
Mereka bertiga menoleh dan betapa terkejutnya Oma Niken saat tau siapa orang yang mereka panggil ante Moza itu.
"wanita itu, bukannya wanita yang waktu itu marah-marah sama elang, ya tuhan sempit sekali dunia ini" *ucap Oma Niken dalam hati.
"hai queena, hai Sasa cantik, siang tante"
"hai ante Moza"
"siang juga nak,
"Moza Tante, *melihat wanita paruh baya didepannya Moza sedikit berpikir "kalau tidak salah apa kita pernah bertemu Tante?
"," Oma Niken mengangguk sembari tersenyum "benar, kita pernah bertemu ditoko kue, saat itu nak Moza sedang marah dengan anak saya yang nyebelin itu, hahahha" *Oma Niken tertawa diikuti oleh Moza, Sasa dan quenna.
"jadi Oma sudah pernah bertemu dengan ante Moza omaa? *tanya Sasa dan diangguki oleh Oma Niken dan juga Moza.
"jadi Sasa cucunya Tante?
"iya benar, Sasa cucu Tante dan anak dari laki-laki yang kamu marahin kemarin"
#jeder# bak disambar petir, hati moza terasa hancur berkeping-keping "jadi dia sudah menikah dan punya anak?" *Niken tersenyum kecut dan mencoba menahan air matanya.
"ohh jadi Sasa anak pak elang ya Tante?
"loh kok nak Moza tau nama anak Tante?
"iya soalnya kebetulan sekali perusahaan kita sedang bekerja sama dalam satu proyek Tante"
"wah kok bisa kebetulan sekali seperti itu ya"
Moza mengerutkan keningnya "maksudnya tant?
"oo, ngga nak Moza , kebetulan sekali sekarang sudah jam makan siang, mari nak Moza kita makan siang bersama, sembari mengobrol sebentar"
"baik Tante, ayo quenna, Sasa kita makan siang"
"yeayyy" #teriak Sasa dan quenna bersamaan.
__ADS_1
Apalagi Sasa yang sangat senang karena bisa lama bertemu dengan ante Moza.
Sasa dan quenna naik dikursi belakang sedangkan Oma Niken duduk disebelah Moza.
Mereka pergi makan siang dengan mengendarai mobil milik Moza, Oma Niken menyuruh mang Diman untuk pulang terlebih dahulu.
Disepanjang perjalanan Sasa dan quenna tidak berhenti bercanda dan tertawa, Oma Niken tersenyum bahagia karena sejak kemarin siang, suasana hati Sasa sedang tidak baik
Berbeda dengan Moza yang saat ini sedang galau, ternyata selama ini dia sudah menyukai laki-laki yang sudah beristri.
"hufft ternyta memang bukan jodohku" *ucapya dalam hati.
Oma Niken yang sedari tadi memperhatikan wajah Moza yang tiba-tiba berubah menjadi murung itupun akhirnya membuka obrolan.
"nak, proyek apa yang sedang kamu dan anak ibu kerjakan?
"itu tant, proyek pembangunan perumahan dan mall"
"," Oma Niken mengangguk "nak Moza kerja diperusahaan itu sebagai apa kalau boleh Tante tau?
"kebetulan itu perusahaan milik Moza sendiri tant, awalnya Moza diberi kepercayaan oleh papi Moza untuk meneruskan bisnis berlian milik papi, lalu Moza mencoba peruntungan di bidang properti dengan usaha Moza sendiri tanpa bantuan papi, Alhamdulillah sekarang perusahaan properti Moza sudah berjalan tant"
"Tidak seperti itu Tante, Moza masih harus belajar lagi" *ucap Moza merendah.
"sudah cantik, pintar , sopan lagi, memang Sasa sangat pintar mencari calon ibu untuknya, diluar itu yang terpenting adalah elang bisa menerima Moza"
"Tante" *lamunan Oma Niken tersadar ketika Moza memanggil namanya, karena mereka sudah sampai direstoran Jepang yang mereka pilih"
"ohh iya nak Moza"
Meeting berempat turun dari mobil dan berjalan menuju ruang VIP yang sudah dipesan Moza lewat telepon sebelum mereka datang kesana.
Kebetulan restoran tersebut adalah restoran milik kakaknya atau papinya queena.
"Selamat siang, silahkan nona muda nona kecil" *sapa Pelayan restoran yang sudah mengenal Moza dan quenna.
Mereka berdua tersenyum dan mengangguk, berbeda dengan Oma Niken dan Sasa yang bingung karena Pelayan tersebut memanggil Moza dan Quenna dengan panggilan nona muda dan nona kecil.
__ADS_1
Pelayan tersebut mengantarkan mereka keruang VIP yang sudah mereka siapkan, bukan hanya satu tapi 4 pelayanan sekaligus, sehingga mereka menjadi pusat perhatian para tamu disana.
Sasa yang baru duduk disebelah queena langsung bertanya maksud dari panggilan Pelayan tersebut kepadanya.
"Queena, kok Pelayan tadi panggil kamu nona kecil terus panggil ante Moza nona muda?
Oma Niken yang juga sangat penasaran dengan Jawaban queenapun melihat kearah queena, menunggu Jawaban teman cucunya itu
"oo, soalnya ini restoran milik papi aku sa, jadi semua pelayan disini memanggil kita dengan sebutan itu, walaupun awalnya ante Moza sangat keberatan, namun mereka tetap memanggil kita dengan sebutan itu"
"maaf ya Tante, Sasa kalau kalian tidak nyaman.
"tidak masalah nak Moza"
"yasudah Tante ,Sasa kalian mau pesan apa? kalua saya sama nona kecil pesan seperti biasa ya mbak'"*ucap Moza dan pelayan mengangguk lalu mencatat pesanan bos mereka.
Oma Niken dan Sasa juga sudah memilih dan memesan makanan mereka.
Sembari menunggu Oma Niken mulai menjalankan aksinya.
"nak Moza,kalau boleh tau apa nak Moza sudah menikah?
"," Moza terkekeh "belum Tante, punya pacar saja belum, tidak ada yang mau sama Moza kayanya deh tant"
"ngga mungkin, pasti nak Moza yang pilih pilih ya?
"tidak tante, Moza bukan anak yang pemilih kok, memang belum ada saja"
"bukan pemilih Oma, lebih tepatnya, ante Moza itu dari dulu pikirannya hanya belajar dan bekerja, sampai Oma dan opa dirumah saja menjodohkan ante Moza dengan anak teman mereka, tapi tidak ada yang ante Moza terima"
"hustt, anak kecil jangan ikut campur"
"hahaha"
"," Oma Niken tersenyum sembari menatap wajah cantik Moza yang terlihat salah tingkah itu begitupun dengan Sasa.
"sama dong kaya anak Tante si elang, dia juga suka banget kerja sampai-sampai ngga mikir nyari ibu buat Sasa"
__ADS_1
"apa? #moza refleks berteriak membuat oma Niken , Sasa dan quenna bingung menatapnya.