
Dirumah mewah seorang wanita berparas cantik bernama Amoza Laura Ishak, putri ke dua dari pasangan Roberto ishak dan Monalisa Ishak sedang diadakan pesta ulangtahun yang cukup besar untuk anak perempuan berusia 5tahun bernama.
Queena aurelie Ishak, cucu pertama dan satu-satunya dari keluarga Ishak anak dari Ramon Ishak dan Claudia Saputri dan keponakan kesayangan tantenya Amoza.
Pesta yang diadakan cukup mewah itu, hampir saja gagal gara-gara kue tart pesanan Mona hampir saja tidak ada yang mengambil karena kesibukan mereka masing-masing, untung saja ada Moza yang selalu siap siaga walaupun sesibuk apapun dia bekerja, kalau untuk keponakan kesayangannya pasti kepentingan lain disingkirkan.
Walaupun paginya harus ada drama,dimana mobil bagian belakang nya ditabrak seorang laki-laki tampan namun sangat dingin dan menyebalkan, lebih sialnya lagi saat sedang mengambil kue tartpun Moza harus bertemu kembali dengan laki-laki tersebut.
Entah itu kesialan atau keberuntungan karena tidak bisa dipungkiri, Moza langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada laki-laki tampan tersebut, Moza berharap akan ada pertemuan berikutnya dengan laki-laki dingin itu.
"ante sini" *panggil queena pada Moza yang sedang duduk disofa seorang diri.
Moza menoleh "kenapa sayang?
"acaranya mau dimulai, ante ngapain si sendirian di situ"
" ngga papa kok, yaudah ante kesitu"
"kamu lagi ada masalah nak? *tanya mona maminya Moza yang saat ini berdiri disebelah Moza.
"ngga papa mi, lagi banyak kerjaan aja akhir-akhir ini"
"sekali-kali ambil cuti nak, kamu itu butuh refreshing dan butuh berkumpul sama teman-teman kamu, kamu masih sangat muda jangan terlalu diforsir untuk pekerjaan"
"Baik mami"
Moza memang anak yang sangat jenius, diumurnya yang sekarang baru menginjak 21 tahun, Moza sudah menyelesaikan sekolah S2 bisnisnya di universitas ternama dilondon, dan saat ini dia diberi amanah untuk melanjutkan Profesi ayahnya sebagai CEO perusahaan berlian terbesar di kota P dan Moza termasuk satu-satunya pengusaha wanita termuda dikota ini.
Selain usaha dibidang berlian, Moza juga mempunyai bisnis lain yaitu dibidang properti, walaupun usaha propertinya baru beberapa tahun berjalan, namun sudah menduduki peringkat kedua terbesar dikota P, karena peringat pertama masih diduduki oleh Abimanyu Properti.
Moza adalah tipikal orang yang low profil, bahkan kebanyakan rekan kerja perusahaannya, tidak tau siapa CEO perempuan yang sangat misterius itu, karena setiap meeting Moza selalu memerintahkan asisten pribadinya yang hadir.
__ADS_1
Lanjut ke acara ulangtahun queena.
Acara ulang tahunpun langsung dimulai, mulai dari menyanyikan lagu ulangtahun, pemotongan kue hingga game yang sangat seru.
Acara malam ini membuat queen sangat bahagia, hingga tanpa terasa sudah pukul 8 malam, dan itu artinya pesta ulangtahun akan segera berakhir.
Para tamu dan sanak saudara satu persatu mulai pulang ke rumah masing-masing, queena juga sudah beranjak ke kamarnya diikuti oleh Moza.
Moza membaringkan tubuhnya di ranjang bernuansa pink miliknya.
"kenapa ya aku jadi kepikiran laki-laki itu terus"
*Moza menatap langit-langit kamarnya dan membayangkan wajah elang.
Saat Moza sedang asyik dengan lamunannya, terdengar suara telpon miliknya.
Moza mengangkat teleponnya "hallo"
"kamu kenapa Boby?
"begini bos, badan saya demam dan saat ini saya dirawat dirumah sakit Husada"
"ya Tuhan, kondisi kamu bagiamana Sekarang?
"sudah mendingan bos, hanya saja besok saya meminta ijin tidak berangkat kerja bos"
"ya Tuhan Boby, sudah kamu fokus aja sama kesembuhan kamu, ngga usah mikirin kerja dulu"
"tapi besok ada meeting penting bos?
"ya sudah biar besok saya yang menghandle"
__ADS_1
"tapi apa tidak apa-apa bos? selama ini kan bos Moza tidak pernah memberitahukan jati diri Anda bos"
"ya mau bagaimana lagi, ditunda juga tidak bisa kan?
"benar bos karena besok meeting yang sangat penting dengan Abimanyu Properti"
"yasudah besok biar saya saja yang menghandle kamu cepat sembuh ya Bob"
"terimakasih Banyak bos"
Moza lalu menutup teleponnya dan mengambil laptop yang berada dimeja kerjanya, lalu mulai memeriksa proposal yang sudah Boby buatkan untuk meeting besok pagi.
Hingga pukul 11 malam, Moza akhirnya tertidur.
Pagi harinya.
Moza berangkat lebih pagi dari biasanya, dengan mengenakan atasan berwarna merah maroon dan rok selutut berwarna coklat moca, Moza terlihat sangat anggun.
"Tumben kamu berangkat pagi nak" *ucap papi Moza ketika Moza baru saja turun dari kamarnya dan duduk dimeja makan.
"iya pih, soalnya Boby sakit, dan hari ini ada meeting penting yang tidak bisa ditunda, jadi mau ngga mau Moza yang harus hadir"
"kami yakin akan membuka jati diri kmu?
"iya pih, mungkin ini sudah saatnya"
"yasudah semoga meeting ya lancar ya nak"
"iya pih" *Moza pun menghabiskan sarapannya dan pamit kepada kedua orang tuanya.
"
__ADS_1