BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 52.


__ADS_3

kurir jasa datang mengetuk pintu rumah Maria di jam 9 malam sebuah cake cantik nampak dibuka Maria diatas meja lengkap dengan suratnya.


Happy birthday to you, sukses selalu dari sweetie boy. "Haha sweetie boy lucu sekali namanya, " ucapnya sambil memperhatikan cake cantik warna biru kesukaan Maria.


Dia menyalahkan lilin dan membuat permohonan didepan cakenya lalu menikmati sendirian.


Keesokannya mereka tidak harus datang pagi karena kantor sementara di tutup karena mereka mempersiapkan sebuah kasus.


Di ruang rapat.


'' Pak saya mau bertanya? " ucap Maria.


"Yess, silahkan "


"Apa saya juga mulai melakukan misi? " tanyanya.


"Kalau kamu, hmmm tungguin aja, " jawab Pak Zaenal mengakhiri rapat.


"Yang sabar Mar, butuh proses untuk bisa melakukan tugas ini, " ucap Tono menepuk pundak Maria dengan lembut.


"Apaansi kan gue juga dulunya mantan pembunuh bahkan yang berbahaya pun gue bisa tangani, " ucapnya monolog.


*****


Hari ini tepat mereka bergerak dengan santai karena harus meriset pelabuhan bekas kapal misterius yang datang tempo hari. Sebelum itu angkatan laut juga di terjunkan untuk memantau pergerakan di lautan. Pelabuhan sekarang dalam keadaan siaga 1 dan mendapat penjagaan ketat dari pintu masuk oleh polisi.


"Selamat siang Pak, harap membuka kaca mobil saat masuk kesini. "


"Iya Pak, maaf sekali lagi, " ucap Robert yang mengemudi.


Mereka tidak lupa melapor di pos penjaga dan memperlihatkan identitas mereka.


"Pak Zaenal." sapa pak Inspektur bernama Deni.


" Pak Inspektur, apa kabar. "


"Hahhaha lama kita tidak jumpa, bagaimana kerjaan? " tanya Deni.


"Yaa beginilah keadaanku, bersama anak buahku juga, " ucapnya melihat kearah 5 anggotanya. Maria dari tadi tampak mengenali sosok kenalan Pak Zaenal saat masuk ke area pelabuhan itu.


"Mukanya tampak familiar, " selidiknya.


Pelabuhan sementara di nonaktifkan beroperasi sampai situasi benar-benar aman kecuali untuk besok mungkin diberlakukan satu arah dermaga saja.


"Pak Inspektur disana telihat sesuatu mencurigakan, " ucap bawahannya kemudian Inspektur itu mengikutinya.


Maria tampak penasaran dengan Inspektur itu ia mulai mengikutinya sapa tau mengingatnya. Waktu melewati sebuah kontrainer alangkah terkejutnya saat salah satu orang di sana sudah tergeletak di lantai dengan penglihatan yang agak buram karena jauh Maria berniat melangkah lebih dekat tiba-tiba dari belakang seorang dengan pakaian yang sama dengan polisi lain mengejutkannya.


"Warga sipil dilarang memasuki area ini, " ucapnya. Maria yang tidak bergerak sama sekali hanya berbicara membelakangi polisi itu. "Saya seorang penyidik yang ditugaskan kejaksaan untuk membantu kepolisian.


" Benarkah berikan tanda pengenal mu."

__ADS_1


Dengan hati-hati Maria menyerahkan kartu pengenal nya dan yaa polisi itu mendapat kejutan dari Maria dengan menarik lengannya hingga terjatuh kedepan.


Brukk


"Siaal,, lu cekram kerah baju gue jadi sesakkan, " ucap Maria dengan nada meninggi. Kemudian polisi yang terjatuh itu lalu menodongkan senjata kearah Maria.


"Ada apa ini? " tanya Inspektur yang datang dengan penuh tanda tanya.


"Maaf Pak ada orang lain yang berada di area terlarang, " pungkasnya sambil memberi hormat.


Saat Inspektur melihat Maria ia langsung meminta maaf atas tindakan bawahannya. "Maaf sekali lagi mba penyidik anggota saya tidak mengenali anda. "


"Iya Pak saya juga minta maaf karena pergi ke area ini, " ucapnya.


"Ohh tidak apa-apa memang ini area untuk kita bertugas ini hanya kesalahpahaman saja. "


"Baik pak saya permisi untuk menemui rekan saya, " ucap Maria meninggalkan mereka. Ekspresi Inspektur berubah dan memberikan tugas bawahannya agar lebih berhati-hati lagi dan memperhatikan gerak-gerik team utusan kejaksaan itu.


Di ruang yang cukup besar Maria datang menghampiri rekannya.


"Mar kemana aja daritadi dihubungi kaga masuk-masuk, " ujar Haikal.


"Sorry kal gue tadi jalan-jalan di dekat dermaga, " jawabnya bohong.


"Hadehh kalau jatuh bagaimana, bikin khawatir saja, " sentul Tono.


"Duhh mas Tono perhatian sekali, " ledek Maria.


*****


"Perhatikan baik-baik disekitar kalian, " ucap Pak Zaenal.


"Hadehh dari tadi kekiri dan ke kanan engk ad tuh hal mencurigakan, " pungkas Tono.


"Pak Zaenal bisa kesini sebentar engk? " tanya Robert.


"Ada apa? "


"Kalau saya menemukan sesuatu apa bapa mau memberikan saya cuti sementara? " ucap Robert.


Pak Zaenal menghela nafasnya. "Apa kamu masih kesusahan mencari adikmu? " tanyanya.


"Saya janji ini untuk yang terakhir kalinya saya ingin memastikan apa adik saya baik-baik atau tidak, " jawabnya.


"Baiklah kalau begitu. "


Usai meminta sesuatu dari bosnya, Robert pergi untuk mencari sebuah bukti hingga hari semakin gelap ia masih berada disana.


"Apa sebaiknya kita bantu Robert menemukannya? "


"Tidak mar, pak Zaenal menyuruh kita pergi tanpa Robert karena itu konsekuensi yang harus dia terima atas tantangan yang dia buat sendiri."

__ADS_1


Sebenarnya semua team merasa tidak enak meninggalkan Robert sendiri, apa boleh buat mobil mereka pun pergi menjauh dari pelabuhan. Tiba-tiba langit bergemuruh tanda akan turun hujan beberapa menit kemudian angin disertai hujan deras melanda kota termaksud di area pelabuhan yang sangat hebat.


Robert masih saja berada disana entah apa yang sedang ia cari, dibagian tumpukan sampah didekat pembatas dermaga ia menemukan semacam buku dan dompet. Segeralah ia menyembunyikan dibalik mantel hujan yang dia minta ke pos keamanan.


"Berhasil,aku menemukannya. "


Tiba-tiba keseimbangannya membuat Robert oleng yang hendak jatuh ke laut untung saja ada orang lain yang memegang dari belakang kerah jas yang dikenakannya.


"Kamu gapapa? "


Suara kurang jelas terdengar karena susahnya melihat ditengah badai, akhirnya di dalam pos mereka berteduh bersama terlihat penerangan lilin memperlihatkan wajah orang yang menolongnya.


"Mariaa? Juan, Tono, Haikal," ucapnya.


Ternyata saat diperjalanan pulang pak Zaenal yang sedang mengendarai mobilnya langsung membanting stir untuk putar balik ke pelabuhan.


"Kalian segera cari Robert aku akan kembali membawakan perlengkapan, " ucap Pak Zaenal yang langsung disetujui teamnya yang sudah memakai jas hujan.


Dan begitulah mereka berhasil sampai sebelum Robert jatuh ke laut dan bersyukur pak Zaenal berubah pikiran cepat.


Terdengar pintu berdesit karena dibuka terlihat seseorang dibalik jas hujan yang mereka kenal sudah datang.


"Pak Zaenal? " sahut Robert.


"Aku membawakan beberapa makanan dan minuman untuk kita, " pungkasnya.


Segeralah Maria memasakan mie dan minuman hangat untuk mereka santap. Ditengah badai ini memang didaerah pelabuhan pasti terdengar suara ombak yang sangat dasyat menghantam. Untung saja pos yang mereka singgahi jauh dari dermaga tapi suara hantaman laut tetap terdengar jelas. Ditengah lamunan mereka Robert berani mengeluarkan apa yang ditemukannya.


"Saya menemukan sesuatu di dekat dermaga, " pungkasnya.


"Ini apaan bert? " tanya Haikal.


"Sepertinya ini sebuah diary, " jawab Tono.


"Sebentar aku cek di daftar awak kapal, " ucap Pak Zaenal saat melihat isi dompet berisikan surat wasiat dan foto seorang anak dan laki-laki yang sepertinya ayahnya.


*****


Notifikasi pembelian cake blue oleh sweetie boy dari handphone Robert terpampang dilayar berada di samping Maria duduk.


"Sweetie boy? jadi Robert yang ngirim cake kerumah, " pungkasnya.


Setelah hujan reda mereka segera naik ke mobil untuk pulang.


Orang pertama yang diantar adalah Maria.


"Makasih soal cake itu, " bisik Maria yang berada disebelah Robert yang mengemudi kemudian langsung keluar dari mobil, Robert bingung ia memastikan jika rekan-rekannya dibelakang sudah tidur agar tidak mendengar ucapan Maria tadi. Dan benar saja dia yang memberikan cake ulang tahun ke Maria, karena tidak sengaja melihat hp Maria yang terbuka saat dia mampir ke cafe.


.


.

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2