
Selesai membeli martabak ditempat Nang Ucup, Nana dan elang bergegas untuk pulang kerumah Nana.
"assalamualaikum ibu" *elang dan nana kompak mengucapkan salam.
"wa'alaikusalam" *Rima membuk pintu rumah dan mendapati putri dan menantunya yang baru saja pulang dari tempat kerja mereka .
Nana, elang dan Rima berjalan masuk kedalam rumah setelah sebelumnya elang menutup pintu rumah terlebih dahulu.
"ibu Nana bawain jajanan kesukaan ibu nih " ucap Nana sambil menyodorkan martabak manis mang Ucup.
"wah" kebetulan sekali nak, ibu lagi pengin banget martabak coklat kejunya mang Ucup"
ucap Rima dengan mata yang berbinar.
"hehehe, yaudah Nana sama elang kekamar dulu ya Bu mau bersih-bersih dulu nanti kita turun buat makan martabak bareng sambil nonton film"
"sipppp"
Nana dan Elangpun naik keatas menuju kamar Nana untuk membersihkan diri.
Nana meregangkan otot-otot nya saat baru saja sampai dikamar "huuuh capek sekali hari ini, huby kamu mandi dulu ya , aku mau istirahatin tubuh aku dulu sebentar, sakit semua badanku.
Elang yang baru saja meletakan tas kerjanya diatas meja seperti biasa, melihat kearah istrinya yang memang terlihat begitu lelah "kamu capek banget ya yang hari ini, mau aku pijitin ngga?
Nana mengangguk lalu menggeleng "iya aku capek banget by, tapi aku ngga mau dipijit kamu, karena aku tau akhirnya seperti apa"
"hahahaha" *elang tertawa mendengar ucapan istrinya.
"udah sana mandi dulu, nanti gantian soalnya kasian ibu kalo nunggu terlalu lama"
"ngga bareng aja sayang, biar cepet"
"ngga percaya aku kalo mandi bareng sama kamu bisa cepat selesai"
"hahaha* elang kembali tertawa mendengar ucapan istrinya
"udah sana cepet"
Elangpun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan setelah selesai sekarang gantian Nana yang mandi.
Mereka berdua turun kebawah setelah selesai membersihkan diri dan sudah terlihat disana ibu nana yang sedang duduk disofa yang menghadap kearah tv besar yang berada di ruang keluarga mereka.
"fokus banget nontonnya" *ucap Nana yang berdiri di belakang Rima bersama elang
Rima menoleh dan tersenyum "iya nih nak lagi seru filmnya, tuh Lee min hoo ganteng banget nya difilm itu"
__ADS_1
Mendengar ucapan Rima, Nana dan elang saling pandang dan tidak lama kemudian mereka terkikik.
Membuta Rima mengerutkan dahinya "kenapa kalian terkikik seperti itu"
"Ngga papa kok Bu, elang kaget aja ibu suka nonton film Korea dan tau nama bintang filmnya"
"loh jangan salah ibu itu suka sekali nonton film Korea apalagi yang bergenre romantis, emm,, suka bikin senyum-senyum sendiri" *ucap Rima dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.
"hahahaha" Nana dan elang sudah tidak bisa menahan ketawanya.
Membuat Rima tersipu dan Nana geleng-gelang kepala "ya ampun ibu malu sama menantu Bu"
"loh memangnya kenapa, ngga salah kok ibu suka film romantis, aku si ngga masalah justru nanti kalo ibu pengin film romantis terbaru aku bakal beliin" *ucap elang membela ibu mertuanya.
"tuh kan elang aja ngga papa"
"tenang Bu, elang bela ibu"
Nana mencebikan bibirnya "iya iya Nana kalah"
"hahaha" kali ini elang dan Rima yang menertawakan sikap Nana.
Elang segera merangkul pinggang Nana dan mencium kening istrinya.
Sedangkan Rima hanya tersenyum melihat keromantisan anaknya.
Elang dan Nanapun duduk disamping Rima dengan posisi Nana ditengah dan elang berada ditengah-tengah mereka.
Sepanjang film diputar mereka menikmati martabak manis yang dibeli Nana tadi sore, Rima dan Nana terlihat sangat menikmati jalannya film romantis tersebut, berbeda dengan elang yang justru mengantuk dan tertidur dipundak Nana.
Dua jam berlalu akhirnya film selesai, Nana yang melihat suaminya sudah sangat nyenyak tidur dipundaknya melihat kearah Rima.
"ibu ini gimana elang,. kayaknya nyenyak banget"
"udah kamu disini dulu nak, ibu mau nyiapin makan malam dulu nanti baru kamu bangunin suami kamu"
Nana mengangguk dan rimapun pergi kedapur untuk menyiapkan makan malam mereka.
Nana membelai rambut suaminya dan sesekali menciumnya, tanpa dia sadari elang sedang tersenyum dan saat nana akan kembali mencium pipi suaminya elang mendongak
CUP
Elang mencium bibir istrinya, membuat Nana membelalakkan matanya "jadi dari tadi kamu ngga tidur by"
"Tidur kok cuma kebangun pas ngrasain ada yang ngelus-ngelus rambut aku dan cium-cium pipi aku"
__ADS_1
"huh dasar" *Nana yang malu karena ketahuan mencium suaminya diam-diam berniat beranjak dari duduknya namun tangannya ditarik elang, membuat Nana kembali terduduk.
Elang lalu menarik tengkuk istrinya dan mel*ma* bi*ir istrinya, nana yang mendapat serangan dari suaminya hanya bisa menikmatinya, sungguh sentuhan yang sangat memabukkan.
Saat ci*man mereka semakin panas tiba-tiba terdengar langkah kaki Rima mendekat kearah mereka berdua, akhirnya Nana memukul dada bidang suaminya dan Elangpun melepaskan ci*man mereka.
"Nak ayo makan malam dulu"
"iya Bu"
Akhirnya mereka bertiga makan malam dengan menu SOP buntut, tempe goreng dan sambal.
Menu ini adalah menu favorit Nana dan mendiang ayahnya, dulu saat mending ayahnya masih hidup Nana dan ayahnya selalu meminta dimasakah SOP buntut minimal satu Minggu 2 kali.
Dan yang membuat Rima senang adalah mereka berdua tidak mau makan SOP buntut yang bukan bikinan Rima.
Nana makan begitu lahap dan habis tidak tersisa.
Selesai menghabiskannya makan malam mereka, mereka bertiga kembali kekamar masing-masing.
Elang dan Nana naik kelantai atas untuk pergi kekamar mereka sedangkan kamar ibunya berada dilantai bawah.
"sayang, kamu masih capek ngga?*tanya elang setelah mereka berdua selesai sikat gigi.
"Capek banget huby, kenapa?
"Ngga papa yang, yaudah kamu tidur aja"
"huby kamu mau ya?
"ngga papa kok kalo kamu capek
"ya ngga papa kalo kamu mau by"
"ngga papa sayang Ayuk kita tidur aja, besok kan kamu masih harus nyelesein berkas yang masih menumpuk dimeja kamu"
Nana tersenyum dan memeluk tubuh suaminya " maaf ya huby, hari ini benar-benar lelah banget"
"apa kamu resign aja yang, aku ngga mau kamu sampai kecapean trus jadi sakit"
"ngga papa kok by, lagian aku seneng kok kerja kaya gini, dari pada aku dirumah bosan"
"yasudah terserah kamu aja maunya bagaimana, tapi ingat aku ngga pernah nyuruh kamu buat kerja, jadi kalau suatu saat kamu benar-benar sudah lelah kamu resign aja ya sayang" *ucap elang mengecup kepala Nana.
"siap bos" *ucap Nana dengan tersenyum senang, dia sangat bahagia karena bisa memiliki suami yang begitu perhatian dan sangat mencintainya, sungguh Tuhan begitu baik padanya "terimakasih ya Alloh"
__ADS_1
Author : Hallo gaes, terimakasih ya udah mau mampir ke novelku, semoga kalian suka dengan ceritanya, author siap menerima masukan dari kalian agar author bisa lebih baik lagi.
Terimakasih untuk yang sudah like dan yang belum like jangan lupa klik gambar jempol ya.