BOSKU MANTANKU

BOSKU MANTANKU
TERBONGKR SEMUA


__ADS_3

"sayang kamu ikut aku ya"*elang menarik tangan Nana dan mereka berdua pergi ke apartemen Amora.


Nana hanya terdiam dan terus mengikuti langkah elang, Nana juga sedikit mendengar ucapan Leo ditelepon, yang terdengar sangat panik.


Perjalanan membutuhkan waktu 20 menit dari kantor elang ke apartemen Amora, terlihat disana Leo yang duduk dipinggiran ranjang dengan Amora yang berbaring lemah disebelhnya.


Wajah Leo terlihat begitu lesu dan jelas terpancar kesedihan.


"Amora kenapa bro?" **elang yang baru saja sampai langsung menuju kekamar milik Amora setelah tadi Leo mengirimkannya pesan agar langsung kekamar Amora.


Leo yang mendengar suara elang langsung menoleh dan berdiri, Leo berjalan kearah Elang dan memeluknya, Leo menangis dipelukan elang, dia sangat sedih dan khawatir dengan yang dilakukan oleh Amora tadi.


"Lang, Amora Lang "** Leo hanya bisa menangis, entah kenapa susah sekali untuk mengeluarkan suaranya.


Nana yang melihat itu, menepuk nepuk bahu Leo "kamu tenangin hati kamu dulu le, nanti baru cerita ke elang, aku mau lihat kondisi Amora dulu"


Elang, Nana dan Leo mendekat kearah Amora yang masih betah dengan tidurnya.


"Goresan ditangannya tidak terlalu dalam, dia pingsan mungkin karena guncangan jiwanya yang sedang tidak stabil" *ucap Leo pada elang dan Nana.


"Ya sudah kita kedepan aja ya, biarkan Amora istirahat dulu" **Nana mengajak elang dan Leo untuk menuju ke kerung tamu dan menunggu Amora sadar disana.

__ADS_1


Saat mereka sudah berada diruang tamu, Leo yang suasana hatinya sudah lebih tenang, akhirnya menceritakan tentang kejadian sebenarnya, mulai dari Amora yang ingin menjebak elang agar bisa tidur dengannya, namun salah sasaran, tentang keluarga Amora yang mengusirnya dari rumah dan tentang Leo yang akan bertanggungjawab jika nanti Amora sampai mengandung anak dari Edo.


Leo juga menceritakan tentang Amora yang berniat mengakhiri hidupnya, dengan menyayat tangannya, hingga dia menemukan tubuh Amora dengan penuh darah dilantai kamarnya.


***FLASBACK ON***


"aku cinta sama kamu mor **ucap Leo pada Amora yang berada di pelukannya.


"ngga lucu le" **Amora tidak percaya dengan ucapan Leo, "bukan waktunya untuk bercanda" ** pikir Amora dalam hati.


"aku serius mor, sebenernya sejak kita baru pertama ketemu, aku udah cinta sama kamu, tapi aku tau cinta kamu cuma buat elang,jadi aku mencoba mengubur perasaan aku ke kamu, yang sialnya sampai saat ini tidak berhasil" *Leo meyakinkan Amora agar mempercayai ucapannya.


"tapi ngga bisa le, aku udah ngga suci lagi, aku udah kotor, aku ngga pantas buat kamu"**Amora kembali menangis histeris dan lari kedalam kamar miliknya lalu mengunci pintu kamarnya.


Leo yang panik segera menggedor-gedor pintu kamar Amora namun tidak ada jawaban, akhirnya Leo mendobrak pintu tersebut dan kaget melihat Amora yang tergeletak dilantai bawah dengan tangan yang terluka.


Leo segera menghubungi elang dan dokter pribadinya untuk datang ke apartemen milik Amora.


Beberapa menit kemudian dokter datang, karena RS nya sangat dekat dengan apartemen Amora.


Dokter yang baru datang langsung memeriksa kondisi Amora, untung saja luka Amora tidak terlalu parah, sehingga tidak perlu dibawa kerumah sakit.

__ADS_1


Bertepatan dengan perginya dokter pribadi keluarga leo, elang dan Nana juga datang dengan wajah yang panik.


**FLASBACK OFF**


Nana dan elang begitu kaget dengan apa yang diceritakan Leo, rahang elang mulai mengeras saat mendengar niat Amora yang akan memberinya obat agar dia mau tidur dengan Amora.


"Dasar bi*h" **gumam elang yang masih bisa didengar oleh Nana dan Leo.


Mendengar perkataan elang, Nana langsung menenangkannya, Nana mengusap-usap tangan elang.


Elang yang merasa tangannya diusap, menoleh kearah kekasihnya, melihatnya sedang tersenyum dan menyuruhnya untuk sabar dan bisa mengontrol emosi nya.


Leo meminta maaf atas nama Amora pada elang dan Nana, membuta elang tidak habis pikir dengan Leo.


"Hati kamu terbuat dari apa si le, udah tau kelakuan Amora sampai parah kaya gini, kamu masih mau Nerima dia, bahkan kamu mau bertanggung jawab atas apa yang tidak kamu lakukan" ** elang bertepuk tangan didepan Leo dengan senyum menyepelekan, sedangkan Leo hanya diam menatap elang.


Leo tau sebenarnya elang sedang menyindirnya, Leo paham perasaan elang, mana ada si orang yang tega melihat temannya begitu berkorban hanya karena cinta, dengan mengenyampingkan perasaan terdalamnya.


Nana terdiam menatap dua orang didepannya itu, dia juga bingung harus berbicara apa, dilain sisi dia sebagai wanita bahagia, jika Amora mendapatkan laki-laki yang mau bertanggung jawab dan mau menerima Amora yang sudah jelas tidur dengan laki-laki lain, namun dilain sisi dia juga salut melihat Leo yang begitu besar mencintai Amora sampai-sampai hatinya yang begitu hancur, masih saja tidak tega melihat hati orang yang dicintai nya sedang hancur.


"Aku memang ngga pantas buat kamu le"

__ADS_1


AUTHOR: WAAH PENASARAN NGGA BAGAIMANA KELANJUTAN NYA? TUNGGU UP NYA BESOK YA.


TERIMAKASIH YANG UDAH MAU BACA DAN LIKE NOVEL INI.


__ADS_2