BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 21. Maria merencanakan pembunuhan


__ADS_3

Maria yang sedang mengajak hesly jalan-jalan ke taman lalu di datangi 3 pria asing.


"Apa anda maria anak dari Hansel ? "


"Kenapa emangnya ada urusan apa om saya sama kalian? "


Sambil melihat lagi foto Maria dari HP temannya disebelah untuk memastikan. "Iya benar ini orangnya, " sahutnya.


" Boss Dalpen ingin bertemu dengan anda. "


"Siapa itu?"


*****


Sebuah mobil terparkir dibawah jembatan, datang anak buahnya membawa Maria yang tak bisa mengelak saat di tuntun menghadap bosnya.


"Boss ini anaknya. "


"Siapa kalian kenapa membuatku harus kesini, " teriak Maria.


"Hahaha silahkan masuk gadis cantik, " ajak pria itu.


"Tidak akan, " berontak Maria.


Maria dipaksa masuk kedalam mobil itu sebelum semakin berontak.


"Kamu anaknya Hansel, kan. "


"Bukan."


"Istrinya? "


"Bukan juga"


"Kauu jangan bikin emosii saya dong, " ucap Dalpin yang hampir menampar Maria.


"Oke saya tanyakan lagi, apa kamu keponakannya, " sambungnya.


"Iya be-nar"


"Baguss sekarang tanda tangan ini, " ucapnya.


"Apa ini"


"Surat kuasa bolak-balik nama atas kepemilikan lahan usahanya. "


"Apa hak andaa, " ujar Maria memberontak.


"Hahaha kamu tau om kamu sudah menghutang hampir milyaran kepada saya, dengan menjual ganja tidak akan cukup menutupi semua bunga yang dia pinjam dariku. "


"Saya tidak tau mengenai masalah ini, biarkan gue menghubungi om Hansel dulu. "


"Silahkan bahkan teleponku tidak diangkat sama sekali olehnya," ucap boss Dalpen.


Saat Maria menghubungi omnya tiba-tiba tersambung membuat boss Dalpen terkejut dan langsung merampas nya.


"om maria ingin... heyy kembalikan gue belum selesai bicara"


"hei Hansel lu benar-benar yaa kabur terus kapan mau bayar atau keponakanmu bakalan gue jual"


"boss Dalpenn saya mohon jangan sakitin keponakan saya, kan sudah saya katakan jika saya bakalan lunasin tunggu balik"


"alaahhh janji manismu, cepat disegerakan atau saya akan menyakiti keponakanmu"


Telepon terputus..


"Kenapa dimatikan sih, " ucap Maria merampas balik. "Kann engk bisa dihubungi lagii. "


"Kamu dengarr, kalau om kamu tidak membayar, kamu siap-siap bakalan tau akibatnya, " ucap boss Dalpen sambil mengeluarkan Maria dari mobilnya.


"Kenapa saya, kan saya engk tau apa-apa. "


"Justru itu kan sekarang kamu sudah tau perbuatan om-mu. "


sialann nih laki-laki


Maria pulang dengan menaiki taksi. Di rumah dia mulai mencari cara agar bisa bantu pamannya bayar hutang.

__ADS_1


"Bagaimana pun gue harus bisa dapatin uang. "


Selang beberapa jam Maria mendatangi sebuah komplotan penjahat kelas kakap untuk meminta kerjaan.


"Miss, anak Hansel ingin menemui anda. "


"Ohh iya suruh dia masuk, " ucap miss Lone.


Miss Lone yang sedang berbaring dibawah laki-laki kekar yang memuaskan hasratnya, di tembok kamarnya ada gambar lebah besar memakai mahkota dikelilingi para prajuritnya. Miss Lone mengatakan jika ia seperti ratu lebah kepada Maria saat ditemui dikamarnya.


"Apa yang membuatmu kesini gadis manis, " tanya Lone yang telah memakai pakaiannya.


"Saya butuh kerjaan untuk mendapatkan uang banyak dalam minggu ini, " ucap Maria.


"Ohhiya hmmm kalau menjadi pekerja **** kayak nya butuh lama sih,, "


Maria mendekati miss Lone. "Saya dengar kalau anda membutuhkan orang untuk membunuh mantan suami anda, " bisik Maria.


"Hmmm untuk itu haha kalau melihat dari poster tubuhmu kayanya bakalan engk bisa deh. "


"Jika fisik menjadi pengaruhnya saya bisa menggunakan akal, " sahut Maria.


"Saya bakalan nerima kamu jika membunuh laki-laki ini, " ucap miss Lone memberikan foto.


"Baiklah akan saya lakukan. "


Miss Lone hanya terkekeh melihat tekad Maria saat sudah keluar dari kamarnya.


"Good luck gadis manis semoga anda bisa mengalahkannya. "


Sebuah gedung diperlihatkan sangat kumuh dan tak terawat ternyata didalamnya berisikan banyak ruko salah satunya Maria bertemu pria yang akan ia bunuh. Dengan sengaja Maria menyenggol pria tersebut.


"Maaf saya tidak melihat anda, " lirih nya.


Yang awalnya pria itu terselubung emosi dan tau seorang perempuan yang menabrakkan ia langsung diam tak jadi marah.


"Iya tidak apa-apa, kalau boleh tau mbak datang ke gedung ini sedang mencari apa, " tanyanya.


"Saya sedang mencari pekerjaan, " jawabnya.


"Wahh kebetulan saya lagi cari karyawan. "


"Tidak masalah kami sedang mencari 1 karyawan dan 1 karyawati di bagian kasir kebetulan kasirnya sedang cuti, " ucapnya.


"Wahh begitu senang sekali dari tadi nyari pekerjaan tidak dapat-dapat. "


"Ayoo silahkan masuk dulu kita ngobrol didalam saja, " ucap pria itu.


Setelah mengobrol banyak hal Maria hendak pulang karena dia telah diterima bekerja disana.


"Saya terima besok kamu sudah bisa bekerja disini, " ucapnya.


Mereka saling berjabat tangan.


"Makasih pak"


"Iya sama-sama"


Setelah Maria keluar dari tempat itu karyawan menanyakan tentangnya. "Boss kan Ceri cutinya tinggal 3 bulan lagi gimana sih Pak. "


"Alahhh palingan dia nya dapat kerjaan ditempat lain itu, " ucap pria tersebut.


Keesokannya Maria datang lebih awal.


"Cepat sekali kamu datang, " tanya bosnya.


"Iya pak karena hari pertama saya kerja tidak boleh telat. "


"Bagus-bagus, saya suka ohh iya panggil aja saya mas Edi soalnya belum tua amat kok saya, " balasnya dengan senyuman.


"Baik mas"


Di minggu pertama Maria di toko peralatan bengkel, banyak sekali costumer yang terpanah oleh parasnya Maria. Ada yang selalu datang tiap hari belanja, ada yang sekedar mampir ingin melihat Maria membuat Edi sangat senang karena tokonya rame.


"Kalau begini terus saya bisa kayaa, " ucap Edi.


"Misi pak" ucap Maria mengagalkan lamunan Edi.

__ADS_1


"Ada apa Maria" jawabnya sangat lembut.


"Saya bisa engk kalau hari sabtu saya kerja setengah hari saja, " ujar Maria.


"Emang kenapa Mar"


"Saya mau ngunjungin kerabat saya. "


"Bagaimana yaa kalau engk ada kamu toko ini sepi. "


"Sekali aja pak besok-besok engk lagi. "


"hmm oke deh. "


Hari sabtu pun tiba...


"Mana si maria? " tanya karyawan lain.


"Dia izin katanya mau ketemu kerabatnya. "


"Enak banget jadi dia. "


"Ngapain kalian malah ngerumpi bukannya kerja, " ucap Edi yang datang dari belakang kumpulan karyawannya yang bergosip.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ternyata dimana Maria akan menjalankan misinya. Ia juga datang ke toko untuk membuntuti Edi dengan penyamaran serba hitam ia mengikuti keberadaan Edi dari rumah.


"Step pertama gue harus semakin dekat dengan dia agar bisa membunuhnya kalau perlu sampai diajak nikah agar lebih leluasa deh. "


Keesokannya Maria semakin lama sudah mulai tau seluk-beluk kehidupan Edi dan keluarganya. Saat Maria melancarkan aksinya menggoda Edi yang tengah rehat dikursi, dan Maria mulai mendekat.


"Pak.... pak Edi. "


Edi yang terbangun kaget melihat wajah Maria yang sangat dekat dengannya.


"arghhhaaa"


"Maaf Pak, saya ingin memberitahukan soal data keuangan sebulan ini. "


"Baiklah kemarilah," ucap Edi.


Maria saat memberikan data itu ke Edi sengaja menjatuhkannya ke lantai agar hp Edi bisa ia ambil. "Maaf Pak. "


"Iya gapapa kamu bisa keluar sekarang, " ucap Edi.


"Baik Pak"


Maria segera pergi ke toilet membawa laptopnya untuk menyadap HP Edi tapi rencananya hampir ketahuan saat karyawan lain mencarinya.


tok... tok..


"Mar masih lama enggk. "


"Iya"


"Marr"


Maria keluar dari kamar mandi dengan perasaan was-was. "Ada apa mas? "


"Itu udah banyak customer saya engk bisa handel komputer. "


"Ohh iya saya segera kesana. "


Setelah temannya pergi buru-burulah Maria mengambil laptopnya yang masih di kamar mandi dan membawanya ke lokernya lewat pintu samping agar tidak kena CCTV.


"Ada yang lihat HP saya engk? " tanya Edi menghampiri karyawannya.


"Ini pak saya lihat didekat jendela ruang bapa, " ucap karyawan lain.


untung aja gue tau spot tempat pak edi sering melamun sambil merokok ~batin maria.


Saat semua karyawan sedang istirahat Maria segera mengembalikan HP Edi di dekat jendela karena tiap selesai makan ia selalu nyebat di dekat jendela.


.


.

__ADS_1


.


...Bersambung...


__ADS_2