BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
KEHIDUPAN BARU ELANG


__ADS_3

papah dan kakek elang berlari mendekati elang dan berusaha menenangkannya.


Sedangkan Rima terduduk lemas dilantai dan ditolong oleh Niken dan juga Kevin.


Cukup lama mereka menangis didalam ruang tindakan tersebut, dokter menyuruh mereka semua untuk menunggu diluar karena Nana akan dimandikan dan selanjutnya akan diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa pulang.


Dengan dituntun oleh papah Bram dan kekeknya, elang berjalan menuju mobil, dan naik kesana bersama dengan jenazah Nana menuju kekediaman mereka.


Sedangkan Niken dan yang lainnya naik kemobil milik keluarga elang dengan membawa cucunya, dan Kevin yang menyetir mobil tersebut.


Rima yang duduk dikursi belakang bersama Niken terus saja terdiam "harusnya kamu yang mengantarkan ibu kemakam nak, bukan ibu yang mengantar kamu" *Rima terlihat sangat terpukul dengan kepergian Nana yang terlalu cepat itu.


Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit rombongan jenazah datang kekediaman elang, disana sudah banyak orang yang menunggu mereka.


Termasuk Leo, Amora, Bilal dan Nabil serta Haikal yang saat itu sedang dinas dikota P dan mendapat kabar tentang Nana dari pegawai toko kue milik Rima saat dirinya akan mengunjungi ibu Nana yang sudah seperti ibunya sendiri.


Haikalpun sangat terpukul mendengar sahabat sekaligus orang yang dia masih cintai sampai saat ini begitu cepat meninggalkannya, rasa sakit itu berkali-kali lipat dari saat dia mendengar Nana menikah dengan elang.


Saat jenazah Nana diturunkan dari ambulance, semua orang bergegas menjalankan tugas mereka masing-masing, hingga tiba waktunya jenazah untuk dibawa kepemakanan untuk dimakamkan.


**FLASBACK OFF***


Pagi harinya


Sasa ditemani oleh Omanya berangkat ke sekolah barunya.


Sekolah elit yang kebanyakan diisi oleh anak-anak dari pengusaha dan pejabat tinggi.


Diantar oleh sopir rumahnya, Niken dengan tampilan yang sangat anggun diumurnya yang sudah tidak muda lagi, menuntun tangan cucunya menuju kekelas yang sudah diberitahu oleh pihak sekolah sebelumnya.


"sayang kamu duduk disini ya sama teman-teman kamu, Oma tunggu diluar"


"baik Oma"


Niken pun duduk dikursi yang sudah disediakan oleh pihak sekolah untuk para wali murid yang menunggu anak-anak mereka.


Diperusahaan ABIMANYU PROPERTI elang yang sikapnya kembali dingin seperti dulu, sedang memarahi karyawannya yang tidak becus mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Meeting yang selalu membuat tegang semua karyawan disana, bahkan hampir setiap meeting pasti ada satu karyawan yang kena marah besar oleh elang, padahal kesalahan yang dia buat tidak fatal.


Kevinpun yang sangat paham dengan sikap elang, tidak bisa berbuat apa-apa, menurutnya lebih baik elang marah-marah seperti ini dari pada seperti mayat hidup yang sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk hidup.


Seperti awal-awal Nana pergi, hampir setiap malam elang pergi ke club untuk minum-minuman hingga mabuk disana, baru kali ini Kevin melihat sahabat sekaligus bosnya sangat rapuh seperti itu .


Setiap malam Kevin akan selalu siaga membawa elang kediamannya sendiri karena tidak mau sampai Niken tau kelakuan anaknya.


Berbeda dengan papah dan juga kakek elang yang sudah dikasih tau oleh Kevin selama ini.


Tubuh elang juga sangat tidak terurus saat itu, hingga saat pertama kali elang mendengar anaknya memanggil dirinya "Yayah, Yayah" diumurnya yang ke 7 bulan, elang mulai berhenti untuk melakukan hal-hal tidak jelas, dan menata kembali hidupnya, untuk Sasa.


Selesai meeting yang sangat menguras pikiran dan tenaga itu selesai elang berdirinya dari kursi kebesarannya dan berjalan keluar diikuti oleh Kevin dibelakangnya.


"Vin apa setelah ini ada meeting lagi?


"tidak ada bos, ini meeting terakhir"


"," Elang mengangguk dan melihat jam yang melingkar ditangannya "jam 10


"Vin, jam setengah 11 nanti, tolong handle pekerjaanku, soalnya aku mau menjemput Sasa yang baru pertama kali masuk sekolah hari ini"


pukul setengah 11 elang keluar dari kantor dan membawa mobilnya kearah sekolah Sasa.


Dalam perjalanan elang menelpon mamahnya, memberitahu agar mamahnya menghubungi supir rumahnya, untuk tidak menjemput mereka karena elang yang akan menjemput mereka.


Saat elang sedang fokus dengan teleponnya, dia tidak menyadari jika lampu didepannya berwarna merah, dan akhirnya elang menabrak mobil berwarna merah didepannya.


"sial, apa yang aku lakukan" *rutuk elang pada dirinya.


Saat lampu sudah berubah menjadi warna hijau mobil merah tersebut dan mobil elang jalan kembali, saat mereka sudah berada dijalan yang cukup sepi mobil Merah tersebut berhenti diikuti oleh elang.


Pemilik mobil Merah tersebut turun dari mobilnya dan berjalan menuju mobil elang "keluar kamu"


Elangpun keluar dari mobilnya dengan wajah datarnya "sudah sebutkan kira-kita berapa biaya perbaikan mobil kamu, biar saya Transfer"


Mendengar ucapan pria didepannya wanita tersebut membelakakan matanya "dasar laki-laki tidak punya sopan santun, bukannya minta maaf malah langsung berbicara seperti itu, heh tuan sombong, uang saya banyak, saya tidak butuh uang anda, yang saya butuhkan adalah etika baik anda setelah menabrak mobil saya" *ucap perempuan cantik tersebut dengan suara berapi-api

__ADS_1


"," elang hanya terdiam tidak menanggapi ucapan perempuan didepannya.


"dasar laki-laki sombong" *melihat laki-laki didepannya yang hanya diam tanpa berniat meminta maaf padanya akhirnya perempuan tersebut pergi dengan perasaan kesal.


Melihat perempuan tersebut pergi tanpa banyak berfikir, elang masuk kembali ke mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju sekolah Sasa.


Sampai disekolah Sasa elang langsung turun dari mobil dan berjalan ke kelas Sasa yang belum pulang, didepan kelas Sasa terlihat mamahnya serta wali murid lainnya yang sedang menunggu anak-anak mereka.


Banyak pasang mata yang melihat kearah elang karena ketampanannya.


Niken yang melihat anaknya datang langsung berjalan mendekati elang "kamu sudah sampai nak?


"iya mah, apa Sasa belum pulang"


"belum nak sebenantar lagi"


Tidak lama setelah mereka berdua mengobrol Sasa keluar dari kelas dan berlari kearah ayah dan Omanya.


"ayah, Oma" *Sasa berteriak sangat kencang membuat semua orang menatap mereka bertiga.


"sayang ngga boleh teriak-teriak" *ucap elang dan dibalas dengan cengiran kuda oleh Sasa.


"maaf yah"


"yaudah Ayuk pulang"*ajak Oma Niken.


"oma, boleh ngga Sasa ketoko Oma Rima, Sasa pengin makan kue Oma Rima"* rengek Sasa


"yaudah Oma juga sudah lama ngga kesana"


"Yee"


Elang hanya tersenyum dan menjalankan mobilnya menuju toko kue mertuanya.


15 perjalanan mereka sampai ditoko kue milik Rima yang saat ini semakin besar.


Elang memarkirkan mobilnya dan mereka bertiga turun dari mobil tersebut.

__ADS_1


"Oma" *panggil Sasa yang baru saja masuk ketoko dan melihat Rima sedang duduk dimeja kasir sedang melayani pelanggan kuenya.


Rima menoleh kearah Sasa "cucu Oma, Oma kangen banget sama Sasa" *Rima memeluk dan mencium wajah cucunya.


__ADS_2