BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 49. Menemukan hal yang menganjal


__ADS_3

Robert masih tertidur pulas di kasur, teman kamarnya Juan sudah selesai mandi. Ia mentolerir apa yang menimpa Robert ia juga menyuruhnya untuk tidur 1 jam setelah itu dia harus bergegas ke kantor untuk pertemuan rapat team J karena itu sangat penting walau anggota memiliki jadwal individu tapi tujuan utama harus dilakukan.


Setibanya di ruang rapat beberapa sudah terlihat Maria dan Pak Zaenal disana kemudian Tono, Haikal dan Juan barusan datang.


"Mana Robert? " tanya Pak Zaenal ke anggotanya yang baru datang.


"Masih tidur pak, " jawab Haikal.


"Mmm yaa sudah kita mulai saja rapatnya, " pinta Pak Zaenal.


Rapat yang sangat rahasia sehingga cafe, warnet dan ruang baca ditutup sementara agar meminimalisir orang mencurigakan.


"Di kabupaten K sebuah rumah yang ditinggalkan seorang perawat mendadak membuat orang disekitarnya menjadi panik bahkan kepolisian setempat susah untuk melacak keberadaan perawat muda di salah satu rumah sakit di kabupaten."


"Tapi tidak membuahkan hasil padahal sudah menyewa detektif terkenal bahkan sampai polisi pusat membantu tapi malah ditemukan sebuah sidik jari yang susah di identifikasi sehingga pihak keluarga mendapat informasi bahwa kejaksaan di kota ini memiliki penyidik rahasia yang sangat hebat, " sambung Juan membanggakan team J. diikuti Pak Zaenal bertepuk tangan.


"Jadi mereka beneran meminta bantuan kekita? " tanya Maria.


"Itu diaa, tidak ada detektif sebaik kita yang mempunyai alat canggih dan teknologi hebat coba cari engk ada hanya team J, " ucap Juan.


"Jangan lupa ada juga pria tampan yang sangat ambisius memecahkan masalah, si Marcelino Robertson. "


Suara Robert Bergelegar saat membuka pintu ruang rapat.


" Pok...pok...(tepuk tangan) ayo kita segera berkemas malam ini kita akan diam-diam berangkat, " ucap Pak Zaenal sambil keluar ruangan kemudian diikuti Tono dan Haikal yang mengekor.


"Gue akan menyiapkan peralatan dulu deh, " ucap Juan lalu pergi juga dari ruang itu tersisa Robert dan Maria.


"Robert kamu gapapa kan? " tanya Maria.


"Hah? emang ada apa denganku, " jawab robert terkekeh.


"Itu gue engk sengaja dengar tadi sekilas kalau kamu kemarin ke suatu desa untuk mencari adikmu, " ucap Maria yang agak pelan.


"Ohh itu gapapa sih emang akunya punya tanggung jawab sebagai kakak cari adikku yang hilang. "


"Gue salut sama lo Bert kalau gue engk bisa soalnya gampang menyerah, " ucap Maria.


"Sebenarnya aku punya tanggung jawab pas ayah dan ibuku meninggal, mereka selalu menyuruhku menjaga adikku setelah mereka pergi jadi harus dilakukan sebanyak apapun rintangannya, btw emang kau punya masalah apa sampai harus menyerah? "


"Engk sih cuman ngebayangin aja gue diposisi lu, sudah ahh mending kita bantu yang lain, " pinta Maria.


*****

__ADS_1


Jarum jam menunjuk pukul 9 malam sebelum melakukan perjalanan lewati jalan tol mereka singgah di salah satu warung sembako yang cukup banyak isinya mencari makanan ringan, mie gelas, air mineral dan perlengkapan lainnya.


"Bro sekalian ambil roti juga biar engk kelaparan soalnya dengar-dengar bakalan lama perjalanan karena akses jalan susah dilalui antar kabupaten, " seru Tono.


"Sejujurnya gue malas harus ke kabupaten mana dananya engk seberapa di kirim Jaksa Lee," ucap Haikal.


" Mau bagaimana lagi kalau kita emang harus kesana kan sudah persetujuan sama kejaksaan. "


Setelah sejam lebih melewati jalan tol mereka mampir di rest area untuk sekedar meregangkan pinggang, ke kamar mandi atau pun jajan. Beberapa menit bakalan sampai kejalan dimana mereka harus melewati jalur antar kabupaten yang sangat penuh debu karena jalan yang belum diaspal bahkan akan bersanding dengan truck besar yang sewaktu-waktu bisa menyenggol mereka jika menjadi pengemudi yang egois.


Tiba di gapura bertuliskan selamat datang di kota K yang mereka masuki tapi tidak sampai disitu mereka harus menempuh satu jam lagi ke pedalaman untuk sampai ke rumah perawat yang akan mereka tangani.


Sambutan dari ketua Rt setempat maupun perawat sekerja korban saat mobil memasuki perkarangan rumah.


"Selamat datang kalian yang jauh-jauh dari kota, " ucap pak Liu selaku Rt setempat yang sangat ramah kepada tamu mereka.


"Terima kasih pak kami kesini penyidik yang ditugaskan oleh kejaksaan, " ujar Juan.


"Iya saya sangat menunggu kedatangan kalian kok, " pungkas pak Liu yang sambil memandang keseluruhan tamu yang datang. Kali ini wajah dari laki-laki yang berumur 40 tahun itu sangat aneh saat melihat Maria di sudut rombongan.


"Dih dia ngapain pajang ekspresi gitu pas lihat gue, " selidik Maria.


Kemudian Robert menyikutnya. "Suaramu sangat jelas sekali, " bisiknya.


"Terima kasih bu" ucap Haikal.


"Ohh iya,, (langkahnya terhenti saat sudah menuju luar rumah) kalian jangan sekali-kali pergi ke belakang rumah yang ada gudang didekat pohon kelapa, " ucapnya dengan ekspresi datar. Robert dan yang lainnya hanya saling menatap satu dengan yang lain.


"Gue mau cari makan dulu sama Tono" ucap Haikal.


"Gue mau cari tau tempat ini dengan kamera drone, " ucap Juan.


"Tinggal kita berdua jadi ayo kita bersih-bersih, " pungkas Maria lalu disetujui Robert.


Warung makan dengan cat warna hijau keseluruhan yang agak sepi, Tono dan Haikal masuk untuk pesan makanan seperti disambar petir dengan tubuh yang kaku. Suara wanita yang menyambut mereka saat melihat rupanya membuat keduanya terpejeret dengan kecantikan gadis cantik umur 19 tahun bernama Harum seperti namanya perawakannya juga sangat indah.


" Wow, she's very beautiful " seru Haikal yang juga direspon anggukan Tono.


"Duh mas-nya bisa aja hehe, " seru Harum.


" Mbak saya mau pesan nasi campurnya 5 yaa, " pinta Tono.


"Oke mas silahkan duduk dulu, " ucap Harum

__ADS_1


"Kok sepi neng? "


"Biasa mas kan saya baru buka jadi pasti belum ramai biasanya agak sorean sudah ramai sih. "


"Oallah gitu yaa, neng nama abang haikal."


"Kalau saya Tono," ucap Tono memotong pembicaraan Haikal.


"Kebiasaan suka betul potong lu, " sunggutnya.


"Apasih lu"


"Mas ini pesanannya, kalau saya namanya Harumian panggil aja Harum, " tukasnya.


"Pantes cantik namanya juga indah, " ucap Haikal.


Prettt


"Kami balik dulu yaa besok kesini lagi, " ucap Haikal.


"Ingat-ingat sudah punya pacar juga, "


"Kenapa sih lu, kalau mau saingan yang sehat lah. "


"Gue kasih tau pacar lu yaa, " gertak Tono.


"Sudah putus gue. "


Di sawah dekat rumah yang mereka tempati Juan mulai menerbangkan drone miliknya ia mengendalikan agak keatas kemudian mengarahkan kebagian atas gudang yang dilarang suruhan pak Rt.


"Tunggu bukannya ini gudang yang dilarang, jadi penasaran dalamnya apa gue masuk aja kali yaa, " ucap Juan melihat sebuah celah diatas atap gudang.


Ia pelan-pelan mengarahkan drone untuk masuk ke gudang tersebut, di dalamnya sangat gelap saat drone sudah mulai berhasil masuk dengan cahaya yang dihasilkan oleh drone miliknya Juan makin dekat sampai ke layar drone untuk mengetahui isinya dari gudang itu tiba-tiba terpampang sebuah bayangan hitam didalam layar lalu seketika juan kaget dan cepat-cepat mengeluarkan drone miliknya.


Ia tak menyangka melihat hal menyeramkan, dipikirkannya timbul banyak pertanyaan. Apakah kemungkinan pak Rt memelihara jin? atau tumbal yang akan dijadikan korban sebuah ritual? itu semua muncul begitu saja di otaknya.


Setelah berhasil mendapatkan drone miliknya Juan segera pulang karena hari makin sore.


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2