BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 24. Mencari keberadaan Jon


__ADS_3

"Keluarr.... siapa pemilik butik ini," ucap lelaki aneh menghentakkan meja.


Semua karyawan yang melihatnya sangat takut tidak ada yang berani menghentikan pria itu sampai lelaki itu merusak pakaian disana hingga sebuah heels melayang ke wajahnya pria itu.


Bug...


"Berani sekali anda masuk kebutikku mengacaukan semuanya, " teriak Maria.


"Gara-gara butik ini pernikahanku hancur. "


"Apa maksud ucapanmu bisanya mengatakan hal itu, " ucap Maria mengangkat dagu pria itu.


Setelah beberapa menit diseberang toko pakaian terdapat kaka beradik yang tengah makan yang satu agak rakus dan satunya merasa gelisah. "Bang bagaimana jika orang butik datang menghancurkan toko kita, " ucapnya sambil menatap butik nya Maria.


"Apa maksudmu. "


"Gue dengar boss butik itu mantan militer. "


"hahaha kalau begitu gue mantan presiden. "


"Bang gue engk becandaa. "


"Dia hanya wanita lemah, " ucapnya terkekeh lalu tersedak makanannya.


Tiba-tiba pintu toko kaka beradik itu hancur kena hantaman mobil yang dikendarai Maria membuat keduanya luka-luka.


"Apa yang kau lakukan dengan tokoku, " ucap pria itu.


"Harusnya gue yang mengatakan itu apa yang mulut busuk lo ucapkan ke butik ku, " geram Maria.


"Tunggu yaa bakalan gue laporin kepolisi elu, " ucap pria itu.


"Silahkan gue engk pernah takut. "


Beberapa jam kemudian polisi datang membawa surat perintah penahanan ke Maria.


Di kepolisian Maria diminta keterangan terkait kerusakan yang menimpa toko kaka beradik itu tapi malah kakanya meminta uang ganti rugi sebagai jaminan biar semua masalahnya clear.


"Maria ini bukan masalah salah atau benar jika kamu menggunakan kekerasan orang akan memenjarakanmu bahkan hukum di dunia ini emang tidak adil walau kamu yang benar. "


"Maaf pak komandan saya hanya emosi dengan mereka, " ucap Maria.


"Kalau begitu saya pamit dulu, " ucap si komandan yang sudah membebaskan Maria dari penjara.


Sepulangnya dari kantor polisi, di kamar maria mengambil jaket dan topinya pergi ke tempat miss Lone.


"Apa yang membuatmu datang kesini. "


"Apa miss Lone mengenal saya waktu itu saya datang meminta pekerjaan, " ucap Maria membuka topinya.


"Ternyata kamu, bagaimana apa berhasil membunuh pria itu? "


"Ini yang anda mau, " ucap Maria sambil menyerahkan foto aktivitas pembunuhannya.


"Lumayan juga hasil kerjamu, bagaimana siap jadi pembunuh bayar? "


"Sangat siap miss Lone, " ucapnya sambil membungkuk kan diri kearah Lone.


Lone melihat lagi foto tubuh Edi terjatuh di badan mobil.


" Sebenarnya pria ini adalah mantan suamiku, dia menghianatiku dengan menikahi wanita pilihan orangtuanya karena sakit hati aku tidak bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri, sekarang kamu yang akan menjadi kaki tanganku, " ucap miss Lone lalu memberikan pelukan selamat datang ke Maria.


"Aku menantikan kerja kerasmu di kemudian hari, jangan pernah mengecewakanku. "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Duhh pegal sekali woyy," ucap Tono.


"Bisakah elu diam sebentar ini belum selesai, " ucap Haikal memperbaiki selang AC.


"Kalian sudah selesai? " tanya Pak Zaenal.


"Belum pak ini masih disatukan. "


"Jika sudah, segera turun makan cemilan ini. "


Pintu terbuka terlihat Robert datang.


"Kamu sendirian? "


"Sama Juan, dia sedang mencuci mobilnya. "


"Bagaimana apa ada perkembangan tentang suami wanita itu, " tanya Zaenal.

__ADS_1


"Nanti kita rapat, sekarang aku ingin mandi dulu. "


Setelah Robert selesai mandi mereka berkumpul di ruang Pak Zaenal.


"Baiklah karena kita sudah berada semuanya disini, jadi suami dari nyonya Lim bernama tuan Jon sudah pergi keluar negeri selama setahun lamanya membawa putrinya dan uangnya nyonya Lim, kemungkinan uangnya pasti ludes yang terpenting putrinya kembali jadi saya dan salah satu dari kalian akan terbang ke sana untuk menyelidiki keberadaan suaminya lalu sisanya tunggu informasi dari kami. "


"Okey jadi saya dan Robert akan ke Eropa untuk menyelidiki tuan Jon" ucap pak Zaenal.


Semuanya melongo. "Bukannya Pak Zaenal ada asam uratnya? nanti repotkan Robert mending saya saja, " pinta Haikal.


"Alah boyy bilang aja kamu mau liburan, " jawab Zaenal.


Robert, Juan dan Tono meninggalkan Haikal dan Pak Zaenal yang bertengkar.


...----------------...


"Jadi siapa yang ikut besok? " tanya Robert yang kembali untuk mengecek pertengkaran Haikal dan Pak Zaenal.


"Yang pastinya saya dong, " ucap Pak Zaenal.


"Bagaimana kal? " tanya Robert.


"Biarkan aja, " ucap Haikal pasrah.


"Okey Pak Zaenal malam ini kita siap-siap urusan tiket biar saya saja, " ujar Robert.


Keesokannya Robert dan Pak Zaenal diantar Juan ke bandara. "Kalian berhati-hatilah urusan kantor biar gue yang urus, " ucap Juan.


"Oke makasih Juan, " jawab Pak Zaenal.


Saat masuk kedalam pesawat dada pak Zaenal serasa deg-degan. "Ini kali pertamanya saya naik pesawat di umur tua jadi masih grogi, " pintanya.


"Tenang pak ada saya, " ucap Robert merangkulnya.


Setelah cukup lama mengudara di langit akhirnya pesawat Pak Zaenal dan Robert mendarat.


Negara Z menjadi tempat yang akan mereka jelajahi untuk menemui tuan Jon.


"Entah orang itu masih hidup apa engk, dari surat yang ia kirimkan untuk istrinya kalau dia tidak ingin menemui anaknya ke bu Lim. "


"Sepertinya mereka memiliki masalah berat akan hak asuh, " ucap Pak Zaenal.


"Kita istirahat dulu sebelum mencari keberadaan tuan Jon" ucap Robert.


Robert melihat Pak Zaenal. "Sepertinya aku menyesal membawa Pak Zaenal kesini. "


Jam 07.00 pagi Pak Zaenal bangun melihat Robert sudah bersiap-siap. "Bert kamu kok tidak membangunkan saya. "


"Pak, saya sudah berusaha membangunkan anda tapi... "


Beberapa jam lalu...


Robert berkali-kali memanggil Pak Zaenal hingga memutarkan musik di telinganya tapi tetap saja tidak bangun akhirnya ia menyerah dan bersiap-siap.


"Ohh begitu yaa berarti benar kata istri saya kalau membangunkan saya pekerjaan yang melelahkan, " jawab Zaenal sambil terkekeh.


untuk engk ku siram air comberan tuh orang tua.


Mereka segera keluar dari hotel membawa barang-barang mereka karena cukup mahal jika terlalu lama ditempati.


"Bert kita mau kemana ini? "


"Dari surat yang saya analisa terdapat foto tempat tuan Jon sering kunjungi mungkin kita dapat jawaban dari situ. "


"Bert apa masih jauh? " tanya Pak Zaenal.


"Bentar lagi Pak. "


Mereka sampai di sebuah gubuk didepannya terdapat taman indah yang tidak terlalu ramai orang. "Saya mau tanya ke kedai disebelahnya sapa tau kenal dengan pak Jon," ucap Robert.


Pak Zaenal membalas dengan anggukan.


" Excuse me sir, do you recognize this person?"


Pria tersebut melihat dengan hati-hati dan kaget ia langsung menolak untuk ditanyai. " Sorry, I don't have time to serve you"


"Perasaan tuh orang tadi ekspresinya kaya tau deh. "


"Sorry sir, you,,, " belum sepenuhnya Robert melayangkan pertanyaan pria itu langsung berlari keluar kedai.


"Robert mau kemana? " tanya Pak Zaenal.


"Geledah kedainya, saya mau kejar orang itu dulu, " ucap Robert.

__ADS_1


"Hah apa Bert,," tanya Pak Zaenal.


"Seriusan mau di geledah ini, " ucap pak zaenal sambil melirik tempat itu.


Robert mengejar laki-laki itu tapi sayang dia ketinggalan jauh. "sialan tuh aki-aki kencang juga larinya, " pekiknya.


Ternyata pria itu bersembunyi disemak-semak setelah Robert tidak mengejarnya lagi, pelan-pelan ia keluar dari tempat persembunyiannya dan pergi menemui seseorang.


Robert tidak akan tinggal diam ternyata dari tadi ia melihatnya cuman pura-pura tidak tau dan mengikuti pria itu kesebuah rumah Kayu dekat sungai.


Dari kejauhan Robert melihat seseorang yang keluar dari rumah dan memeriksa foto wajah tuan Jon. "Mukanya sama berarti laki-laki tadi mengenalinya. "


" Sir there is a stranger looking for you"


" You're serious?"


" He even shows your photo and says your wife is looking for you"


"Pasti suruhannya limna, " ujarnya lalu berdesit tak percaya dengan kelakuan istrinya itu.


Malamnya Robert berniat masuk kedalam rumah tuan Jon tapi ia malah membangunkannya dengan menjatuhkan gelas dari meja.


"Siall" pekiknya.


Jon bangun membawa kayu. " Siapa disana? "


Sebuah bekapan dari belakang membuat Jon tak bisa gerak.


"Apa kamu Jon? " tanya Robert.


"Sudah kuduga pasti limna yang menyuruhmu membawa putriku, " ucapnya.


Jon duduk di kursi dan tangannya diikat oleh tali. "Cepat katakan dimana putrimu kau sembunyikan apa kau sudah mempekerjakannya? "


"Apa maksudmu? "


"Istrimu meminta tolong ke kami untuk menemukan putrinya yang diculik olehmu. "


"hahahaha apa kau tidak tau kalau Limna yang sudah membohongimu, dia yang sebenarnya jahat, " ujar Jon.


"Waktu dulu kami mempunyai usaha properti tapi karena istriku terobsesi menjadi kaya ia melakukan segala cara dengan judi maupun menjual aset berharga kami hingga putriku hampir dijualnya untung saja aku segera mengetahuinya kalau tidak Limna mungkin telah menghancurkan masa depan putriku," ucap Jon sambil menangis.


"Apa benar itu? "


"Silahkan cek email yang dikirim istriku di HP ini semua bukti ada disana hingga ia mengancam ingin membunuh ibuku. "


Setelah Robert membacanya membuatnya sangat kaget dan cepat menelpon Juan.


"Juan segera kerumah nyonya Lim dan ambil surat yang tuan jon kirimkan pada tangga 23 Mei 19xx"


"Baiklah"


Segeralah Juan kerumah bu Lim mencari yang diminta Robert tanpa sepengetahuan nyonya Lim yang sedang di luar kota.


"Jika terbukti saya yang akan memenjarakan bu Lim, " ucap Robert dihadapan tuan Jon.


"Bagaimana Bert? " tanya Pak Zaenal.


"Nanti ku jelaskan, untuk saat ini aku begitu lelah. "


"Kamu harus mandi air hangat aku akan menyiapkan makanan untukmu, " pintanya.


"Kita cari penginapan dekat sini aja dulu. "


"heem kata orang tadi kedai ini cukup untuk kita tinggalin beberapa hari ibaratkan kita jaga soalnya dia akan pergi sebentar kesuatu tempat, " ucap Pak Zaenal.


"Ya sudah aku akan mandi dulu. "


"Kamar mandinya dipojok. "


auhhh


"Hati-hati dengan lantainya, " ucap Pak Zaenal.


"Telat, sudah jatuh Pak Zaenal. '


Ditempat lain...


Maria telah diangkat menjadi bagian dari anak buah miss Lone untuk membunuh,


ia akan mendapat tugas melakukannya setelah miss Lone kembali dari luar negeri.


Seperti biasa Maria tetap bekerja di butik untuk membiayai hidupnya karena bayarannya juga lumayan diatas UMR. Ia sampai berbohong ke bawahannya jika menjadi anak buah miss Lone agar tidak ketahuan jika ia adalah pembunuh bayaran.

__ADS_1


__ADS_2