
Juan menghampiri Robert di gubuk seperti perintah Maria.
"Bert, lu gapapa kan, " ucap Juan.
"Iya, sorry juga aku pergi begitu saja dari sana. "
"Aman tadi ada wanita itu yang menolong gue. "
"Bagaimana berhasil sadap laptopnya? "
"Iya berhasil kok. "
*****
"Ini nona silahkan minumlah. "
"Terima kasih pak. "
"Jangan nona manggil saya pak panggil saja mas Karjo saja, " pintanya.
"oke baiklah mas Karjo. "
"Bagaimana anda bekerja dengan Pak Jack kalau boleh tau, " tanya Karjo.
"Hanya sementara doang sih. "
"Sebelumnya nona bekerja dimana saya melihat mata nona memancarkan aura yang sangat hebat disana. "
"Hoho anda bisa saja, btw gue cuman karyawan biasa di toko peralatan kendaraan gitu, " jawabnya.
"Ohh pantesan kan dalam melayani konsumen harus teliti juga yaa. "
Maria menyeruput minumannya. "Sudah terlalu malam nih kayanya gue harus pulang deh. "
"Hati-hati nona, " ucap Karjo sambil mengantar kepergian Maria.
Maria lagi-lagi memikirkan Robert padahal ia sudah melupakan kejadian yang terjadi pada beberapa jam lalu. Saat ia tidak sengaja mengecup bibir laki-laki itu. "Apa yang kupikirkan kenapa malah membayangkan pria jelek itu. "
*****
Didepan layar komputernya Juan sedang menganalisis video rekaman waktu ia mengambil dari laptop yang ia sadap.
"Sepertinya mereka juga menjual banyak sekali jenis bentuk narkoba deh, " serunya.
Robert sedang tertidur di kamar tiba-tiba handphonenya berdering muncul nama Pak Zaenal di sana.
"hallo pak"
"Kami akan bersiap ke pelabuhan didapati ada beberapa barang mencurigakan" ucap Pak Zaenal.
Sementara di tempat lain seseorang mendapat panggilan juga. "apaa,, kok bisa ketahuan sih ucap pemilik bar"
Setelah Tono, Haikal dan Pak Zaenal sampai, mereka mengikuti beberapa prosedur sebelum mencapai tempat pengeledahan.
"Hormat, selamat malam Pak kami mendapatin banyak sekali box tapi pemiliknya sedang dikejar karena sudah melarikan diri. "
__ADS_1
"Segera cari sampai ketemu orang tersebut dan laporkan ada berapa banyak box yang sudah diamankan mungkin masih ada jalur-jalur lain yang mulai di periksa, " tukas Zaenal.
Di rrumah salah satu warga tempat mereka tinggal di meja makan Juan masih bergelud dengan komputernya sedangkan Robert baru saja turun tangga menemuinya.
"Bert cepat kesini. "
Robert bergegas menuju tempat Juan.
"Ada apa Juan. "
"Lihat ini perhatikan jika mereka sudah hampir 2 tahun melakukannya dan bar yang mereka bangun cuman untuk formalitas saja sebagai tempat penyimpanan, " ucapnya.
"Ini bentuknya kaya permen yaa. "
"Iya mereka juga pernah menyuruh anak-anak jalanan sebagai media pengantaran keberbagai tempat, " ucapnya menjelaskan.
Juan semakin dalam mencari informasi mengenai sosok pemilik sesungguhnya bar tersebut. Hingga menemukan bukti dari salah satu situs di internet setahun lalu jika penerbit itu mengatakan salah satu apartemen dimana CEO perusahaan terkenal mempekerjakan ART yang tiba-tiba menghilang lalu dilansir di artikel selanjutnya jika APR company salah satu pemegang terbesar olahan yogurt di kota itu yang membuka pabriknya di daerah yang sekarang mereka pijak.
Laki-laki manis itu semakin melongo kala ia membaca ulang.
"Di daerah ini rupanya, " sunggutnya.
Lebih banyak lagi iya membaca sampai di ulasan salah satu mengatakan jika seorang pria mantan karyawan APR company dan langsung Juan melacak keberadaan orang tersebut.
Paginya Robert bangun lebih dulu dibandingkan Juan yang masih molor di meja makan.
"Selamat pagi pak'de, " sapa Robert.
"Huu jangan panggil aku begitu suruh temanmu bangun dia sudah seperti orang aneh disitu. "
Juan mengebrakan meja saat dibangunkan ia ternyata kaget dengar bisikan Robert di telinganya.
Selesai mereka membereskan rumah yang ditempatinya, akhirnya mereka keluar untuk melaksanakan pekerjaan lagi.
"Hari ini kita akan melakukan apa lagi Juan? " tanya Robert.
"Kita ke desa tetangga. " jawab Juan.
"Mau ngapain kesana, " tanya Robert lagi.
"Untuk mencari tau keberadaan pemilik bar tersebut. "
Robert mengangguk.
*****
Di kejaksaan Jaksa Lee tampak sangat risau menunggu kedatangan Pak Zaenal, Tono dan Haikal yang semalaman mengeledah lokasi pelabuhan di bantu kepolisian.
"Bagaimana apa sudah berhasil? " tanya Jaksa Lee saat melihat dari kejauhan kedatangan mereka.
"Ya ampunn Pak Jaksa baru juga datang ini, " ucap Haikal.
"Ayo cepat masuk... tolong asisten bawakan mereka minuman, " ucap Jaksa Lee.
"Begini Pak Jaksa, kami semalam sudah menemukan banyak sekali box salah satu kontener hampir jalan untuk berhasil di cegat terkumpul ada 100 box bisa dipastikan dari pesan juan sudah lengkap semuanya tinggal kita mengetahui siapa dalang dibalik ini semua, " ucap Tono.
__ADS_1
"Untuk saat ini box itu akan ditaruh di kejaksaan dan mendapat penjagaan ketat sambil menunggu info dari Juan dan Robert."
"Iya Pak"
.
.
Menggunakan mobil kijang lama yang sedikit-dikit rewel dijalan membuat Robert sabar membawanya, tinggal tahap terakhir menaiki tanjakan mereka hampir tidak berhasil untungnya Robert ahli mengendalikannya.
Di sebuah rumah tingkat dua seseorang sudah menunggu kedatangan mereka, Robert yang masih bingung melihat keakraban Juan dan pria paruh baya.
"Pak kenalin ini kakak saya, " ucap Juan.
Robert menerima jabatan tangan lawan bicaranya.
"Apa maksudmu aku kakamu, " bisiknya.
"Nanti kuceritakan sekarang kita harus benar-benar bersandiwara untuk mendapat informasi darinya. "
"Ayo anak-anak muda silahkan duduk, " ajak Pak Adol.
"Terima kasih pak. "
"Jadi saat saya sedang menonton TV tiba-tiba ada menelepon dari nomor yang tidak dikenal saya kira orang yang mau membeli rumah saya ternyata mantan pekerja yang sama waktu dulu hehe. "
"Maaf pak mau nanya, bagaimana bapa di-PHK saat itu? " tanya Robert.
"Waktu itu saya dikeluarin secara sepihak karena tidak sengaja mendengar percakapan mereka tentang sebuah tempat penyimpanan aneh di desa seberang, tapi malah keterangannya saya yang di bilang membawa kabur ART rumahnya, yaa memang pas itu saya memiliki hubungan dengan pembantu itu tapi kami terakhir ketemu dua minggu setelah dia di kabarkan menghilang saya curiga dia dijadikan tumbal atau sudah dibunuh karena mengetahui sesuatu, " pungkasnya.
"Kenapa anda menyimpulkan seperti itu? "tanya Robert.
"Yaa aneh saja gitu apalagi saya dapat kabar juga kalau setiap ART kerja dirumahnya pasti menghilang begitu saja. "
"Apa bapa pernah melihat tempat ini, " ucap Juan sambil memperlihatkan foto gudang penyimpanan dan sebuah box.
"Saya pernah lihat tempat ini soalnya selalu diminta antar barang kesana. "
Setelah berbincang-bincang akhirnya kedua laki-laki itu pamit pulang. Keesokannya mereka memutuskan untuk balik ke kota.
"Apa bukti ini cukup kuat Juan untuk menangkap Pak Jack dan antek-anteknya."
"Menurutku kita juga harus menangkap kaki tangannya juga, " ujarnya.
"Maksudmu? "
"Wanita yang selalu kita temui di bar pada waktu itu, " ucap Juan.
"Ohh saya mah ngikut aja apa katamu. "
.
.
.
__ADS_1
...Bersambung...