendung kesedihannya, hatinya juga sakit karena orang yang masih dia cintai sampai saat ini sedang berada diambang Kematian.

__ADS_1


"ya Tuhan selamatkan Nana" *doa Kevin disela tangis yang tidak terlihat.


Beberapa menit kemudian, dokter yang menangani Nana keluar dan memanggil semua untuk masuk kedalam sesuai permintaan Nana yang baru sadar setelah menjalani operasi sebelumnya.


"untuk keluarga besar pasien, silahkan masuk, pasien ingin berbicara kepada kalian" *ucap Dokter tersebut.


Semua keluargapun masuk termasuk Kevin


Didalam mereka semua melihat tubuh Nana yang sudah dipasang berbagai alat untuk memperpanjang hidupnya, dan digendongan suster disamping ranjang Nana terlihat bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang sedang menangis dan sedang ditenangkan oleh suster tersebut.


Elang berlari kearah istrinya dan menangis sejadi-jadinya disana "sayang, kamu harus kuat sayang, aku ngga tau akan jadi seperti apa hidup aku tanpa kamu sayang, kamu harus kuat"


"by, kamu harus kuat untuk anak kita" *ucap Nana dengan sangat lirih.


"," elang menggelengkan kepalanya " ngga sayang, aku mohon jangan tinggalin aku sayang, aku sangat mencintai kamu sayang plis"


"," Nana hanya tersenyum namun air matanya menetes di pipi yang terlihat pucat itu"


"sayang" kali ini ibu Nana mendekat kearah putrinya dan mencium seluruh wajah putrinya.


"ibu"


"sayang, kamu jangan tinggalin ibu ya, apa kamu ngga kasihan sama ibu?


"ibu" air mata Nana semakin deras, banyak sekali kata-kata yang ingin dia ucapkan untuk semua orang yang berada di sana, namun dia tidak mempunyai tenaga sama sekali.


Dia hanya bisa menangis, melihat satu persatu wajah orang-orang yang sangat Nana sayangi.


"by, jaga anak kita ya"


"," elang kembali menggeleng "aku mau bukan hanya aku yang merawat anak kita, tapi kita berdua sama-sama yang akan merawatnya sayang, aku mohon kamu bertahan sayang"


"," Nana menggeleng "janji sama aku by, jaga anak kita"


Elang kembali menangis, sungguh hatinya sangat hancur, dia tidak bisa membayangkan hidupnya akan seperti apa nanti.


"mah, pah kek Vin tolong jaga elang, ibu sama anak Nana ya"


"," mereka berempat mengangguk sambil menangis.


"by, tolong kasih nama anak kita salsabila kaya nama aku"


"," elang hanya menangis tanpa menjawab ucapan istrinya.


"," tiba-tiba suara mesin didalam ruangan tersebut berbunyi pertanda Nana sudah meninggal dunia.


"sayang, sayang, bangun sayang bangun, *elang menangis histeris dan menggerak- gerakan tubuh istrinya yang sudah tidak bernyawa itu "bangun sayang, bangun"

__ADS_1


papah dan kakek elang berlari mendekati elang dan berusaha menenangkannya.


__ADS_2