BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 27. Menjalankan misi


__ADS_3

Kedatangan Robert ke kejaksaan untuk bertemu Jaksa Lee.


"Robert silahkan masuk, " sapa Jaksa Lee.


"Cepat katakan pesan yang anda kirimkan kemarin, " ucap Robert tergesa-gesa.


"Jangan terburu-buru napa kita ngopi dulu lah, " ajak Jaksa Lee.


Robert terpaksa mengikuti kemauan Jaksa Lee.


Jaksa Lee menyeruput kopi dihadapannya terlihat Robert jelas-jelas menunggu perkataan orang didepannya.


"Begini Bert kalau dipikir-pikir kenapa kamu tidak sendirian saja mengambil kasus-kasus itu tanpa mereka kan komisinya banyak, daripada punya partner ribet kaya mereka saya bisa usulkan untuk Juan ikut dan saya bisa carikan yang lain lagi.


" Maaf Pak mereka sudah seperti keluarga bagi saya, " tukasnya.


"Hemmm oke sih,, jadi begini saya menemukan terkait kenapa Pak Zaenal pergi begitu saja. "


Robert bersiap mendengarkannya.


"Pak Zaenal ternyata memiliki hutang besar dengan salah satu bandar narkoba terbesar dia mungkin menemuinya di pedesaan Zuil, " jelas Lee.


"Darimana anda tau. "


Jaksa Lee menyeruput kopinya. "Tidak perlu tau intinya saya dapat dari orang terpercaya saya. "


"Saya perlu bukti dulu. "


"Ini beberapa foto yang diambil detektif saya, " balas Lee.


"Oke saya percaya. "


"Baiklah karena saya sudah memberitahukan ke kamu apa yang saya tau sekarang ambilah kasus bandar narkoba itu. "


"Maksudnya? "


"Kamu bisa menyelamatkan Zaenal sekaligus memenjarakan komplotan itu, banyak polisi yang tidak kembali setelah pergi ke desa tersebut karena warganya sudah di pengaruh oleh bandar itu, sehingga susah untuk di akses. "


"Saya pikir-pikir dulu, " ucap Robert beranjak dari tempat duduknya.


"Jangan lama-lama berpikir, keselamatan pak zaenal taruhannya, " ujar Jaksa Lee.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maria menuju kesebuah kamar kecil disitu ia mengambil sebuah senjata berukuran sedang dari dalam gaunnya untuk melabuhi orang-orang di restauran tersebut.



Lobang dinding ia jebolkan untuk mengarahkan kearah targetnya, sasarannya sudah mulai melewati banyak orang dengan hati-hati Maria menekan pelatuknya mengenai leher targetnya.


Dengan sekali tembak membuat pria tersebut langsung tersungkur banyak bodyguard yang membantunya menghalangi orang-orang disekitarnya.


"Permisi ada orang didalam? " ucap seseorang di luar kamar mandi itu.


"Iya saya sebentar lagi keluar. " Buru-buru Maria memasukan senjatanya kedalam pakaiannya yang dikaitkan. Mendengar ada keanehan di depan, membuat Maria membekak salah satu karyawan wanita.


"Pak gedung disebelah salah satu pejabat dari pemerintah tewas apa kita tetap mengadakan pesta ini, " ucapnya.


"Iya tetaplah saya sudah digaji banyak untuk acara ulang tahun perusahaan ini. "


Tiba-tiba kepolisian datang beramai-ramai ke restauran untuk mengeledah pengunjung.


"Ini ada apa pak. "


"Kami dari kepolisian bekerja samalah untuk penyelidikan ini, " ucapnya.


"Tidak bisa gitu pak kami sedang mengadakan pesta. "

__ADS_1


"Jika menolak, restaurantmu akan kami segel. "


Maria mengintip dibalik tembok dan segera pergi dari sana melalui penyamaran salah satu karyawan, senjatanya ia rusaki lalu dibuang ke tong sampah besar diluar restaurant sebelum itu ia menyuruh partnernya merusaki CCTV di tempat itu sebelum digerebek. Maria berjalan cukup jauh di simpang ia bertemu partnernya.


"Jalan Gus."


"Aman ajakah, " tanya Agus.


"Aman kita segera ke markas saja. "


Di restauran salah satu anak buahnya menemukan seorang wanita dikamar mandi memakai dress hitam lagi pingsan. Membuat polisi curiga dan langsung memeriksa CCTV.


"Perasaan tadi saya tinggal sebentar tiba-tiba pas masuk semua layar sudah hitam, " ucap karyawan restauran.


"Sepertinya sudah direncanakan matang-matang, " sunggutnya.


Sesampainya di markas ia telah ditunggu oleh Kora. "Maria hahaha aku sudah melihat di televisi akhirnya salah satu sainganku berkurang. "


"Saya turut senang tuan, " jawab Maria.


"Berkat kamu... ohh iya kamu malam ini datang ke acara ini untuk melihat target selanjutnya. "


"Baik tuan. "


Dicafe dekat rumah Maria.


"Jujur yaa Mar orang yang gila kekuasaan sangat sadis ingin mendapati dengan cara membunuh seperti ini, "ucap Agus yang sedang mengantar Maria menuju hotel.


"Mau bagaimana lagi jika tidak karena uang gue engk bakalan ngelakuin sejauh ini. "


"Sama aja sih dengan gue,, pas lu ngajak kerjasama saat gue digebuki warga saat itu gue cuman ingin balas budi pas dapat uang sebanyak ini membuat gue berpikir tetap bersama lu, " ucapnya sambil menunjukan saldo di hpnya.


"Beruntung lu ikut gue karena pas lihat potensi lu bisa membantu urusan gue asal mulut lu engk keceplosan saja. "


"Siap komandan, " ucapnya lalu terkekeh.


"Maria kemarilah. "


"Iya Tuan. "


"Kamu duduk disebelah saya saja. "


"Baik tuan. "


"Sudah berapa lama kamu bekerja dengan saya, " tanyanya.


"Sudah hampir 6 bulan pak. "


"Apa kamu tidak kesepian sendirian terus, " ucap Kora.


"Engk pak kan ada Agus partner kerja saya. "


"Bukan, maksud saya seorang pasangan lawan jenis, saya bisa mencarikan nya untukmu, " ucap Pak Kora sambil meraba paha Maria.


Tatapan Maria ke Pak Kora sangat kesal kalaupun bukan uang ia akan mencolok mata bossnya itu.


"Maaf Pak saya lebih memilih karier daripada soal percintaan, " tegas Maria langsung menggeser badannya.


"Baiklah haha maafkan saya. "


Terlihat tangan Maria sambil mengepal keras dan pandangannya mengarah kedepan.


Mobil berhenti di dekat gedung agar tidak bersamaan pergi ke pertemuan tersebut. Maria berhasil masuk dengan menunjukkan kartunya ia mulai berjalan sembari mencari orang yang dituju.


"Permisi mba ada yang bisa dibantu, " tanya salah satu pelayannya yang melihat Maria planga plongo.


"Engk mas hanya nyari orang aja kenal ini engk? " tanya Maria sambil menunjukkan foto di hp.

__ADS_1


"Ohh bapanya ada disana tadi mbak. "


Maria duduk dekat meja yang berdekatan dengan targetnya.


"hallo maria"


"Iya Pak"


"saya melihat kamu sudah menemukannya sekarang jika ingin membunuhnya silahkan"


"baik tuan"


Maria selalu mengikuti kemana targetnya pergi selesai acara pejabat tersebut pulang duluan karena tensi nya naik.


Maria mengikuti menggunakan taksi. "Pak bisa agak cepat engk ngejarnya takut ketinggalan jauh, "


"Oke mba"


Dengan sangat cepat taksi tersebut melaju tapi karena ada mobil lain masuk jalur sembarangan membuat Maria geram.


"Turun pak biar saya yang bawa, " ucap Maria terlihat menahan kesal.


Belum juga supir taksi naik, Maria sudah melajukan kendaraannya.


"Woy mobil sayaa, aduhh gimana ini... apes banget sih, " sunggutnya.


Maria segera melajukan kendaraannya mengejar targetnya setelah jalannya mulai sepi Maria membanting stir untuk memberhentikan mobil sasarannya. Dengan pakaian serba hitam, masker dan topi ia keluar dari mobil langsung memecahkan kaca mobil dan menembak supirnya tanpa ada bodyguardnya pejabat itu dibawah masuk kedalam taksi yang dikendarai Maria.


Di sebuah gudang kosong didekat sungai Maria membuka penutup wajah targetnya dan memeriksa dengan seksama akan apa yang ingin Maria lakukan.


"Sepertinya gue akan menyuntikanmu cairan narkotika agar mereka mengira anda meninggal akibat overdosis, " tukas Maria.


"Siapa kamu? " tanya laki-laki tersebut penuh ketakutan.


"Gue adalah suruhan pak Kora, " ucap Maria.


"Apa... kenapa dia ingin membunuhku setelah apa yang kulakukan untuknya, " ucapnya.


"Sebenarnya gue juga sangat membencinya tapi karena pesangonnya sangat banyak jadi terpaksa, maaf yaa. "


"Apa dengan membunuh membuatmu senang, " tanyanya membuat Maria sedikit diam.


"Iya benar sekali, dengan membunuh gue bisa dapat uang dan..."


"Saya akan memberikan banyak uang kepadamu asal tidak membunuhku, bagaimana? "


15 menit kemudian mobil melaju sangat cepat menabrak pembatas jalan hingga jatuh kesungai.


"pak kora saya sudah melenyapkannya"


"kerja bagus"


Sambungan terputus....


.


.


Breaking news...


Sebuah mobil tenggelam di sungai belum diketahui apakah ada pengemudi didalamnya atau tidak saat diangkat pintu mobil telah terbuka terdapat beberapa suntikan dan tali mengikat di sisi kursi pengemudi.


.


.


"Hahahahhah" Pak Kora sangat terbahak melihat siaran di televisi. Sedangkan dimeja Pak Kora terdapat laptop berisi rekaman Maria memasukan tubuh targetnya kedalam mobil lalu mengikatnya kemudian melaju kearah pembatas jalan.

__ADS_1


__ADS_2