
Selesai istirah Nana dan teman-temannya kembali ke ruangan mereka ..
"tokk .tokk..tokk.."
"permisi" ***ucap kepala HRD mengetuk dan membuka pintu ruangan bertuliskan DIVISI HUMAS.
"Ibu Ratna, silahkan duduk, apa ada yang bisa dibantu Bu?" ***tanya Bani.
"Begini pak, maksud kedatangan saya kesini, karena saya akan meminjam karyawan anda yang bernama Nana, yang akan saya pindahkan sementara untuk menjadi sekertaris CEO menggantikan mba Nia yang Cuti melahirkan mulai Senin depan" ***ucap ratna pada Bani.
"ooo, Baik Bu, saya akan membicarakan terlebih dahulu dengan Nana" ***jawab Bani
Bani berjalan ke meja Nana, dan memberitahu perihal kepindahannya pada Nana.
"nana kamu bersiap ya, untuk pindah keruang sekertaris sekarang" ***ucap Bani to the point.
"saya pak?? ***tunjuk Nana pada dirinya.
"kenapa harus saya pak?" ***ucap Nana sedikit keberatan, bukan karena jabatan sekertaris, tapi karena sekertaris siapa.
"iya na, kata ibu Ratna kepala HRD, dilihat dari riwayat kamu, kamu paling cocok, karna kamu dulunya lulusan dari jurusan sekertaris.
*** terang Bani.
"Memangnya sekertaris sekarang kemana pak?" ***tanya Nana kembali.
" Sekertaris yang sekarang, sedang mengandung dan usianya sudah delapan bulan, dan akan mengambil cuti Senin depan na, dan sekarang kamu diminta untuk belajar terlebih dahulu sebelum sekertaris itu cuti" #Bani
Mendengar itu Nana sangat gugup, kenapa harus gue si, itu artinya gue bakal bekerja langsung sama dia dong, apa gue bisa bersikap profesional nantinya?"
*** nana terdiam cukup lama dengan pikiran yang berputar2 diotak cantiknya.
"gimana Nana" *** ucapan Bani membuyarkan pikiran Nana.
"Baik pak saya bersedia" ***jawab Nana ragu karena dia juga tidak bisa menolak, memangnya siapa dia.
"Yasudah sekarang kamu siap-siap dan langsung kesana ya" ***perintah Bani.
__ADS_1
"Baik pak" *** Nana langsung beres2, lalu bergegas keruang sekertaris CEO.
Sesampainya di depan meja sekertaris
"Permisi mba, saya Nana yang dipindah tugaskan untuk menggantikan sementara, sebagai sekertaris disini" *** ucap Nana pada sekertaris.
" Iya Nana, saya sudah diberitahu tadi sama Pak Bani" **" jawab Nia
"Sekarang, saya akan mengajarkan kamu apa saja yang kamu kerjakan selama jadi sekertaris nanti.
"baik Bu Via" ***ucap Nana tersenyum manis.
"panggil mba via aja ya na, kan saya belum terlalu tua..hehe.
"Baik Bu, ehhh, maksud saya mba via" *** jawab Nana.
Via langsung memberikan catatan untuk Nana tentang jobdesk sekertaris dan apa saja dokumen yang perlu disiapkan nantinya, Saat via sedang mengajari Nana, telepon dimeja via berdering.
**tring**tring**tring
"tolong bawakan saya laporan keuangan yang sudah kamu cek kemarin" ***perintah elang dari seberang telepon.
"Baik pak segera saya akan antarkan"
***setelah telepon ditutup oleh elang, via segera beranjak ke ruang CEO.
Namun sebelum via masuk ke dalam ruang CEO , datanglah karyawan dari devisi Marketing yang akan menyerahkan laporan.
"Permisi mba via, saya mau menyerahkan laporan ini, tolong diusahakan bisa mendapatkan persetujuan secepatnya ya mba, soalnya urgent "*** ucap karyawan tersebut pada via.
"Baik mba saya akan cek terlebih dahulu sebelum saya serahkan ke pak elang" *** jawab via.
"Terimakasih mba via"
***setelah mengucapkan terimakasih, karyawan tersebut langsung kembali keruanganya.
" Nana tolong serahkan ini ke Pak elang yah, soalnya aku harus ngecek laporan ini"
__ADS_1
***ucap via sambil memberikan laporan yang diminta elang.
"Ba..baik mba via"
*** jawab Nana gugup membuat via mengerutkan dahinya.
"kamu kenapa na?kok gugup gitu?"
*** tanya via yang melihat Nana gugup dan muka Nana sedikit memucat.
"tenang na, pak elang tidak akan memakanmu, haha.." *** ucap via bercanda agar Nana tidak terlalu gugup.
"tidak papa mba ,,hehe,, mba bisa aja, yaudah saya kedalam dulu ya"
*** setelah mengumpulkan keberanian Nana mengetuk pintu ruangan elang.
Tokkk..tookk tokkkk...
"Masukkk"
Terdengar suara dari dalam dan Nana segera membuka pintu.
Terlihat elang yang sedang menerima telepon dan menghadap kearah jendela memunggungi Nana.
"Permisi pak, saya mewakili mba via mau menyerahkan laporan ini" ***ucap Nana gugup.
Elang yang masih menerima telepon memerintahkan laporannya untuk diletakan dimejanya .
"taruh dimeja saja, dan kamu tunggu disitu, saya selesaikan pekerjaan saya dulu"
*** ucap elang tanpa berbalik.
"baik pak" ***jawab Nana menatap punggung elang.
Setelah hampir setengah jam menunggu, akhirnya elang selesai dengan telephonnya, dan membalikan tubuhnya.
Saat elang membalikan tubuhnya
__ADS_1