BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 38. Mulai mencari tau


__ADS_3

"Aku merasa agak lebih baik setelah bangun pagi hoaammm mulai hari ini aku harus lebih giat lagi, mungkin setelah ini aku bakalan jauh lebih baik lagi, " ucap monolog.


Berita kejadian pembunuhan dirumah sakit masih saja seliweran di tiap televisi bahkan di layar koridor loket pendaftaran rumah sakit menampilkan berita tersebut. Lukas melihat jika orangtua korban berdiri di kantor kepolisian untuk mendapat keadilan anaknya yang menjadi korban banyak yang mengatakan anaknya juga pecandu narkoba membuatnya agak susah diinvestigasi.


Lukas mundur hingga menabrak dokter Maya.


"Maaf saya tidak lihat. "


"Kamu bukannya..." ucap Maya mencegah Lukas lari tapi ia tak membalikkan badan sehingga Maya melepaskan gengamannya.


"Kamu mengenalnya? " tanya polisi Adit.


"Tidak... aku selalu melihatnya ke atap dengan wajah sedih, " balasnya.


"Mungkin dia pengen kesana aja tapi rooftop nya masih di segel, ayo segera keruanganmu. "


Robert dan Haikal mendatangi rumah sakit citra alam karena panggilan dari dokter Maya.


"Misi mba saya ingin bertemu dengan dokter Maya."


"Sebentar saya tanyakan dulu. "


"Mas nanti ke lantai 3 lurus aja nemu pintu warna biru nanti tunggu aja disana sampai tamunya keluar yaa, " jawabnya.


"Baik mba"


"Ehh bro keren juga yaa kalau kerja dirumah sakit, fasilitasnya mantap sekali, " celetuk Haikal baru melewati ruang istirahat perawat yang terbuka sedikit.


"Tapi resikonya engk main-main, aku pernah dengar dari teman yang juga perawat kalau mereka engk tidur kalau sudah banyak pasien belum lagi lewati kamar mayat belum lagi ngadepin keluarga pasien yang sangat beragam hadeh bukan typeku, " sunggut Robert.


"Gue mah suka fasilitasnya doang kalau soal kerjanya ihh ogah. "


"Makanya ada kekurangan dan kelebihannya setiap pekerjaan," pungkas Robert.


Meja kerja tertata rapi di paling ujung terdapat tulisan ukir Dr. Maya kurniawan, SP.FM sedangkan dibagian meja lainnya yang berantakan penuh gambar ct scan jenazah maupun lembaran menumpuk.


Setelah sejam Adit berada diruang Maya akhirnya Robert bisa masuk bertemu Maya yang ternyata mereka sudah mulai kenal sejak Robert masih SD kala rumah keluarganya mengalami kebakaran menewaskan kedua orangtuanya.


Sedangkan Robert lagi berada disekolah saat itu kalau adiknya saat kejadian selamat dan dilarikan kerumah sakit karena terlalu banyak menghirup asap sampai ia tidak ditemukan entah dibawah kemana saat polisi melacak pun nihil tak berhasil.


"Bagaimana keadanmu Robert," ucap Maya.


"Baik dok"


"Apa kesehatanmu sudah membaik juga. "


"Itu sudah sangat lama sekali, lihat aku tumbuh menjadi pria hebat, " puji nya.


"Haha aku tau itu, btw kamu kesini tidak sendirian ternyata? " tanya dokter Maya sambil melihat sekilas dibalik pintu yang terbuka kecil ada Haikal yang menunggu diluar.


"Iya saya bersama kawan. "


"Aku senang jika pekerjaanmu berjalan lancar. "


"Terima kasih dok. "


"Aku masih bingung tentang kasus ini, " ucap Maya.

__ADS_1


"Maksud dokter? " tanya Robert.


"Aku menemukan sebuah cairan Sidiadryl Diphenhydramine. Cairan tersebut membuat tubuh kejang dan menyebabkan gagal napas seketika seperti ibu dan ayahmu alami dulu, " ucap Maya.


"Aku tidak mengerti dok. "


"Waktu kedua orangtuamu di otopsi saya meminta untuk lebih detail agar tau penyebabnya karena dari bagian CT scan ditubuhnya ada sebuah gumpalan dibagian perut lalu terdapat bekas suntikan yang ditemukan lokasi. "


"Jadi saya berpikir ada sebuah rahasia besar yang orangtuamu ketahui bahkan saya mendapat ancaman waktu itu jadi ini kesempatan bagus jika kita sama-sama menyelidikinya saya juga minta kerjasama dari pihak kejaksaan biar kita bisa leluasa menangani kasus ini aku juga akan minta bantuan rekanku dari kepolisian, " sambungnya.


Robert keluar dari ruangan dengan perasaan tak karuan lalu Haikal yang melihatnya merasa aneh.


"Bert lu gapapa? , abis keluar wajahmu jadi pucat gitu, " ucap Haikal tapi tak dihiraukan Robert.


Mobil mereka melacu dikendarai oleh Haikal sedangkan Robert melayangkan lamunannya dibalik kaca mobil mengingat jauh dimasa lalu kala saat ia menemani ayahnya ke hutan untuk memetik kenari untuk dijual dipasar.


Desa yang masih asri dengan pemandangan diatas daratan tinggi siang pun masih saja diselimuti kabut waktu musim hujan.


"Ayah masih jauh pohon kenarinya? "


"Hmmm sebentar lagi sampai sekitar beberapa menit lagi, " ucap ayahnya.


"Baiklah kalau begitu. "


Mereka berjalan di bawah rimbunan pohon lebat menyelusuri daerah itu hingga bertemu jalan setapak menuju ke pohon kenari yang sejajar tumbuh subur di lahan sehektar dihutan banyak sekali warga yang memanfaatkan lahan disana untuk bercocok tanam mayoritas penghuni desa adalah petani dan perkebun.


"Ehh pak Robert tumben baru keliatan, " ucap tetangganya.


"Iya mas tatang saya baru pulang dari kota. "


"Bagaimana kerjaannya"


"Saya duluan yaa, mari. "


"Yah ayo aku disini digigit nyamuk nih," ucap Robert kecil setelah banyak mereka memetik kenari.


Hari makin gelap diperjalanan terdengar suara gresak-grusuk dibalik semak mereka menyadari bakalan ada serigala yang keluar mencari makan karena hari juga sudah mulai gelap pelan-pelan ayah dan Robert berjalan sambil membawa kayu besar untuk menjadi pertahanan jika ada hewan buas, tak disangka suara semakin jelas itu membuat mereka lari terbirit-birit ternyata yang keluar hanya seekor kelinci putih yang terheran melihat manusia lari darinya.


Bug


"Ayahh" rengekan Robert jatuh kesandung oleh akar pohon membuat luka di lututnya, karena kegesekan dengan tanah yang di sertai batu-batu besar.


"Ayo nak kita harus segera keluar dari sini, " ucap ayahnya.


"Gendong" ucap Robert dengan nada lembut.


"Jangan begini, kamu membuat ayah kesusahan sudah ini ayah bawa masa kamu minta gendong lagi, " tegas ayahnya.


"Tapi sakit yah. "


"Kamu sebagai laki-laki harus kuat jangan manja begitu saja menangis, ayo segera berdiri, " ucap ayahnya berjalan meninggalkan Robert.


Walau agak kejam itulah didikan agar anaknya kelak bisa tegar menghadapi dunia yang lebih kejam.


Sesampainya dirumah ayahnya yang dari luar tampak cuek datang ke kamar putranya mengobati luka di lututnya.


"Nah setelah ini kamu bisa melakukannya sendiri. "

__ADS_1


"Ayah aku iri sama temanku yang selalu diantar dan di manjain ayahnya, " celetuk Robert.


"Nak dengarin bapa, kita tidak tau kedepannya apa kita masih bersama atau tidak, jadi ayah didik kamu seperti ini agar kamu lebih dewasa dikemudian hari. "


Robert tidak lagi menanggapi perkataan ayahnya yang langsung keluar kamar.


Alam bawa sadar Robert berakhir saat mereka telah sampai di kantor.


"Bert kita sudah sampai, " ucap Haikal membangunkan Robert yang sedari tadi tidur.


Hoammmm


Di kantor tampak sepi karena Pak Zaenal sedang berada di tempat lain menangani kasus lain sedangkan Juan dan Tono pergi entah kemana.


"Kemana lagi Juan dan Tono bukannya jaga kantor, " ucap Haikal.


"Permisi, ada orang... sepi sekali tempat ini, " seorang wanita 50 tahun masuk kedalam kantor.


"Ada perlu apa bu, " ucap Robert keluar sambil membawa minuman kaleng.


"Duh bikin kaget saja, Pak Zaenal ada kah mas, " tanya ibu itu.


"Ohh Pak Zaenal sedang keluar katanya datangin pabrik kebakaran. "


"Owalah gitu toh tapi mas saya dengar-dengar yaa,,, (ibu itu meraih minuman Robert dimeja sambil berbicara tapi tidak sadar meminum coca-cola milik orang lain membuat Robert hanya pasrah).


" Buu kalau pengen gibah jangan kesini anda nyelonong masuk, minum punya saya lagi, " gerutu Robert.


"Lah masnya kaga bilang, sudah habis loh ini bagaimana? "


"Sudahlah saya ikhlas mending ibu keluar jika tidak ada kepentingan daripada saya naik pitam nih. "


"Yoo saya keluar, kok ganteng-ganteng pelit sekali sih. "


"Bikin kesal saja tuh ibu pemilik toko bunga, " seru Robert.


"Kenapa sih marah-marah, kan ibunya sudah tua mana tau kalau punyamu itu, " bela Haikal.


"Bukannya di bela temannya malah ngikutin ibu itu, kamu anaknya. "


Haikal hanya menggelengkan kepalanya.


"Hai..hai kami datangg, " sahut Tono sambil membawa tas berisi makanan bekal.


"Itu apaan, " ucap Haikal.


"Ini kami abis bantuin catering usaha depan yang di depan gang, baru buka loh disuruh bawa makan lagi pulang, "ucap Juan.


"Banyak amat. "


"Kan kita ada banyak dan pada rakus jadi dikasih banyak juga, " celetuk Tono.


"Kalau berucap suka benar yang anda, " ucap Haikal terkekeh.


.


.

__ADS_1


...See you in the next chapter...


...(❁´◡`❁)...


__ADS_2