BRAVE $ MAN

BRAVE $ MAN
Bab. 33. Penangkapan si Jack


__ADS_3

Ketukan pintu yang sangat keras dari bawah terdengar hingga ke kamar Maria disinyalir jika rumah tersebut milik keluarga asisten Maria yang mungkin menyambut tamu di bawah.


"Suara siapa sih itu sangat berisik sekali atau mungkin kerabatnya datang," gumamnya.


"Ehh kalian tidak boleh masuk kerumah orang sembarangan" ucap asisten Maria.


"Keluar kamu woyy dimanapun keluarlah, " ucap Robert.


"Duhh berisik banget sih kalian, " ujar Maria.


"Kami ingin menanyakan soal ini, " ucap Juan menunjukkan lembar bukti Pak Jack.


"Apa ini? "


"Itu kebusukan bos kamu, " ucap Robert.


"Maaf yaa, nona Maria belum lama kerja dengan Pak Jack jadi jangan asal judge. "


"Diam lu gue kaga nanya sama elu, " tegas Juan kepada bodyguard Maria.


"Gue engk tau masalah Pak Jack karena gue baru 2 bulan kerja, itupun beliau yang nyelamatin gue dari bos gue yang dulu. "


"Kami engk ada urusan mengenai problem lu dengan bos yang dulu kita minta kejelasan terkait ini, engk mungkin dong kamu tidak mendengar desus tentang Pak Jack, " tukas Robert.


"Sepertinya mereka engk mau ngalah apa gue kabur aja yaa, " Batinnya.


"Tolong kalian pergi. nona harus istirahat dulu, " pinta asisten Maria.


Hampir terjadi perkelahian untuk saja Maria mencegahnya. "Oke fine gue bakalan nurut apa mau kalian asal jangan hari ini , " ucapnya.


"Besok pagi-pagi lu ikut kita ke kota. "


"Whatt mau ngapain buru-buru ke kota, " jawab Maria.


Kedua lelaki itu tampak enggan menjelaskannya kepada Maria alasannya dan langsung pergi begitu saja.


*****


Wanita cantik itu sepanjang malam terjaga karena kepikiran akan ucapan laki-laki aneh tadi pagi. "aaaa kenapa gue engk bisa berbuat apa-apa"


Tok... tokk


Asistennya bernama Lim yang belum lama ia kenal tapi terasa seperti saudara keduanya dipertemukan saat melakukan perjalanan ke desa itu ia diminta Jack untuk mengawal Maria.


"Maaf nona saya membawakan susu ini sangat membantu kerisauan anda saat ini, "pintanya.


Maria langsung meminum susu pemberian asistennya nya.


"Lim menurutmu jika kita kabur malam ini apa mereka akan tetap mengejar kita? "


"Dari perkataan mereka kalau nona tetap ingin kabur berarti anda dinyatakan bersalah. "


"Gue takut kalau betulan bagaimana habislah gue. "


"Kalau seperti ini mending dulu gue bunuh aja tuh si Jack mungkin sampai sekarang gue pasti selalu aman di lindungan pak Kora." Batinnya.

__ADS_1


*****


Mentari pagi menyinari masuk ke dalam kamar maria ia belum saja bangun hingga terdengar dari luar orang yang ingin membawanya ke kota nusantara berada di depan pintu kamarnya.


"Berikan kesempatan lagi untuk dia istirahat sebentar dari semalam nona selalu memikirkan masalah ini, " pungkas Lim.


Di dalam kamar Maria sudah bangun dan bersembunyi di dalam lemari. "Kenapa mereka begitu cepat datang...oke Maria lu harus hadapi masalah ini, " ucapnya


Maria turun dari tangga.


"Ayo kita berangkat, " ucap Maria siap.


Robert dan Juan sedang menyantap sarapan buatan Lim asisten sekaligus bodyguard Maria.


"Kalau kita sampai dikota kita kemana lagi? " tanya Maria saat sudah berada bersama Robert dan Juan di mobil.


"Ke kejaksaan. "


"Apa, secepatnya itu. "


"Iya kita harus mengidentifikasi isi box yang ditemukan baru mencetak surat penangkapan ke Pak Jack. "


"Tapi gue engk di cebloskan juga kan ke penjara? "


"Tergantung kalau selama persidangan ada bukti kuat anda termaksud yaa maaf aja, " pungkas Robert.


"Dasarr, " sunggutnya.


Perjalanan 2 jam akhirnya sampai di gapura kota nusantara sebelum menuju kejaksaan mereka mampir makan siang dulu.


"Bangun, kita sudah sampai. "


"Baru masuk ini kita mampir makan mau ikut engk, " jawab Juan.


"Nanti deh gue mau regangkan badan dulu. "


2 menit kemudian...


"Duhh segernya padahal sudah siang tapi tetap keliatan seperti masih pagii,,, ehh lu ngapain bersandar disitu, " ucap Maria kaget melihat Robert.


"Saya cuman mastiin kamu engk kabur. "


"Dih ngapain juga ditungguin gue bukan buronan lah. "


Selesai makan mereka langsung berangkat menuju kejaksaan.


"Ini gue kelamaan didaerah lain kok lumayan bersih tuh sampah di jalan yaa, " ucap Maria.


"Yaa kaga tau mungkin ada kunjungan makanya jadi bersih. "


"Siapa berkunjung? "


"Katanya ada presiden meninjau ke tempat itu. "


"Pantesan"

__ADS_1


Tak terasa sampai di gedung jaksa mereka bersama-sama menuju ruang yang akan dituju.


"Selamat siang semuanya, " sapa Robert.


"Wahh Bert lu makin kece aja, " ucap staf wanita.


"Kece darimana malah seperti raksasa," gumam Maria.


Robert memberikan tatapan sinis kearah maria atas ucapannya.


"Kenapa emang kenyataannya kok. "


"Robert, juan apa kabar kalian, " tanya Jaksa Lee.


"Baik Pak"


"Ini siapa? pacarnya Robert yaa. "


"Jangan ngadi-ngadi..ihh ogah, " jawab mereka bersama.


"Dia ini pak kaki tangan Pak Jack. "


Maria agak kesal akan ucapan Robert.


"Sudah-sudah kita segera lakukan investigasi saja. "


"Disini coba perhatikan jika ada beberapa box diantaranya berbeda-beda isinya. Seperti box ini berisi permen terbuat dari gula yang didalamnya dimasukan sabu lalu boneka yang ternyata berisi ganja yang akan di salurkan kenegara-negara untuk pelaku masih dimintai keterangan soal siapa dalangnya. "


"Maria kamu sebagai kaki tangan Pak Jack bagaimana mau bekerja sama agar masalah ini tuntas dan ini juga bisa membantumu, " tukas Robert.


"Jika masih mempertahankan bosmu yaa sudah, " balas Juan.


"Tunggu, gue masih bingung baru 2 bulan kerja dan belum nerima gaji juga, " sunggut Maria.


.


.


Maria berjalan di lorong kejaksaan ia tidak berani menghubungi Pak Jack karena ia takut akan di bunuh.


Di layar hp muncul nama Pak Jack. "Astaga Pak Jack bagaimana ini, " ucapnya panik.


Dari belakang Maria nampak tangan seseorang mengambil handphonenya dan mengangkat teleponnya.


"Hallo pak"


"Ini siapa mana Maria"


"Saya dari kejaksaan"


"Maksud anda"


"Saya meringkus nya karena bar anda yang ternyata tempat menyembunyikan barang terlarang. "


"Hei... "

__ADS_1


titt


"Sialan sambungannya diputus, " ucap Pak Jack nampak marah.


__ADS_2