BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
PENGANTIN BARU


__ADS_3

Sinar matahari masuk menembus tirai tipis berwarna putih, dijendela kamar hotel yang menjadi saksi bisu penyatuan pengantin baru disepanjang malam.


Jam sudah menunjukan pukul 11 pagi menjelang siang, namun belum ada tanda-tanda kedua penghuni kamar membuka mata mereka, bahkan sinar matahari yang menembus melalui tirai dikamar itupun tidak berhasil mengusik tidur mereka.


Tenaga mereka benar-benar terkuras habis karena kegiatan panas mereka sepanjang malam.


Tok.tok.tok.


Dari luar kamar, seorang wanita paruh baya dan pria muda tampan terus mengetuk pintu kamar pengantin baru tersebut, bahkan pria muda tersebut mengetuk pintu dengan cukup keras, sudah hampir 10 menit mereka mencoba membangunkan penghuni kamar namun belum ada jawaban.


Nana menggeliat karena telinganya menangkap suara ketukan pintu dari luar kamar yang cukup keras, Nana kemudian menyingkirkan tangan kekar milik elang yang masih setia melilit perutnya dari tadi malam, lalu turun untuk memakai bajunya karena tubuhnya masih polos tidak ada benang sehelaipun.


"aww" *Nana merasakan perih dibagian selangkanya, membutuhkan waktu cukup lama sebelum akhirnya dia turun dari ranjang menuju lemari baju.


Selesai memakai baju nana berjalan kearah pintu dan membukanya, terlihat disana sudah berdiri ibu nana dan juga Haikal dengan wajah yang sulit diartikan.


Haikal melihat wajah Nana yang benar-benar baru bangun tidur dengan rambut yang acak-acakan serta banyak sekali tanda merah dileher Nana, membuatnya menggelengkan kepalanya "ehm.. mentang-mentang pengantin baru, jadi ngga ingat waktu ya?"


Ucapan Haikal sukses Membuat Nana menutup wajahnya karena malu dan spontan memukul lengan Haikal "apaan si Haikal, makanya nikah"


Ibu Nana hanya terkekeh melihat putrinya yang malu karena diledek Haikal "Suami kamu mana nak?

__ADS_1


Nana melihat kearah ranjang yang memperlihatkan elang dengan tubuh yang terbungkus selimut dan sama sekali tidak terusik dengan suara mereka.


Ibu Nana yang paham akhirnya memutuskan untuk menunggu dibawah "sayang ibu sama haikal menunggu dibawah ya untuk makan siang, ckck kalian lupa untuk sarapan tadi pagi"


"iya nih pengantin baru, ngga makan nasi kayaknya tadi pagi, tapi makan cinta, wkwkwk" *haikal kembali meledek Nana dan Nanapun kembali memukul lengan Haikal "ih, nyebelin, yaudah ibu sama Haikal nunggu dibawah aja ya, nanti Nana sama elang nyusul"


Akhirnya ibu Nana dan Haikal pergi dan menunggu mereka di restoran hotel yang berada dilantai 1 hotel tersebut.


Setelah ibu dan Haikal pergi, Nana kembali menutup pintu kamar dan menuju ketempat tidur untuk membangunkan suaminya "sayang bangun udah siang"


Elang hanya bergumam tanpa berniat membuka matanya.


"Yaudah deh kalau ngga mau bangun, aku makan sama Haikal aja dibawah" *ancam Nana dengan senyum jahilnya.


Bukannya takut, Nana justru terkekeh dan membuat elang kesal lalu menarik tubuh Nana dan menggendongnya menuju kamar mandi.


"sayang lepasin, kamu mau ngapain" * Nana meronta-ronta digendongan elang.


"Mandi sayang" *ucap elang yang sedang berjalan menuju kamar mandi.


"janji ya cuma mandi, awas kalau lebih" *bukannya tidak mau melayani suaminya, namun area sensitifnya masih terasa perih dan ngilu.

__ADS_1


Elang tersenyum penuh arti "ngga janji sayang" *ucapnya dalam hati.


Hampir satu jam berlalu, elang dan Nana keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk, wajah Nana terus cemberut karena merasa kesal dengan ulah suaminya.


Bagaimana Nana tidak kesal, ternyata suaminya kembali memakannya didalam kamar mandi, bahkan Nana sampai merasakan pelepasan dua kali, membuatnya sungguh lelah dan lemas "Untung sayang"


Mereka berdua bersiap untuk turun ke restoran karena sudah ditunggu oleh keluarga mereka dibawah.


Elang merangkul pinggang istrinya menuju ke restoran untuk makan siang bersama keluarga mereka.


Terlihat jelas pancaran kebahagiaan dari wajah mereka berdua "sayang kamu mau anak berapa? *tanya elang saat mereka berada didalam lift.


Nana mengerutkan dahinya "Apaan si yang, udah mbahas anak aja, aku masih pengin merasakan indahnya pengantin baru"


"Ya kan ngga masalah yang, aku tanya kamu mau anak berapa" *mendengar ucapan elang Nana terkekeh dan merangkul tangan suaminya "sedikasihnya sama Alloh aja ya yang, 3 oke, 6 oke,10 juga oke"


Elang tersenyum dan menarik hidung mancung istrinya "berarti aku harus ekstra kerja keras setiap malam dong, biar bisa punya anak 10" *Nana memutar bola matanya malas, sedangkan elang tertawa puas karena bisa meledek istrinya.


Saking asyiknya bercanda, tidak terasa mereka sudah sampai direstoran dan sudah terlihat disana keluarga dari elang dan Nana serta Haikal yang memang menginap dihotel tersebut.


Nana dan elang duduk dikursi kosong yang hanya tersisa 2 yaitu disebelah kakek elang dan sebelah Haikal, saat Nana akan duduk dikursi sebelah Haikal, elang menarik tangan Nana dan menyuruh untuk duduk disebelah kakeknya.

__ADS_1


Semua orang yang berada disana tertawa melihat ulah elang yang menurut mereka sangt posesif.


"huh dasar bucin" *haikal terkekeh melihat wajah elang yang sangat lucu menurutnya, dia tidak menyangka pembisnis muda yang terkenal sangat dingin dan tidak tersentuh bisa sebucin itu dengan Nana, memang tidak bisa dipungkiri Nana memang sangat cantik bukan hanya parasnya tapi juga hatinya.


__ADS_2