
Elang dan mamahnya langsung menikmati kue yang baru saja dihidangkan oleh pelayan toko disana.
Sedangkan Sasa yang sedang kangen-kangenan dengan Oma Rima merengek meminta bermain di area bermain yang disediakan oleh Rima ditoko kue miliknya untuk para pelanggan yang membawa anak-anak mereka.
Saat elang Sedang asyik memakan kue miliknya, tiba-tiba masuklah pelanggan kue yang akan mengambil kue tart pesanannya
"mbak saya mau ambil tart pesanan saya"
"ohh, silahkan duduk dulu mbak, saya akan ambilkan pesanan anda"
"," perempuan tersebut mengangguk dan duduk dikursi yang berada didepan meja kasir.
Sembari menunggu pesanannya datang, wanita tersebut bermain dengan ponselnya.
Beberapa menit kemudian pelayang toko tersebut keluar dengan membawa tart pesanan wanita cantik Didepannya "silahkan mbak pesanan anda"
"pembayarannya sudah saya transfer ke rekening toko ya mbak" *ucap wanita tersebut
"," mengangguk sambil tersenyum "baik, mba terimakasih"
"sama-sama" *wanita tersebutpun berbalik dan berjalan kearah pintu keluar, namun baru beberapa langkah, matanya menangkap sosok laki-laki yang pernah dia lihat namu dia lupa dimana.
Wanita tersebutpun berhenti didepan kursi elang "apa kita pernah bertemu"*tanyanya pada Adit yang dengan santainya terus memakan kue dan sama sekali tidak melihat kearahnya.
"hei, mas, saya sedang bertanya dengan anda" *wanita tersebut terbawa emosi karena merasa diacuhkan oleh laki-laki dingin didepannya, baru kali ini ada laki-laki yang sama sekali tidak tertarik padanya, padahal kecantikan yang dia miliki diatas rata-rata dan banyak sekali laki-laki yang mengantri untuk bisa menjadi kekasihnya.
Niken yang sedari tadi melihat wajah anaknya yang tetap dingin tanpa berniat meladeni wanita cantik yang sedang mengomel disebelahnya pun akhirnya angkat bicara.
__ADS_1
"maaf atas kelakuan anak saya nona cantik, dia memang anaknya seperti itu, ada yang bisa saya bantu nona?
Wanita tersebut menoleh dan tersenyum kearah Niken "tidak papa Bu, hanya saja saya baru ingat kalau saya memang pernah melihat anak ibu, dia yang tadi siang menabrak mobil saya dan tidak mau meminta maaf"
"astaga elang" *Niken berbicra sedikit keras karena kaget dengan perbuatan elang yang sudah keterlaluan.
"ohh namanya elang, pantas saja wajahnya dingin dan terlihat orangnya sangat galak dan tegas seperti burung elang"*ucap wanita cantik tersebut dalam hati.
"sekali lagi maafkan anak saya ya nona, kalau tadi dia tidak mau meminta maaf biar saya saja" *Niken yang tidak enak dengan wanita cantik didepannya karena perbuatan elang, akhirnya berniat meminta maaf
"ma..
"jangan dilanjutkan" *sergah elang membuat Niken dan wanita tersebut menoleh kearahnya.
"mamah ngga perlu minta maaf sama dia, biar nanti Kevin yang menangani perbaikan mobilnya.
"itu tidak akan terjadi" *elang berdiri dari duduknya dan berjalan menuju Sasa dan Rima yang masih asyik bermain.
Niken semakin merasa tidak enak hati dengan tingkah elang, "maafkan anak saya ya neng?
"ibu tidak perlu terus-menerus meminta maaf seperti itu Bu, ya sudah saya permisi dulu" *wanita tersebutpun pamit pada Niken dan berjalan keluar.
Dimobil wanita tersebut menaruh kuenya sedikit keras karena merasa kesal dengan elang, namun beberapa menit kemudian dia tersenyum saat mengingat wajah dingin elang yang sangat tampan.
"bagaimana bisa ada pangeran yang tertinggal ditoko kue" *ucapnya dengan tersenyum geli.
Wanita tersebutpun melajukan mobilnya meninggalkan toko kue tersebut dan pergi kepesta ulang tahun keponakannya yang ke 5 tahun.
__ADS_1
Sedangkan Niken menyusul elang ketempat bermain.
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, elang, Sasa dan Niken pamit pulang dengan Rima .
"Oma Sasa pulang ya?
"iya sayang, Sasa hati-hati ya, kalau Sasa kangen Oma, main kesini saja sayang"
"baik Oma"
"ibu, elang pamit ya " *elang mencium tangan mertuanya
"iya nak elang, emm nak elang kalau ada waktu, ibu pengin berbicara sama kamu"
"baik Bu, kalau elang ada waktu elang akan kesini"
"," Rima mengangguk.
"jeng, aku pulang ya, makasih loh kuenya, memang juara banget si, pantas saja semakin banyak pelanggan"
.
"bisa aja, makasih juga ya udah mau mampir kesini"
"sama-sama"
Mereka bertigapun pulang kerumah, dengan membawa kue yang dibungkus oleh Rima untuk papah dan kakek elang dirumah.
__ADS_1
Saat elang, Sasa dan Niken sudah pergi, rima yang sedari tadi melihat mereka tanpa terasa meneteskan air mata, Rima merasa Kasihan melihat Sasa yang masih kecil dan butuh sosok ibu untuknya dan elang yang masih muda pantas untuk mendapatkan pengganti anaknya yang sudah berada disisi Tuhannya.