BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
PERNIKAHAN ELANG DAN NANA II


__ADS_3

Setelah acara akad selesai, Leo dan Amora mendekat kearah pengantin baru.


"Selamat bro, selamat ya na" *Leo memberikan ucapan selamat untuk elang dan Nana diikuti oleh Amora yang berada disebelahnya.


"Selamat ya buat kalian berdua" *Amora memeluk tubuh Nana dan disambut dengan pelukan hangat juga dari Nana.


"Makasih, kalian sudah menyempatkan untuk datang kesini, kamu kapan nyusul bro" *elang menanyakan kemajuan hubungan Leo dan Amora yang menurut nya sudah sangat serius, bisa dilihat dengan kehadiran mereka yang mengenakan baju couple dan tidak pernah melepaskan tautan tangan satu sama lain.


Leo yang mendengar pertanyaan elang tersenyum "ditunggu undangannya bro, aku juga ngga mau kalah sama kamu, nanti kamu ceritain ya malam pertama nya bagaimana" Leo terkekeh.


Amora yang mendengar kekasihnya berbicara ngawur seperti itu mencubit perut Leo, membuat Leo mengaduh kesakitan, sedangkan elang dan Nana tertawa lepas.


*Leo dan Amora pamit setelah selesai memberikan ucapan selamat untuk elang dan Nana, karena setelah ini mereka berniat untuk berkunjung kerumah orang tua Amora untuk meminta maaf sekaligus meminta restu.


Sepeninggal Leo dan Amora pulang teman-teman Nana yaitu Naura, Nabil dan Bilal serta pak Bani yang pernah menjadi atasannya dulu datang menghampiri mereka.


"Selamat ya na,pak elang, semoga jadi pasangan yang sehidup semati dan cepat diberikan momongan, amin" *Nabil memberikan selamat dan doa lalu memeluk temannya, dia turut berbahagia dengan pernikahan temannya.


Dilanjut oleh Naura "selamat ya na,pak elang semoga samawa " *Naura tersenyum dan bergeser untuk bergantian dengan Bilal.


"Selamat ya Nana dan pak bos semoga langgeng trus " *Bilal yang memang sudah suka dengan Nana Sejak pandangan pertama, ikut berbahagia karena bisa melihat orang yang dicintainya bisa bahagia walaupun bukan bersama nya.


Dan dilanjut oleh pak Bani "Selamat ya pak dan mba Nana "*Bani bingung harus memanggil Nana apa karena untuk memanggil nama saja dia tidak sedekat itu.


"Selamat honey" * tiba tiba dari arah samping terlihat seseorang yang sangat Nana kenali, dia berdiri dengan tersenyum begitu manis.

__ADS_1


"Haikal" *Nana langsung meregangkan tangannya, dia begitu merindukan sahabatnya itu, Haikalpun mendekat dan akan memeluk tubuh Nana.


Namun tangan kekar elang membalikan tubuh Nana kehadapannya dan saat ini Nana justru berada dipelukan elang, sedangkan Haikal menghentikan langkahnya dan tersenyum kecut "Huh dasar posesif"


Nana mendongakkan kepalanya menatap elang dan seketika jantung nya berdetak cepat "Ya tuhan, aku lupa aku udah nikah sama elang, dan lihatlah wajahnya begitu menakutkan, tolong aku tuhan"


"Awas saja nanti malam aku akan hukum kamu sampai kamu susah untuk berdiri" *ucapan elang membuat bulu kuduk Nana berdiri.


Sedangkan Haikal yang masih memperhatikan mereka berdua hanya terkekeh "Hai si tuan posesif, masa kamu cemburu sama aku si, aku kan sahabat Nana, aku hanya ingin memeluk Nana sekali saja sebagai ucapan selamat atas pernikahan kalian"


Elang membulatkan matanya mendengar ucapan Haikal "apa tuan posesif dan tadi apa dia bilang ingin memeluk istriku, dasar g*la, trus mana ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang murni, dari matanya saja aku bisa lihat kalau dia masih suka sama istriku" *elang berkata dalam hati.


Melihat elang yang diam saja, Nana tahu suaminya tidak dalam mood yang baik.


Haikalpun pamit untuk pergi menemui ibu Nana, karena selain Nana dan ibunya haikal tidak punya kenalan siapa-siapa dikota P.


Setelah Haikal pergi Nana memegang tangan elang, dan membuat elang berbalik menatapnya "Maafin aku ya sayang"


Elang mengangguk dan mereka kembali melanjutkan acara pernikahan mereka.


Dilain tempat


*Leo dan Amora sedang melaju kerumah orang tua Amora, setelah sebelumnya mereka berdua mampir terlebih dahulu ke supermarket terdekat untuk membelikan sedikit buah tangan untuk orang tua Amora.


"Le, aku gugup" *Amora yang memang masih ingat jelas wajah papahnya saat marah dan mengusir dia dari rumah, masih belum siap bertemu dengan papahnya kembali.

__ADS_1


Leo memegang tangan Amora dan mengusapnya lembut "Ada aku disamping kamu sayang"


Amora mencoba tersenyum walaupun dalam hati dia masih merasa sangat takut.


Perjalanan memakan waktu 45 menit dari hotel ke rumah orangtua amora.


Mereka berdua akhirnya sampai disebuah rumah yang begitu besar bak istana dengan halaman yang begitu luas.


Leo masuk kedalam setelah sebelumnya pintu gerbang dibuka oleh satpam, ketika melihat nona mudanya berada didalam mobil.


Amora terdiam cukup lama didalam mobil karena masih ragu untuk turun dan masuk kerumahnya, padahal sudah 10 menit yang lalu Leo memarkirkan mobilnya.


"Mor kalo kamu memang sayang sama aku, tolong percaya sama aku" *Leo mencoba meyakinkan Amora agar dia mau turun dan menemui kedua orangtuanya.


Amora akhirnya memberanikan diri membuka pintu mobil, dan mereka berdua akhirnya turun dan berjalan kearah pintu rumah Amora.


Belum sempat Amora memencet bel rumahnya, Mamah Amora membuka pintu besar tersebut dan langsung memeluk putrinya sambil menangis.


Ternyata tanpa Mereka berdua ketahui, kedua orang tua Amora sudah melihat mereka berdua dari cctv rumah mereka.


"Sayang maafin mamah ya, kamu jangan pergi lagi ya " * mendengar ucapa mamahnya Amora menangis sejadi-jadinya, Amora berfikir dia akan kembali diusir dari rumah jika kedua orangtuanya tau Amora datang, namun malah sebaliknya.


Papah Amora muncul saat Amora dan mamahnya masih berpelukan dengan air mata yang terus keluar.


"Papah juga minta maaf ya sayang"

__ADS_1


__ADS_2