
kali ini kamu harus berhasil menggodanya Tasya" *ucap Tasya dengan senyum yang sulit diartikan.
tasya berjalan kearah pintu ruangan elang.
tok, tok, tok,
"Masuk" *ucap elang dari dalam ruangannya.
Pintu dibuka oleh Tasya dan Tasya langsung berjalan kearah elang yang sedang fokus dengan laptop didepannya.
"letakkan saja dimeja" *ucap elang tegas ketika melihat Tasya yang berjalan mendekatinya.
"begini pak ada yang ingin saya tanyakan tentang hasil meeting tadi" *Tasya terus berjalan mendekat kearah elang.
Elang hanya diam tanpa menjawab ucapan Tasya.
Melihat bosnya diam Tasya semakin semangat mendekat kearah elang, belum sampai setengah perjalanan Tasya dikejutkan oleh suara yang sangat familiar ditelinganya.
"hai nona apa anda tidak mendengar ucapan bos kita" *ucap Kevin yang ternyata sedari tadi berada disofa ruangan elang memperhatikan sikap Tasya yang sudah mulai berani.
Sialnya Tasya tidak sadar jika tadi meja didepannya kosong, ketika dia baru saja kembali dari kamar mandi.
"sial, kenapa ada dia si disini" *Tasya tersenyum terpaksa namun dalam hatinya merutuki sikap Kevin.
"kalau ada yang mau ditanyakan bisa langsung ke saya, lagian bos sedang tidak bisa diganggu" *ucap Kevin membuat Tasya mati kutu.
Tasya akhirnya berjalan kearah Kevin dan duduk disebelahnya.
"bagian mana yang belum kamu pahami" *tanya Kevin pada Tasya
"emm" *Tasya tidak bisa menjawab karena memang tidak ada yang perlu ditanyakan lagi, laporan juga sudah selesai dikerjakan.
"kok emm" *Kevin semakin menggoda Tasya yang mukanya sudah sangat kebingungan.
"sepertinya saya sudah paham pak Kevin, ini laporannya" *Tasya akhirnya menyerah dan menyerahkan laporan tersebut pada Kevin.
Kevin hanya tersenyum miring dan menerima laporan tersebut "kamu ngga akan bisa menggoda elang selama ada aku Tasya"
"saya permisi pak elang, pak Kevin" *Tasya pamit kepada dua pria yang berada didalam ruangan tersebut dan keluar.
Dua laki-laki yang sama-sama tampan, dingin dan sulit untuk didekati.
"sial, gagal lagi rencana aku, akan sangat sulit mendekati elang jika Kevin masih berada disini"
Tasya menghentakan kakinya ketika sudah berada diluar ruangan elang dan kembali duduk dimejanya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 17:00 elang dan Kevin keluar dari ruangan elang dan berjalan kearah lift untuk pulang, selanjutnya Tasya akan mengikuti dibelakang bos tampannya.
Elang mengendarai mobilnya melaju membelah keramaian kota, jalanan yang sangat macet karena memang saat ini jam pulang kerja.
45 menit berjalan, elang sampai dirumahnya, elang membuka pintu dan masuk kedalam rumahnya "kok sepi, kemana Nana?
__ADS_1
"sayang" *teriak elang dari lantai bawah dan naik ke kamarnya dilantai dua rumahnya.
"iya by, aku disini" *jawab Nana dari dalam kamar.
Mendengar suara istrinya elang sedikit lega, tadinya dia sangat khawatir karena Nana tidak menyambut kedatangan dirinya seperti biasa.
"sayang, kamu habis ngapain, kok tumben ngga nyambut aku dibawah"
"ini by, tadi habis masak didapur sama Mbak Yati aku mandi lagi by, habis panas banget hawanya"
"oo begitu" *elang mencium kening, pipi dan terakhir bi*ir Nana.
Nana membantu membuka kemeja yang dipakai elang dan menaruh tas suaminya ketempat biasa.
"sayang capek banget ya? aku siapin air hangat dulu ya" * ucap Nana dan berniat kekamar mandi.
"eiit stop" *elang memegang tangan Nana "ngga usah sayang biar aku aja, kamu istirahat aja disini *tuntun elang menuju keranjang dan mendudukkan Nana diranjang.
"kebiasaan deh, aku kan hamil sayang bukan sakit" *Nana mengerucutkan bibirnya.
"cup" *elang mencium b*bir Nana dan tersenyum " ingat kata dokter, jangan terlalu capek" *ucap elang lembut
"iya iya suamiku" *nanapun mengalah jika suaminya sudah bawa-bawa kata dokter.
"pinter" *elang Manarik hidung Nana dan berlari ke kamar mandi .
"ihhh,, hubyyy" *nana teriak tidak terima dijaili suaminya.
"hahaha" *elang tertawa mendengar teriakan istrinya.
Selesai mandi elang keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk.
Nana yang sedari tadi sedang fokus dengan ponselnya melihat kearah suaminya dan terdiam "kenapa semenjak aku hamil, kalau lihat tubuh suamiku suka ngga tahan ya? ya Tuhan Nana, tahan Nana, tahan"
Melihat sikap Nana, elang tersenyum simpul dan berjalan mendekat kearah istrinya dengan masih dengan berbalut handuk.
"sayang, sayang" *tangan elang melambai-lambai tepat didepan wajah Nana.
Nana seketika tersadar dan menunduk karena malu sudah kepergok suaminya "habis kamu Nana" *ucap Nana merutuki kebodohannya.
"terpesona ya? *ucap elang dengan suara yang benar-benar menguji iman Nana.
"Ng, ngga kok by, emm, ayo kita makan malam, makanannya udah disiapin sama Mbak Yati dibawah" *Nana mengalihkan pembicaraan dan segera turun kebawah tanpa menunggu suaminya memakai baju.
"hati hati sayang, jalannya jangan kecepetan" *elang mengingatkan istrinya karena berjalan sedikit cepat.
"," elang terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan elang.
Elang segera berganti baju dan menyusul istrinya kebawah.
"huby" *panggil nana pada suaminya yang sudah duduk di kursi yang berada disebelah kursinya sedang menyantap makan malam yang sudah Nana ambilkan.
__ADS_1
"iya sayang"
"huby boleh ngga besok aku ikut kekantor, aku bosan banget tiap hari didalam rumah by"
"ngga boleh, kamu ngga boleh capek-capek dulu sayang"
"yakan disana aku bisa istirahat dikamar, lagian aku juga ngga ngapa-ngapain kok"
"tetep ngga boleh"
"hiks, hiks, " *Nana tiba-tiba menangis.
"sayang kok kamu nangis, ada yang sakit?dibagian mana sayang sini biar aku priksa, apa perlu aku panggilkan dokter kesini?
"kamu jahat"
"loh kok jadi aku yang jahat?
"iya, masa aku ngga boleh ikut kekantor kamu, lagian ini kan keinginan bayi kita bukan aku"
"buka begitu maksudku sayang"
"udahlah, aku mau tidur aja" *Nana berjalan ke kamarnya dan tiduran di ranjang.
Elang menyusul istrinya dan mendekati istrinya yang sedang menangis dengan memeluk guling kesayangannya, guling yang sedari kecil tidak pernah boleh diganti apalagi dibuang.
"sayang"
"," *Nana hanya diam
"sayang jangan ngambek dong"
"," Nana masih saja diam.
"iya deh iya besok ikut" *akhirnya elang mengalah dan mengikuti permintaan istrinya, ralat calon bayinya.
Nana berbalik dan tersenyum kearah elang "makasih huby "cup" Nana mencium sekilas bib*r elang.
"kok cuma sebentar, aku kan belum membalas"
"hiishh udah lah aku mau tidur"
"CK" elang berdecak membuat Nana terkekeh.
Merekapun tidur dengan tangan elang yang setia melingkar diperut Nana.
Pagi harinya
Jam sudah menunjukan pukul 7 siang, elang sudah mandi dan bersiap untuk berangkat ke kantor, sedangkan Nana masih tertidur dengan sangat lelap.
"sayang bangun, jadi ikut ngga?
__ADS_1
"emm, huby aku nyusul aja ya, masih ngantuk"
"yaudah aku berangkat ya sayang , cup" elang turun kebawah untuk sarapan dan langsung berangkat kekantor.