
Di apartemen Robert, Juan, Haikal dan Tono mereka masuk langsung merebahkan diri di depan tv. Karena perjalanan panjang hingga ponsel mereka selalu berdering tapi tidak diangkat karena malasnya menuju ke tas yang mereka taruh di dekat pintu.
Sedangkan Maria sampai di rumah masih harus berberes lagi karena rumah yang lama ditinggal beberapa hari.
*****
Pak Zaenal datang lebih awal sebelum anak buahnya. Juan yang sudah tiba di Basement masih menginstall sebuah program di laptopnya sambil melirik situasi.
Maria turun dari bus dengan wajah ceria menenteng makanan pemberian tetangganya yang baik hati. Dia bersyukur dikelilingi rekan kerja dan tetangga barunya semenjak pindah rumah. Kadang tiap ada kesempatan Maria selalu diajak masak bareng atau senam pagi didekat rumah.
"Wihh sumbringan banget tuh, " ucap Haikal ke Maria.
"Iya nih lagi senang aja, " jawab Maria terkekeh.
Di hari yang tidak terlalu ramai pelanggan. Maria dan yang lainnya duduk bareng di cafe menikmati kesejukan angin yang masuk sambil menyantap menu baru cafe jingga. Di tengah obrolan mereka pak Zaenal datang memberitahu jika sore nanti tutup lebih awal karena ada rapat.
"Ohh iya Pak laksanakan, " sahut Tono.
"Guys duluan yaa ada yang datang di warnet, " ucap Haikal.
"Oke bro"
"Gue juga mau lanjut kerja, " pungkas Juan.
Maria masih menetap disana sambil menatap layar ponselnya, ia tersadar saat ada pemberitahuan menandakan hari ini ulang tahunnya.
" Lagi ngapain? " tanya Robert yang kembali dari melayani pembeli.
"Gue gapapa, btw gue masih mau disini yaa? " ucapnya ke Robert.
"Boleh aja sih soalnya kita juga sebentar lagi tutup, " jawab Robert.
"Oke deh gue engk akan ganggu soalnya mau duduk di kursi pojok aja. "
Suasana disore hari di gedung hitam-putih tutup lebih awal dengan penanda di pintu kaca gedung. Mereka berenam beralih ke sebuah ruang luas yang biasa mereka gunakan untuk rapat dengan meja panjang.
"Semuanya sudah hadir? jadi saya akan memberikan sebuah informasi yang saya terima dari kejaksaan, ohiya saya sangat senang kalian berhasil mengatasi kasus kemarin, yaa walau agak diluar nalar ckck, " ucapnya serius menjadi tertawa kecil.
__ADS_1
"Itu sangat menyeramkan sekali kalau diingat lagi, " gumam Tono.
"Sekarang kita serius jadi ada sebuah kapal di pelabuhan internasional yang sangat mencurigakan pihak kepolisian meminta penyidik kita membantu menangani kasus ini. Bisa dilihat dilayar bentuk kapalnya yang sangat besar, " pintanya.
"Woaahhh" ucap serentak...
"Para awak kapal yang di amankan terdiri dari 20 orang. Mereka bekerja tanpa makan dan minum karena berlayar di samudera yang begitu lama. Salah satunya mengatakan jika mereka sebenarnya di tipu yang katanya akan dipekerjakan sebagai pekerja pabrik malah di jadikan babu di kapal sehingga tidak bisa menolak karena diancam dan kartu Identitas mereka di tahan sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima, jadi terlihat di beberapa slide kejadian yang serupa ditahun 1998 persis seperti ini akan ada perompak yang masuk ke negara ini setelah kabar kapal misterius datang sehingga kepolisian akan lebih ke fokus menangani kapal tanpa sadar perompak menguasai kota dikala itu. "
"Banyak korban berjatuhan bahkan kepala Kepolisian harus menyerahkan jabatannya karena masalah ini banyak warga yang tidak percaya lagi dengan aparat. Jadi tugas kita dengan menggunakan alat hebat kita dan team kita yang memiliki keahlian masing-masing mampu memecahkan masalah ini jadi saya berharap penuh dengan kaliannn, " sambung Pak Zaenal mengebu-gebu.
" Pak apa kita bisa soalnya lihat wajah-wajah kami penuh kiyowo mana sanggup lawan perompak itu, " canda Haikal yang kemudian terkena lemparan sepatu dari Pak Zaenal.
"Yess tepat sasaran, " seru Pak Zaenal lalu terkekeh. "Sudah ahh kalian ini jangan bercanda lagi, suka betul jail sama orang tua, " ucapnya pergi meninggalkan ruangan. Lalu Juan merapikan semua alat yang tadi dipakai dibantu Maria.
"Juan aku masih belum paham soal tadi, " ucap Maria.
"Kita rapat bukan sekali doang nanti di rapat berikutnya pasti dikasih lebih jelas tugas kita kok. "
"Ohh begitu yaa oke dehh. "
*****
"Kenapa malah bengong? " tanya Juan. kemudian Maria menunjuk ke tanda larangan yang dia baca.
"Ohh masuk aja kalau gue yang ngajak gapapa kok, " pintanya.
Maria masuk dan memperlihatkan ekspresi terpukau akan sesuatu yang dia lihat. Di berbagai tempat yang tampak begitu rapi tertata alat ciptanya kemudian ada lemari kaca yang isinya mainan lego. Tidak ada sampah berserahkan di lantai beda dengan pikirannya yang membayangkan ruang kerja milik Juan pasti sangat berantakan sehingga rekannya tidak boleh masuk. Maria adalah orang pertama yang dibawah Juan masuk ke ruangannya.
"Barangnya letakan disana aja, " ucap Juan mengarahkan keatas meja.
"Okelah. " ketika Maria tidak sengaja menyenggol kotak yang diletakkan disamping barang yang dia taruh membuat juan reflek mengambil kotak tersebut.
"Sorry Juan gue engk sengaja, " gemetar Maria.
" Fiuhh untung saja, ini sangat langka didapatkan, " pekiknya sambil menghela nafas.
Saat Maria hendak keluar dari ruangnya. Juan yang berada dibelakangnya ikut mengantar ke pintu keluar tapi tidak sengaja tersandung oleh ambal yang tadi kusut saat dia lari menyelamatkan kotak miliknya sehingga ia terjatuh menimpah punggung Maria.
__ADS_1
"Aduhh"
"Sorry Mar,, malah aku juga dapat sial, " ucapnya sambil membantu Maria berdiri kemudian mereka berdua tertawa.
*****
Robert sedang menikmati cemilannya dan minuman alkohol di sebuah kedai sebelum pulang, ia stress karena tertunda lagi untuk mencari keberadaan adiknya sementara minggu ini ia berniat menuju desa yang sudah ia dapatin alamatnya bahkan harusnya malam ini ia sudah bersiap.
1 botol ia habiskan ditambah lagi dengan 2 botol yang datang. "Permisi bu tambah makaroni lagi, " ucapnya melantur. Kemudian beberapa detik ibu kedai membawakan lagi.
"Hadeuhh kalau kayagini bagaimana saya mau pulang ini" cetuk pemilik kedai yang masuk menghubungi orang yang dikenalnya.
"apaa!!,,, anggota ku disituu, " ucap Pak Zaenal.
"Iya dia sedang mabukk diluar"
"Nanti ku suruh siapa gitu yang jemput dia" ucap Pak Zaenal mematikan teleponnya.
"Kebiasaan sekali mereka dijam begini bukannya pulang istirahat malah merepotkan saja, " sunggut pak Zaenal yang sedang mengedumbel melihat juan dan Maria yang masih di kantor kemudian meminta bantuan Juan menjemput Robert yang berada di kedai yang tidak jauh dari kantor.
"Yaa sudah Juan kita jemput aja si Robert," seru Maria.
"Tapi dia bawa mobil, bagaimana cara bawanya. "
"ehmmm titipkan aja di kedai itu, kan besok bisa diambil. "
"Itu ide yang bagus, " seru Juan.
Sesampainya di kedai Robert yang lagi rebahan di kursi panjang sambil berbicara aneh. Nampak Juan dan Maria kewalahan membopong Robert karena badannya yang sangat kekar.
"Berat banget nih anak, " ucap Juan yang sangat ngos-ngosan. Maria dan Robert duduk di belakang kemudi karena Robert sangat susah di atur hampir saja membuka pintu mobil dengan tiba-tiba saat masih dalam keadaan melaju sehingga Maria pindah posisi kebelakang untuk menenangkan Robert yang tampak sangat kalem menyenderkan kepalanya di bahu Maria. Juan beberapa kali melihat dari spion tengah keadaan dibelakang, terlihat wajahnya yang tampak agak kaget dan tersenyum.
.
.
...Bersambung...
__ADS_1