
"Ada apa sebenarnya Lang, kok kamu panggil sepupu aku kesini" *kali ini Amora turut berbicara karena dirinya juga bingung maksud dari elang memanggil Naura keruangannya dan meminta dirinya dan Leo untuk datang keperusahaannya.
"Kevin suruh wanita ja*ang ini untuk mengungkap semua kebusukan dia" *pinta elang pada Kevin.
Nana mencubit lengan suaminya yang berbicara kasar kepada wanita, karena selama ini Nana tidak pernah mendengar elang berbicara seperti itu.
Bukannya marah elang justru tersenyum dan merangkul pundak istrinya.
Tasyapun mulai menceritakan semuanya, Nana yang tidak tahan mendengar semua ucapan Tasya tentang naurapun hanya bisa menangis, sungguh hatinya begitu sakit, orang yang sudah dia anggap saudara sendiri ternyata bisa mempunyai niatan seperti itu.
Nana memeluk erat suaminya "by"
Elangpun membalas pelukan tidak kalah erat dari istrinya, ini yang elang khawatirkan dari kemarin, dia sangat takut istrinya kecewa dan sedih seperti ini.
Berbeda dengan Amora yang langsung menghampiri Naura dan menamparnya.
"dasar anak tidak tau diri kamu ya" *ucap Amora dengan penuh emosi namun Naura justru tersenyum sinis.
Leo yang melihat istrinya menampar Naura segera bangkit dari duduknya dan menuntun kembali Amora agar duduk kembali dan menenangkan diri.
"bagaimana perasaan om Aziz jika tau anaknya berbuat licik seperti ini pah" *ucap Amora mulai menangis dipelukan Leo.
Naura masih saja diam menatap benci ke arah Amora dan juga Nana.
"Ngapain kamu menatap seperti itu ke istri saya? *elangpun marah melihat tatapan memuakan Naura pada istrinya.
Naura masih saja terdiam tidak mengeluarkan satu katapun sedari tadi.
"Naura kenapa kamu lakuin ini semua sama aku na, apa salah aku sama kamu" *tanya Nana dengan masih saja menangis.
Naurapun sudah tidak tahan lagi untuk menumpahkan semua, kesedihan, kekecewaan dan juga kebenciannya.
__ADS_1
"heh" *Naura tersenyum mengejek dan sukses membuat elang berdiri untuk menampar wajah Naura namun dicegah oleh Nana.
"jangan by jangan" *ucap Nana semakin keras menangis, jujur dia sangat takut dengan yang namanya keributan.
"pukul saya saja pak, pukul saya akan sangat bahagia bisa dipukul oleh anda laki-laki yang sangat aku cintai" *ucap Naura dengan lantangnya
"dasar bi*h" *ucap elang dengan nada tinggi
"Dan kamu Nana, apa kamu bilang tadi salah kamu apa? kamu itu be*o atau pura-pura be*o hah? *ucap Naura menatap benci Nana
"Naura stop, jangan kur*Ng a*Ar kamu yah" *teriak Amora
Naura sama sekali tidak memperdulikan perkataan Amora "kamu tau kan kalau aku suka sama pak elang dari awal kamu bekerja disini, kenapa kamu yang malah jadi pacar pak elang dan lihatlah sekarang kamu malah jadi istrinya dan sedang hamil anaknya, OOO, aku tau mungkin kamu cukup keras menggoda pak elang dengan tubuh kamu itu sehingga lama-lama pak elang tergoda juga sama kamu"
Mendengar ucapan itu elang sudah tidak bisa menahannya, dia berjalan kearah Naura dan #Plak# elang menampar wajah Naura cukup keras.
"Dengarkan saya baik-baik, walaupun didunia ini cuma ada satu wanita yang tersisa dan itu cuma kamu, aku bersumpah tidak akan mau jika harus bersama dengan wanita ular dan licik seperti kamu, dan satu lagi jangan pernah kamu menghina Nana karena wanita sebaik dia tidak pantas dihina oleh wanita b*ch seperti kamu" *ucap Elang dengan suara gemetar menahan emosi.
Nana hanya menangis dikursinya, sungguh hatinya saat ini sangat lemah, dia tidak bisa marah walaupun ucapan Naura sangat menyakiti hatinya.
"diam kamu Amora, apa kamu sudah lupa, kalau kamu juga dulu berbuat seperti itu, kalau saja dulu bukan aku yang menggagalkan rencana kamu, mungkin juga pak elang sudah tidur dengan kamu, kita ini sama saja Amora jangan sok suci kamu"
Amora syok mendengar ucapan Naura, dia tidak menyangka jika dulu yang menjebaknya adalah Naura, sepupunya sendiri.
"kenapa kamu lakuin itu sama aku na? kenapa?
*ucap amora berteriak, emosinya tiba-tiba meluap saat mendengar ucapan sepupunya itu.
"kenapa kamu bilang, aku iri sama kamu, sedari kecil kamu selalu yang paling dibangga-banggakan sama kakek nenek, bahkan orang tua aku juga selalu membanggakan kamu dan selalu membandingkan kita, sikap manja kamu juga sangat menjijikkan untukku dan aku sangat benci ketika kamu selalu menganggap aku itu kacung kamu, puas kamu"
#PLAK# Amora kembali me*a*par naura.
__ADS_1
"pukul saja terus, pukul, itu akan membuat aku semakin benci sama kamu dan juga dia" Naura menunjuk Nana.
Nana menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika kebencian Naura padanya sudah sangat besar, padahal selama ini mereka sering mengobrol disosial media, kadang Nana , Naura dan kedua teman mereka yang lain juga sesekali berkumpul, ternyata semua itu palsu.
Nana memegang perutnya karena merasa nyeri, "aduh by sakit by" *keluh Nana dan membuat elang panik
"sayang kamu kenapa sayang?
"by perut aku, awww"
"Kevin panggilkan ambulance" *perintah elang kepada asisten pribadinya
Kevinpun segera menelepon ambulance, Elang segera mengangkat tubuh Nana dan berlari menuju loby untuk menunggu ambulance disana diikuti oleh Kevin.
"kalau terjadi sesuatu dengan istri dan anak saya, habis kamu" *tekan elang sebelum berjalan keluar.
Dengan tampang tidak bersalah Naura hanya diam berdiri ditempat yang sama .
Amora dan Leo sampai tidak habis pikir terbuat dari mana hati Naura, sedangkan Tasya dia yang sudah diberi pelajaran oleh kevin tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya takut Kevin dan elang menghukumnya lebih kejam lagi dari hukuman mereka kemarin.
"Naura sekarang kamu ikut aku pulang kerumah" *ucap Amora dengan penuh penekanan.
"tidak mau, aku tidak sudi satu mobil dengan kamu"
"Naura kamu tidak boleh berbicara seperti itu, ayo ikut kita" *kali ini Leo ikut berbicara.
"," Naura hanya diam tidak menjawab ucapan Leo, dia justru keluar Dengan berlari dan pergi entah kemana.
Nana, elang dan Kevin sampai diloby dan menunggu ambulance yang sebentar lagi akan sampai.
Tidak sampai 5 menit ambulancepun datang dan elang langsung memasukan Nana kedalam ambulance lalu ikut naik kesana, sedangkan Kevin mengikuti mereka dengan mobil elang dari belakang.
__ADS_1
Para karyawan yang kebetulan melihat langsung heboh dan berita itu dengan cepat menyebar hingga sampai ketelinga Nabil dan Bilal.
Mereka berdua mencoba menghubungi Naura, karena sedari tadi Naura tidak kembali keruanganya setelah dipanggil oleh pak Kevin asisten bos mereka.