
Beberapa Minggu berlalu setelah skandal antara model terkenal Amora Louis dengan seorang publik figur bernama Samuel Edo Pratama atau Edo itu terjadi, Amora yang wajahnya selalu wara Wiri dilayar televisi sekarang seperti ditelan bumi, bahkan berita yang sempat menjadi tranding topik diberbagai sosial media itupun saat ini sudah tertutup dengan berita yang lain.
Karir Amora benar-benar sudah hancur, impian yang sedari kecil dia kejar, saat ini tinggal kenangan yang sayangnya menjadi kenangan yang sangat pahit, Amora terus meratapi nasibnya saat ini "ya tuhan, apa yang harus saya lakukan" *Amora menghela nafas panjang, menangispun percuma.
Namun Tuhan masih sayang kepadanya, disaat seperti ini Tuhan mengirimkan malaikat penolong yang begitu baik dan tulus, selalu menghibur Amora dan selalu berada disampingnya.
Orang tua Amora bahkan belum mau memaafkan Amora.
ting.tong.ting.tong (anggap saja suara bel)
Amora yang mendengar suara bel apartemen miliknya segera beranjak dari kamarnya menuju ke bawah untuk membuka pintu.
"Selamat pagi sayang" *Terlihat leo datang ke apartemen Amora dengan membawa makanan ditangannya.
"Selamat pagi juga le, kamu bawa apa si, suka gitu deh, besok kalo kesini lagi ngga usah bawa-bawa kaya gini lagi ya, ngrepotin tau ga?"*Amora protes karena Leo hampir setiap hari membawa makan untuknya.
__ADS_1
"ngga ngrepotin sayang, sudah ini dimakan dulu sarapannya, nanti keburu dingin. *Amora pergi kedapur untuk mengambil piring dan membawanya kemeja makan lalu mereka berdua sarapan bersama.
"sayang, aku mau kita nikah secepatnya" *Leo berbicara disela makannya.
"uhuk.uhuk"
Amora terbatuk-batuk karena mendengar ucapan Leo dan Leo segera memberikannya air minum.
Setelah dirasa sudah lebih baik, Amora memandang wajah Leo dan melihat wajah tulus Leo yang justru membuatnya tidak tega.
"kamu yakin le, aku masih merasa tidak enak dengan kamu, aku merasa tidak pantas buat jadi pendamping kamu" *ucapan Amora sukses membuat Leo marah dan kecewa.
Amora kembali meneteskan air mat sementara Leo terdiam.
"maaf kalo kata-kataku membuatmu marah le, tapi aku benar-benar merasa aku wanita yang kotor dan tidak pantas buat kamu" *Leo membalikan badannya dan menatap tajam Amora
__ADS_1
"aku tanya sekali lagi ini untuk yang terakhir kalinya mor, kamu cinta ngga sama aku" *mata Amora membulat, dia juga bingung rasa apa yang ada dalam hatinya, dia nyaman dengan perlakuan Leo padanya, namun disisi lain dia masih terus memikirkan elang bukan Leo.
Leo yang melihat wajah Amora seperti memikirkan sesuatu akhirnya melangkah meninggalkan Amora, dan Amora kembali memanggil Leo.
"Leo tunggu, aku juga cinta sama kamu, aku nyaman sama kamu, dan aku mau nikah sama kamu" *Leo yang mendengar ucapan Amora menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Amora yang juga menatapnya dengan senyum manisnya.
Biarkan cinta mengalir seiring berjalannya waktu, dengan sikap dan perhatian Leo selama ini padanya, Amora yakin suatu saat cinta akan hadir di hatinya. *pikir Amora .
Leo berjalan menghampiriamora dan memeluknya, Leo sangat bahagia karena Amora mau menikah dengannya, Leo benar-benar tidak peduli dengan skandal Amora bersama Edo, justru dia semakin ingin menikahi Amora agar masalahnya sedikit berkurang.
"Besok kita kerumah orang tua kamu, aku ingin berbicara kepada mereka" *Leo mengajak Amora untuk pergi kerumah orangtuanya, namun Amora menggeleng dengan cepat, dia belum siap jika harus bertemu orangtuanya saat ini, dia masih ingat jelas wajah kedua orangtuanya saat mengusir Amora dari rumah.
"Sayang, tenang ada aku disamping kamu, apapun yang terjadi nanti, aku akan tetap ada disamping kamu, karena walau bagaimanapun restu dari kedua orangtuamu sangat penting" *ucapan Leo membuat Amora akhirnya mengiyakan ajakan Leo untuk mengunjungi rumah orangtuanya.
Dilain tempat
__ADS_1
Angel Saputri mamah Amora yang sejak seminggu yang lalu atau tepatnya semenjak Amora diusir dari rumah oleh suaminya terus merenung didalam kamarnya, keceriaan yah selalu menghiasi wajahnya Selama ini lenyap begitu saja.
Papah Amora sudah melakukan berbagai cara agar bisa menghibur istrinya namun nihil, sebenarnya dia juga merasa sangat menyesal dengan keputusannya untuk mengusir amora, anak semata wayangnya dari rumah, seharusnya sebagai orang tuanya dia merangkul anaknya saat sedang terkena masalah seperti itu bukan malah mengusir nya, namun karena terlalu terbawa emosi membuatnya mengeluarkan kata-kata itu.