
Dengan menggunakan mobil sport berwarna hitam milik papinya, Moza berangkat menuju kantor propertinya.
Hari ini Moza membawa mobil milik papinya, karena mobil miliknya masih berada di bengkel akibat tabrakan kemarin.
Meeting nanti akan dilaksanakan pukul setengah 9 pagi, diruang meeting perusahaan Moza.
Perusahaan properti milik Moza jaraknya cukup jauh dari rumahnya yaitu sekitar 45 menit, itu yang membuat Moza harus berangkat pagi agar dia tidak telat sampai disana.
Ditempat lain
Elang dan Kevin yang sudah bersiap untuk berangkat meeting diperusahaan Amoza jaya properti, sedikit mengalami kendala karena tiba-tiba Niken menelpon elang untuk menjemputnya dan Sasa yang saat ini sedang berada dijalan arah sekolah Sasa.
Ban belakang mobil yang mengantarkan Sasa sekolah bocor, sehingga sopir harus mengganti bannya terlebih dahulu, sedangkan saat ini jam sudah menunjukan pukul 7:50 itu artinya butuh 10 menit lagi agar Sasa tidak terlambat sekolah.
Elang membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju alamat yang sudah dikirimkan Niken sebelumnya, elang datang bersama Kevin yang saat ini sedang ketakutan disebelah kursi bosnya.
hanya membutuhkan waktu 5 menit elang sampai dialamat tersebut dan langsung mengantarkan Sasa tanpa terlambat sama sekali.
Setelah mengantarkan Sasa, elang dan Kevin kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju perusahaan milik Moza .
"coba kamu hubungi pihak dari Amoza properti, kabarkan kepada mereka kalau kita sedikit terlambat"
"baik bos"
Kevinpun menelpon pihak Amoza properti sesuai arahan elang
"bos, tadi mereka bilang hari ini yang menghadiri meeting adalah CEO mereka langsung, karena asisten yang biasa menggantikan beliau sedang dirawat dirumah sakit" *terang Kevin dan diangguki oleh elang
Dalam diam elang sebenarnya sangat penasaran, seperti apa sebenarnya sosok CEO yang sangat misterius itu.
Begitupun dengan Kevin yang juga sedang memikirkan tentang siapa sebenarnya CEO misterius tersebut.
Jam sudah menunjukan pukul 8:45 menit dan itu artinya elang dan Kevin terlambat 15 menit.
Moza yang sedari pukul setengah sembilan sudah berada diruang meeting mulai kesal dengan rekan bisnisnya "bisa-bisanya mereka tidak tepat waktu seperti ini, kenapa bisa CEO yang suka telat meeting bisa membawa perusahaannya menjadi perusahaan nomor satu dikota ini, CK, menyebalkan"
Karyawan yang datang diruang meeting tersebutpun, hanya diam tanpa berani berkata apaun melihat wajah cantik CEO nya yang saat ini berada di mode siap terkam.
tok.tok.tok.
Pintu ruang meeting dibuka dan menampilkan sosok laki-laki yang semalaman Moza pikirkan.
__ADS_1
Moza terdiam cukup lama menatap wajah dingin namun tampan pria didepannya.
"Selamat pagi Bu Amoza Laura Ishak" *sapa Kevin, menyadarkan Moza yang sedari tadi terpaku melihat elang.
Kevin yang melihat kecantikan Moza sempat terpesona dan tertarik, namun segera dia buang jauh-jauh pikiran itu, mengingat Kevin sangat tau siapa Amoza Laura Ishak, Kevin merasa mereka berdua seperti langit dan bumi.
Moza tersenyum dan menjawab sapaan Kevin "pagi pak?
"Kevin Bu"
"ohh, pagi pak Kevin, dan tolong panggil saya Moza"
"baik Bu Moza"
"Selamat pagi Bu Moza" *kali ini elang yang berkata dan membuat wajah Moza seketika memerah karena menahan rasa malu bercampur bahagia.
"ya Tuhan apa memang dia jodohku, kenapa kebetulan sekali seperti ini" *ucap Moza dalam hati dengan matanya yang terus menatap wajah tampan elang, hingga deheman elang menyadarkan lamunannya.
ehmm
"ehh iya selamat pagi pak Gemilang putra Abimanyu"
"panggil saya elang Bu Moza"
Sikap Moza yang berubah 180 derajat dari sebelum elang dan Kevin masuk itu, tidak lepas dari perhatian para karyawan yang duduk disana, namun mereka tidak berani berfikir macam-macam terhadap CEO mereka.
Meetingpun dimulai dan berjalan dengan lancar, sepanjang berjalannya meeting, Moza terus memperhatikan elang yang ketampanannya bertambah berkali-kali lipat saat sedang fokus bekerja.
"ya Tuhan tampan sekali pak elang ini, aku ngga nyangka kalau dialah CEO Abimanyu Properti, selama ini aku hanya mengetahui namanya saja dari Boby, memang Boby pernah bilang kalo CEO Abimanyu Properti tingkat ketampanannya diatas rata-rata, dan ternyata memang benar, pak elang begitu tampan"
"Bagaimana Bu Moza, apa ada yang masih anda belum pahami, atau ada tambahan mungkin? *lagi-lagi ucapan Kevin menyadarkan lamunan Moza.
Apa lagi saat Moza melirik kearah elang, dan Moza melihat elang juga sedang menatapnya.
"menurut saya sudah cukup pak Kevin, semuanya bagus dan saya menerima kerjasama ini" *tanpa basa-basi Moza langsung menyetujui kerjasama mereka.
Semua karyawan pun bertepuk tangan.
"terimakasih Bu Moza, kalau begitu pak elang ada yang ingin anda tambahkan?
"tidak, saya hanya ingin mengucapkan terimakasih dan semoga kerjasama ini berjalan lancar"
__ADS_1
"," Moza mengangguk.
"kalau begitu meeting selesai, untuk yang sudah hadir saya ucapkan terimakasih" *ucap Moza menutup meeting pagi ini
Saat karyawan lain sudah pergi dari ruangan, Moza menahan elang dan Kevin untuk mampir terlebih dahulu diruangannya "maaf pak elang dan pak Kevin, kalau bisa mari mampir dulu kerungan saya"
Kevin menoleh kearah elang untuk bertanya dan diangguki oleh elang "mari Bu Moza "
Mereka bertiga berjalan menuju ruangan Moza dilantai paling atas, saat mereka sedang berjalan menuju ruangan Moza banyak pasang mata yang melihat kearah mereka.
"itu lihat Bu Moza cantik banget ya, model mah kalah sama bodynya"
"iya bener wajahnya aja mulus banget gitu"
"yaiyalah uangnya juga banyak banget, mau perawatan model pa aja bisa"
"seneng ya jadi Bu Moza, udah cantik,pinter, tajir melintir lagi"
"kalau aku sedari tadi fokus sama laki-laki yang pakai jas navy, kok tampan banget ya?
"iya aku juga, cocok banget sama Bu Moza"
"husst ngawur kamu, siapa tau dia sudah beristri, dari wajahnya juga umurnya sekitar 30 an"
"iya bener, lagian masa iya laki-laki kaya gitu belum nikah, perempuan mana si yang ngga mau"
"yaudah yuk kita balik kerja lagi"
Merekapun pergi keruangan masing-masing.
Sedangkan Moza, elang dan Kevin saat ini sedang duduk disofa yang berada di dalam ruangan Moza, ruangan yang sangat modern dari segi penataan furniture, bangunan dan warna.
"pak elang, apa anda tidak merasa pernah bertemu dengan saya?
Mendengar perkataan Moza, elang mengerutkan dahi dan menatap wajah Moza, lalu mengingat ingat apa benar dia pernah bertemu dengan Moza
Cukup lama mengingat akhirnya wajah elang seketika berubah "apa anda wanita itu?
"benar" *ucap Moza membuat elang kaget.
Hai READERS Jangan lupa like cerita author ya.
__ADS_1
TERIMAKASIH UNTUK yang sudah like cerita ini.
Semoga author kedepannya bisa lebih rajin lagi updatenya.