
Dessy tampak begitu kesal hingga mengamuk menjatuhkan seluruh skincare nya di atas meja rias nya.
"Kenapa harus Andina... Andina terus kesal gue, " rontakan kekesalan membuat Dessy begitu mengeluarkan amarahnya.
Tok... tok
"Gue pengen sendiri dulu. "
"Des, buka dulu ada yang harus elu lihat, " pinta managernya.
"Duh kak Arum kan sudah gue bilang kalau... "
Managernya langsung menyodorkan sesuatu yang dapat membuat Dessy tampak terkejut. "Kak ini seriusan? " tanyanya.
"Iyalah serius kenapa harus gue boong sih. "
Agensi yang menaungi Dessy dan Andina membuat pernyataan klarifikasi untuk Dessy maupun Andina.
"Terima kasih atas perhatiannya kami selaku agensi MCM group meminta maaf atas perilaku salah satu anak kami yang membuat para fans dari Andina marah, kami janji akan terus mengawasinya. "
Setelah pernyataan tersebut mereka kembali ke agensi disana tampak pemimpinnya begitu marah dengan kelakuan Dessy.
Puk
Tab di letakan di meja, di layarnya terlihat jelas majalah online tentang tewasnya Andina dan rekaman bocor milik Dessy tentang kebenciannya terhadap Andina.
"Semuanya tolong keluar kecuali Dessy. "
Perintah dari Gery langsung diturutin semua staf diruanganya.
"Des apa maksud rekaman ini? " tanya Gery.
"Om... ini bukan gue, " lirih nya.
"Des mentang-mentang kamu keponakan om, kamu bisa seenaknya begini. "
"Okeyy, gue tau om kalau gue salah tapi harus banget tetap bahas si Andina yang sudah mati itu. "
"Jaga mulut kamu! " ucap Gery sambil menunjuk kearah Dessy.
"Apa sih hebatnya dia om sampai kalian pernah memiliki hubungan spesial. "
Ucapannya membuat omnya itu berhenti melangkah.
Tak asing lagi untuk orang yang bekerja agensi kalau ada rumor melekat jika CEO MCM group memiliki hubungan spesial dengan artisnya. Setiap saat mereka sering kepergok jalan berdua.
Bahkan untuk seorang Andina yang mengawali kariernya menjadi bintang iklan lalu sering diajak main series, kemudian beralih menjadi selebgram terkenal, yang menerima banyak endorsan. Dan kebanyakan kontennya juga selalu berbau review barang-barang atau tempat yang ia kunjungin dengan jujur dan tidak sama sekali mematok harga tinggi.
Andina juga sering dijuluki peri baik hati karena memang selalu jujur dan tidak pernah terkena terpaan hal negatif selama membuat konten.
******
Plakk
"Sudah kubilang berapa kali, jangan bahas masalah itu! " Amarah dari Gery begitu memuncak tak seperti tadi, kali ini dia begitu emosional sehingga Arum manager dari Dessy masuk untuk membawanya pergi.
"Des ayo kita pergi, " pinta Arum menarik tangan Dessy.
Sampai di dalam mobil Dessy begitu menahan emosinya sejak tadi, ia mengepal tangannya matanya tak berkedip hingga bulir-bulir di kantuknya ingin jatuh.
"Des yang sabar yaa mung-- "
"Kak Arum berhentikan mobilnya. "
"Ehh ini kita di jalan sepi mau ngapain berhenti disini. "
"Kubilang stop yaa stop, " ucap Dessy mengendalikan stir Arum membuat mobil mengerem mendadak.
"Dess mau kemana kamu. "
"Bodo, pokoknya gue engk akan pulang sampai om Gery datang sujud meminta maaf sama gue, " ujarnya.
"Duh, mana tuh anak susah banget lagi dibujuk kalau engk diturutin kemauannya. argghhh bisa gila lama-lama urusin dia, " sunggutnya.
Di malam yang begitu gelap dan sepi tak ada penerangan jelas disana membuat Dessy begitu takut.
"Des jangan noleh kemana-mana tetap perhatikan kedepan, " ucapnya monolog.
Tiba-tiba sebuah mobil mengklaksoninya terus menerus. Tampak tiga laki-laki muda keluar dari mobil menggodanya.
"Kenapa ada bidadari jalan sendirian disini. "
"Ayo manis ikut sama kita, banyak makanan di rumah abang asal kamu mau main dulu sama kita, " ucapnya sambil tertawa.
__ADS_1
"Apasih kalian ribut banget, engk lihat gue mau pulang main cegat aja lu pada. " Sontak salah satu dari mereka menarik lengan Dessy yang membuatnya teriak minta tolong saat di paksa masuk kedalam mobil.
"Tolong.... tolong... iss lepasin. "
Plukk
"Sialan beraninya mukul kepala gue, " ucapnya lalu terkena smackdown dari seseorang.
Tak membutuhkan banyak waktu mereka semua telah di hajar habis-habisan oleh Robert yang sedang mengendarai motornya yang habis mencari ketenangan di malam itu.
"Mbak gapapa kan? "
Dessy sambil berjongkok menutup matanya dengan lengannya yang dilipet di lututnya membuatnya tak melihat perkelahian antara Robert dan 3 pria mesum tersebut.
"Mas tolong... saya lapar, " ucapnya membuat Robert merasa kasihan.
Sesampainya di depan rumah seseorang Robert dengan merangkul Dessy yang cukup lemas berjalan masuk kedalam.
"Mar sorry ngehubunginnya mendadak. "
"Iya Bert, btw dia siapa? pacar elu. "
"Huss sembarangan, tadi nemu di jalan hampir mau di lecehkan sama pria hidung belang, " jawabnya.
"Kasihan banget. "
"Tolong jaga dia yaa besok aku datang lagi kesini, " ucap Robert.
"Aman Bert. "
"Tolong... gue lapar, " lirih Dessy.
" Astaga Bert, elu kaga kasih makan dulu napa baru bawa kesini, " ujar Maria.
"Yee bawa dia kesini aja harus ekstra hati-hati karena dia kaya lemas gitu di jok motorku. "
"Yaa udah sana belikan soto ayam nanti gue yang suapin deh, " perintah Maria yang langsung di setujui Robert.
"Jangan pakai sambal yaa, " lirih Dessy.
"Yee nih orang sempat-sempatnya request lagi. "
"Haha aku pergi dulu. "
"Hati-hati Bert. "
"Ini Mar soto nya. "
"Thanks Bert. "
"Aku langsung balik yaa soalnya gerah nih, " ucapnya lalu di anggukkan oleh Maria.
"Mbak ini soto nya mau disuapin atau makan sendiri? "
"Gue aja yang makan sinian. "
Selesai makan Dessy langsung tertidur di sofa, Maria yang barusan keluar dari kamar mandi langsung mengecek keadaan Dessy dan gercep menyelimuti badan wanita itu.
Di paginya Maria yang turun dari kamarnya langsung melihat keberadaan Dessy yang masih tertidur pulas, sehingga ia mengode dengan gorden terbuka sehingga pencahayaan masuk kedalam.
"Duh Kak Arum kenapa gorden nya sudah dibuka sih kan gue masih ngantuk, " ucapnya tak sadar jika berada di tempat orang lain.
"Apasih Arum... Arum woy bangun elu berada di rumah gue. "
"Hah... siapa lu. "
"Dih, harusnya gue yang ngomong gitu, " sahut Maria.
Dessy mengingat kejadian semalaman jika dia di tolong seseorang dari beberapa laki-laki mesum yang ingin melecehkannya.
"Owalah pasti elu yaa yang nolongin gue, " ucap Dessy.
"Bukan gue tapi teman gue, btw nama elu siapa biar kubantu pulang, " tanya Maria.
"Mbak bisa engk kalau gue nginap disini beberapa hari. " Ia langsung bangun dari sofa memohon ke Maria.
"Enak saja, gue hidup sendiri aja sudah susah apalagi nambah orang lagi di hidup gue, " tukas Maria.
"Mbak gue janji bakalan ngelakuin apapun yang elu minta, tenang aja gue makannya engk ribet kok. "
"Lumayan sih buat gue jadiin pembantu, " batinnya.
"Awas yaa nyusahin, gue buang elu di jembatan sana. "
__ADS_1
"Iyee aman. "
"Nama gue Maria, " ucapnya.
"Gue Dessy, salam kenal, " jawabnya.
"Pokoknya elu harus benar-benar bersihin semua yang ada di rumah gue sampai kinclong deh. "
"Elu sebegitunya padahal cuman numpang beberapa hari doang, dasar pelit. "
"Ehh mulut, baru sehari sudah bikin kesal, yaa udah sana pergi, " pinta Maria.
"Kalau saja bukan ucapan gue semalaman ke kak Arum mana mau gue tinggal di tempat seperti ini, " sunggutnya.
"Pilih mana mau tinggal di jalanan atau tetap disini? "
"Iya gue nurut deh. "
"Bagus, gue berangkat kerja dulu nanti kalau lapar buat aja mie atau telur. "
"Engk ada roti? "
"Kaya orang kaya aja elu, " ucap Maria langsung pergi begitu saja.
"Memang gue orang kaya, " jawabnya monolog.
"Des jangan lupa kunci pintu soalnya banyak maling. "
"Iyee bawel... "
Sebuah pesan terkirim di grup team J untuk segera menuju ruang rapat.
"Kenapa lagi sepagi ini rapatnya hadehh," sunggut Maria saat sudah naik keatas bus.
******
" Selamat pagi semuanya, saya baru mendapat perintah dari kejaksaan untuk menyelidiki kasus meninggalnya Andina. "
"Bukannya sudah ditanganin polisi pak, " tanya Tono.
"Memang benar tapi ini perintah dari Jaksa Lee langsung, kita akan bekerja sama dengan team kepolisian, " ucap Pak Zaenal.
"Kukira Andina itu meninggal karena rekan sesama artis si- siapa yang namanya lupa gue. "
"Padahal di website ada loh Kal coba cek, " ucap Tono.
Setelah mereka cek ternyata laman website tersebut telah di hapus atas perintah agensinya.
"Sudah di hapus gess. "
"Yaa sudah gapapa nanti kita tanyakan besok sama detektif dari kepolisian, " jawab Pak Zaenal mengakhiri rapat tersebut.
"Mar bagaimana keadaan gadis itu? "
"Aman kok. "
"Okelah nanti aku selidiki deh keberadaan keluarganya, " ujarnya.
"Ehh Bert kayanya engk usah deh. "
"Kenapa Mar? "
"Ga-dis itu sudah cabut pas subuh-subuh hehe. "
"Parah banget langsung pergi gitu saja tanpa berterima kasih, " cemoohnya.
"Iya tuh engk sopan banget yaa dia. "
Sepulang dari kantor Maria membawa nasi goreng dan sate ayam pulang ke rumah hingga membuat Robert yang mengantarnya sedikit bingung.
"Tumben banget Mar makan banyak. "
"Hehe iya Bert soalnya gue gampang lapar tengah malam, " balasnya langsung menyuruh Robert pulang.
"Kamu masuk gin, baru aku balik. "
"Elu aja Bert yang duluan gue mau lihat sampai punggung lu menghilang dari pandangan gue. "
"Bisa aja kamu Mar. " jawab Robert yang langsung menurutinya.
.
.
__ADS_1
.
...Bersambung...