
Rumah Leo dan Amora
Pasangan suami istri yang masih seumur jagung ini memang sedang mesra-mesranya, Leo yang sudah sejak lama memuja Amora istrinya, begitu menikmati pernikahan mereka apalagi saat Amora mengandung buah hati mereka, kebahagiaan Leo bertambah berkali-kali lipat.
Usia kandungan Amora baru memasuki 6 Minggu, semenjak Leo mengetahui Amora hamil, Leo melarang Amora untuk pergi bekerja apalagi profesi Amora yang memang seorang model profesional yang mempunyai jam terbang tinggi, Leo tidak mau sampai istrinya kelelahan dan berakibat pada kondisi kandungannya.
Walaupun selama kehamilan justru Leo yang merasakan ngidam dan mual tapi tetap saja bayi mereka ada diperut Amora.
"Sayang kamu udah minum susu hamil? *tanya Leo pada Amora yang sedang berbaring diranjang kamar mereka.
"sudah dong papah" *jawab Amora dengan matanya yang masih fokus dengan layar ponselnya.
Melihat istrinya yang terus melihat ponsel, Leo mendekat keranjang "lagi liatin apa si, serius banget?
"ini pah, ada tawaran untuk iklan ibu hamil, apa aku boleh ambil job ini, ngga capek koh pah cuma iklan aja, boleh ya? *ucap Amora menatap manik mata suaminya penuh permohonan.
Leo yang ditatap seperti itu mau tidak mau mengangguk menyetujui permintaan istrinya "tapi janji ya kamu ngga boleh capek, inget disini ada anak aku"
"siap bos, janji ngga akan capek-capek" *seru Amora dan langsung mengecup bi*ir Leo.
Leo tersenyum dan menahan tubuh Amora, lalu memperdalam ci*man mereka, disela ci*man mereka tangan Leo sudah menjelajah ke gunung kemba* milik Amora lalu dir*m*s dengan begitu lembut membuat Des*h*n dari mulut Amora tidak bisa ditahannya.
"sayang aku pengin" *bisik Leo ditelinga Amora.
Mendengar bisikan Leo bulu kuduk Amora spontan berdiri dan diapun mengangguk "tapi pelan-pelan ya pah"
"," Leo tersenyum dan kembali memag*t b*i*r milik istrinya tangan yang sedari tadi memijat bagian favorit Leo dan anaknya nanti, kini sedang sibuk membuka kancing baju milik istrinya, amorapun tidak mau kalah dia juga membuk kancing baju milik Leo hingga mereka berdua sama-sama polos.
Sebelum Leo melancarkan aksinya tangan Amora menahan dada Leo dan membuat Leo mengerutkan dahinya "kenapa sayang, kamu ngga mau? *ucap Leo yang bingung dengan sikap istrinya.
","Amora menggeleng
"trus kenapa yang?tanggung banget kalo udahan"
"pelan-pelan" *ucap Amora kembali
"iya sayang iya, aku bakal pelan-pelan kok ngga kaya biasanya, hehe"
"CK" Amora berdecak
Kenapa Amora berdecak? karena biasanya leo sangat ganas saat memakannya, entah tenaga apa yang dimiliki Leo, kadang Amora sampai kewalahan melayani suaminya itu.
Saat diminta untuk pelan-pelan jawabannya pasti iya tapi seolah lupa dengan kata-kata yang baru diucapkannya 5 menit sebelumnya, Leo terus saja membuat Amora kewalahan.
Bukan menyakiti tapi lebih ke semangat yang membara..hehe..
Leo dengan pelan-pelan melakukannya pada Amora, Des*Han demi de*ahan keluar dari mulut mereka berdua.
"mmmh"
"sah,,yang"
__ADS_1
"pah, mhh"
Amora begitu menikmati sentuhan suaminya padanya, Leo sangat pintar membuat kenikmatan untuk Amora, begitupun sebaliknya Leo sangat puas dengan servis yang diberikan istri cantiknya itu.
Hingga akhirnya mereka merasakan pelepasan dan Leo langsung ambruk disamping tubuh Amora yang p*los.
nafas mereka berdua memburu, sungguh mereka tidak tau waktu padahal hari masih sore tapi mereka melakukan kegiatan itu hingga malam dan tidak hanya sekali tapi beberapa kali.
Hanya saja biasanya mereka berdua melakukannya dengan berbagai gaya, namun semenjak Amora hamil mereka hanya melakukan satu gaya.
Amora langsung tertidur saat itu juga, sedangkan Leo pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Selesai membersihkan tubuhnya Leo keluar dari kamar mandi dan memakai baju tidurnya.
Belum sempat dirinya naik keranjang untuk memeluk tubuh p*los istrinya, ponsel miliknya berdering dan terlihat nama elang dilayar ponselnya.
Leo menggeser tombol berwarna hijau dan telponpun tersambung " hallo bro"
"hallo bro kamu dirumah? *tanya elang dari seberang telepon.
"ya dirumah lah dimana lagi jam segini, aku kan udah punya istri"
"biasa aja jawabnya bro"
"wkwkwk, ada apa Lang?
"istriku pengin jalan-jalan besok hari Minggu kamu ada waktu ngga sama Amora? soalnya istriku minta bawa kamu sama Amora biar rame katanya"
"aku tanya istriku dulu ya, dia lagi tidur"
"iya kecapean dia"
"jangan diforsir bro kasian lagi hamil"
"kaya kamu ngga aja"
Hahahah..mereka berdua tertawa membayangkan diri mereka masing-masing.
Setelah telpon ditutup elang kembali keranjang yang sudah ada Nana disana "bagaimana by?mereka mau? ucap Nana.
"keputusannya besok sayang, Amora udah tidur "
"oo"
Pagi hari
Amora dan Leo baru bangun pukul 8 pagi, ereka berdua benar-benar kelelahan apalagi Amora yang memang sedang mengandung, jalan dari lantai bawah ke lantai atas saja sudah merasa lelah.
"sayang, semalem elang telepon" *ucap Leo pada Amora
"trus?
__ADS_1
"Nana minta buat jalan-jalan, katanya bosan dirumah terus"
"iya, trus"
"Nana nyuruh elang buat ngajak kita berdua biar ada teman katanya"
"aku si ayo aja pah, kapan?
"hari ini"
"hah,kok kamu ngga bangunin aku dari tadi si"
"ya aku aja baru bangun, bagaimana cara mbangunin kamunya"
"yaudah kamu telepon elang, kita berangkat jam berapa"
"iya iya ini aku telepon"
Leo menelpon elang untuk menanyakan rencana mereka.
Selesai menelpon Amora dan Leo siap-siap untuk pergi ke puncak.
Ya, mereka hanya ingin pergi puncak mencari udara segar dan pemandangan bagus disana, mereka akan menginap di villa milik keluarga elang disana.
Karena elang yang mengajak mereka berdua, jadi elang yang akan menjemput Leo dan Amora dirumah mereka.
Elang dan Nana sudah siap sedari tadi, karena barang yang mereka bawa tidak banyak , sebab divilla milik keluarganya elang masih menyimpan baju-baju miliknya begitupun dengan Nana.
Mobil elang keluar dari rumah mewah mereka dan melaju menuju rumah Leo dan Amora, elang mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Disaat lampu merah menyala, mobil elang berjejeran dengan sebuah mobil berwarna putih disebelah.
"pak elang" *panggil seorang wanita saat melihat elang berada di mobil sebelahnya.
Elang dan Nana menengok kearah suara, elang hanya mengangguk tanpa menjawab panggilan wanita tersebut, sedangkan Nana hanya diam karena dia tidak mengenali wanita yang memanggil suaminya itu.
Lampu hijaupun menyala dan mobil mereka melaju kembali "siapa tadi by"
"sekertaris baru aku yang"
"cantik ya by" *goda Nana pada suaminya.
"cantikan kamu sayang"
"gombal, tapi beneran cantik dia by"
"terus? dengerin aku sayang, aku ngga peduli mau dia cantik atau ngga, karena Dimata aku cuma kamu yang paling segalanya ngga akan ada yang lain"
"cup" Nana mencium sekilas b*bir elang.
Dan mereka kembali fokus kejalan.
__ADS_1
AUTHOR: HADUH MULAI DEG-DEGAN NIH, SEMOGA SAJA ELANG SELALU MENJAGA HATINYA YA GAES.
JANGAN LUPA KASIH LIKE YA BUAT CERITA INI, DAN BUAT YANG UDAH LIKE MAKASIH YA.