
dalam senyumnya wanita tersebut berbicara dalam hati "awas saja kamu mor, sekarang kamu bisa mengejek aku, tapi nanti kamu akan aku buat kehilangan.
Acara berlangsung dari jam 7 malam hingga jam 10 malam, para tamu undangan yang berjumlah sekitar 1000 undangan sedikit demi sedikit sudah meninggalkan acara pernikahan tersebut.
Benar-benar acara yang sangat melelahkan bagi kedua mempelai yang sedang berbahagia ini, senyum merekapun tidak pernah luntur dari bibirnya, apalagi saat Amora mendengar Leo mengucapkan ijab qobul tadi, cintanya pada Leo tumbuh semakin besar, dan saat itu juga Amora berjanji akan membuat Leo bangga telah memiliki nya, Amora juga berjanji akan membalas semua kebaikan dan ketulusan Leo padanya.
Waktu pun kini menunjukkan pukul 10 malam artinya mereka sudah harus kembali kekamar yang sudah disiapkan oleh pihak hotel, kamar yang sudah dihias dengan begitu indah untuk malam pertama mereka, mungkin bukan malam pertama lagi untuk Amora, namun Amora tetap merasa ini malam pertamanya, karena saat ini dia akan melakukan dengan suaminya, orang yang dia cintai bukan seperti sebelumnya.
Leo menggendong tubuh Amora dari ballroom sampai kamar mereka, karena tidak tega melihat Amora yang berjalan sedikit pincang karena kakinya sakit akibat terlalu lama berdiri dengan memakai hak yang cukup tinggi.
Amora merangkul leher Leo dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya, mereka saling tersenyum satu sama lain, sungguh malam ini mereka sangat bahagia.
Setelah masuk dalam lift Leo menekan tombol 23 dimana kamar mereka berada dilantai dengan nomor tersebut.
Leo berjalan menuju kekamar pengantin mereka setelah keluar dari lift, Amora membantu untuk membukakan pintunya, lalu mereka berdua berjalan masuk dan Leo membaringkan tubuh Amora diatas ranjang yang sudah dihiasi dengan bunga mawar bergambar love dan handuk dengan bentuk burung.
"aku mbersihin badan dulu ya sayang" *ucap Leo pada Amora yang sedang berbaring dikamar.
Amora mengangguk.
"Cup" Leo mencium sekilas bi*ir Amora sebelum masuk kedalam kamar mandi.
Setengah jam Leo membersihkan diri di kamar mandi, dia keluar dengan hanya menggunakan handuk berwarna putih yang memperlihatkan perut roti sobeknya.
Amora menunduk dengan cepat, ketika Leo memergokinya sedang terpesona melihat bagian perutnya dengan tidak berkedip.
Hal itu membuat Leo gemas dengan istrinya dan berjalan mendekati Amora untuk membuatnya semakin malu.
"kenapa sayang? pengin yah? *ucap Leo dengan senyum manisnya.
Amora reflek mengangguk lalu menggeleng ketika sadar akan kebodohannya.
Leo mendekat kearah telinga Amora dan berbisik "ayo kita lakukan sekarang, suamimu sudah tidak sabar"
Amora membelalakkan matanya kaget mendengar ucapan Leo yang cukup membuatnya gugup.
__ADS_1
Jujur saja walaupun dulunya dia ingin menjebak elang agar mau tidur dengannya namun faktanya itu pengalaman pertamanya, dan malam itu juga dia sedang dibawah kendali obat perangsang.
Namun saat ini dirinya dan Leo melakukan dengan sadar dan dengan rasa saling cinta.
"ya Tuhan ternyata seperti ini rasanya deg degan dimalam pertama"
"kok ngelamun ayo" ucap Leo kembali karena Amora sedari tadi hanya diam menatapnya.
"le,,Leo, maksudku sayang, aku kekamar mandi dulu ya aku juga harus bersih-bersih dulu kaya kamu" * tanpa menunggu jawaban Amora lari menuju kamar mandi lalu menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras.
Leo tertawa renyah melihat tingkah istrinya, Leo segera memakai baju tidurnya dan duduk dipinggir ranjang untuk melihat ponsel miliknya sambil menunggu Amora selesai membersihkan diri.
Hampir satu jam berada dikamar mandi, Amora tidak kunjung keluar, Leo yang sedari tadi menunggu Amorapun mengerutkan dahinya "dia lgi ngapain si didalam kok lama banget"
Leo berjalan kearah kamar mandi "sayang kamu kok lama banget si, tidur ya kamu"
"itu yang anu itu"
"anu itu apa si sayang, yang jelas dong ngomongnya"
"apaaaa" Leo syok karena itu artinya dia belum bisa malam pertama hari ini "ya tuhan tega sekali"
Leo dengan berjalan lemas menuju keranjangnya untuk mengambil ponsel dan menghubungi asistennya untuk membelikan pembalut untuk Amora.
"Hallo bos" *ucap seorang laki-laki dari seberang telepon.
"Tolong belikan pembalut untuk istrinya saya, saya tunggu Sekarang dikamar saya"
Walaupun awalnya kaget namun asisten Leo tetap pergi ke swalayan terdekat untuk membelikan pesanan tuan mudanya.
Setelah menunggu hampir setengah jam, asisten Leo datang dan menyerahkan pesanan bosnya.
Asisten Leo memencet bel kamar yang ditempati oleh Leo, dan tidak lama kemudian Leo membuka pintu tersebut.
Leo dengan muka yang sudah ditekuk dan badan yang tidak bertenaga menerima plastik putih yang diberikan asistennya dan langsung masuk setelah mengucapkan terimakasih.
__ADS_1
"ya Tuhan, bos Leo yang sabar ya, Kasin banget si bos saya, malam pertama malah istrinya halangan, ngga bisa unboxing dong"
Leo kembali berjalan kearah kamar mandi dan menyerahkan plastik berisi pembalut untuk istrinya "sayang buka pintunya ini pesanan kamu"
Amora mengulurkan tangannya dan mengambil bungkusan tersebut dan setelah memakainya Amora keluar dengan wajah yang sedih.
"maaf ya sayang, aku ngga tau kalau aku halangan"
"ngga papa kok yang, kan ini bukan salah kamu, lagian kita kan juga sama-sama capek, mending kita langsung tidur aja yuk" * ucapan yang sungguh berbanding terbalik dengan isi hati Leo.
",," Amora hanya mengangguk tidak berniat untuk menjawab ucapan Leo karena Amora sangat tahu isi hati Leo sebenarnya.
Mereka berduapun menuju ke ranjang mereka dan tidur dengan posisi Leo memeluk tubuh istrinya dari belakang tanpa melakukan adegan 18+.
Pagi harinya mereka berdua turun kebawah untuk sarapan bersama keluarga besar mereka.
"Hai semua" *ucap Leo sedangkan Amora hanya tersenyum.
"wah pengantin baru kesiangan nih, berapa ronde semalam le" *papih Leo meledek anaknya dan membuat semua orang yang berada dimeja tersebut tertawa.
"apaan si pih, kasian anak mamih malu tuh liat mukanya langsung merah" *bela ratu mamih Leo.
Leo hanya tertawa tanpa berniat menjawab ucapan papihnya, yang membuatnya kembali nelangsa.
"Boro-boro pih" *gumam Leo yang masih bisa didengar oleh Amora, dan membuat Amora memukul pelan lengan suaminya
Leo tersenyum melihat istrinya yang cemberut dan menoel hidung mancung istrinya.
"ya sudah mungkin mereka masih capek karena lembur semaleman, langsung dimakan saja sarapan kalian ini mamah sudah siapkan untuk kalian" *kali ini mamah Amora yang bersuara.
Akhirnya Leo dan Amora duduk dan mereka semua segera menghabiskan sarapannya.
Author : KASIAN YA LEO, UDAH NUNGGU LAMA BANGET, UDAH NGLEWATIN BANYAK MASALAH, GILIRAN UDAH SAH TRUS MAU UNBOXING MALAH HALANGAN ISTRINYA.
YANG SABAR YA MAS LEO, YANG PENTING KAN AMORA UDAH SAH JADI ISTRI.WKWKWK
__ADS_1