
Sambil mengendarai kendaraannya Adit yang sedang menuju ke kantornya kemudian teringat akan Robert dimasa lalu ia pernah menolong diwaktu Robert masih jadi anak SMA di salah satu kota yang pernah ia ditugaskan sebelum akhirnya dia ke kota ini dan bertemu kembali dengan Robert.
Melihat kemasa lalu saat Robert dan temannya menjadi korban pembullyan oleh sejumlah anak sekolah lain di gang kecil, Robert dan temannya lari dari kejaran sejumlah anak sekolah lain yang lebih banyak dari kedua orang ini, di perempatan Robert dikepung tidak bisa kemana-mana ia menjatuhkan tasnya dan bersiap bertarung karena masih awal mengelutih bela diri ia masih kalah oleh banyaknya jumlah si pelaku hingga mereka berdua jatuh dan memar di wajah dan tubuhnya.
Robert mempasrahkan ke maha kuasa jika ia akan mati disana. Suara sirina mobil polisi terdengar hingga para pelaku hendak melarikan diri tapi tidak berhasil karena polisi yang datang cukup banyak mereka semua di tangkap satu-satu, Robert dan temannya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Sampai Adit 3 kali mengunjungi Robert dirumah sakit.
"Bagaimana keadaanmu? " tanyanya.
"Saya sudah membaik pak. "
"Kamu sudah bisa makan, kan? " tanya Adit.
"Iya sudah bisa. "
"Baguslah pamanmu awal datang sangat shock hingga pingsan melihat kamu babak belur sampai dia ingin membakar sekolah katanya, " ucap Adit yang membuat Robert terkekeh sambil menahan sakit di pipinya.
"Saya baru tau kalau beliau sekhawatir itu soalnya paman saya orangnya sangat cuek kalau dirumah, " ujar Robert.
"Maka dari itu orang yang cuek biasanya sangat perhatian tau. "
Robert hanya menatap kearah Adit.
Kembali ke masa depan dimana Adit sudah sampai di kantor polisi, di sana Adit cukup senior sehingga saat jalan banyak yang menunduk hormat kepadanya dia sebentar lagi akan diangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (IRJEN), jika selesai menangani beberapa kejahatan di masa periodenya.
*****
Keesokannya...
"Loh mas Robert kok baru keliatan, " ucap Maria yang berpapasan dengan Robert ketika keluar dari ruang baca.
"Ia saya lagi ada kerjaan di luar, " balasnya dengan ekspresi datar.
Karena Maria masih baru di team J para anggota belum terbiasa berbagi informan ke dirinya dan perlu diketahui jika para anggota juga punya pekerjaan individu diluar seputar pemberantasan kejahatan kebanyakan dari mereka selalu Juan atau Robert yang punya, kadang juga anggota lain yang dimintai orang lain membantu sebuah masalah kejahatan sehingga jika bertabrakan dengan jadwal kasus team harus relain individunya karena yang paling utama itu.
.
.
"Ohh begitu yaa, " jawab Maria setelah Robert menanggapi perkataannya.
Robert menuju cafe jingga untuk bersiap bekerja dengan memakai celemek dan menyetok beberapa bahan yang mulai habis ke tempatnya karena karyawan yang bekerja belum datang ia juga menyapu dan mengepel, sudah 2 hari ia tidak bekerja di tempat itu karena sibuk diluar.
Saat kembali dari panti setelah seharian ia langsung pulang ke apartemen kemudian pergi ke rumah sakit baru keesokannya ia masuk kerja lagi.
__ADS_1
Anak kuliahan bernama Sari datang lagi yang ketiga kali untuk mengerjakan skripsinya, Maria dengan antusias menyambutnya ia juga sangat ramah agar Sari tetap semangat mengejar pendidikannya sampai sarjana.
"Sari kalau mau pesan sesuatu chat aja nanti aku suruh orang cafe bawakan makanan, " ucap Maria.
"Duh engk usah kak saya takut ngerepotin. "
" iss kamu nih kan sudah datang kesini lebih dari 2 kali terus kita juga sudah dekatkan. "
"Makasih kak sudah dibantuin. "
"Iya sama-sama, semangat terus yaa, " ucap Maria.
"Pasti kak"
Di hari itu Maria mendapatkan pesan jika dia sudah gajian ia sangat senang lalu menuju cafe untuk membeli sesuatu untuknya dan Sari.
"Mas Robert buatkan aku pisang goreng toppingnya kasih banyakin yaa sama minumnya jus alpukat dan mangga, " pinta Maria.
"Tumben banget kamu kesini, " seru Robert.
"Abis gajian, disini bisa pakai QRIS scan? "
"Iyoo, bentarlah. "
"Nanti pasti engk terasa ada aja, kamu bersiap aja tiba-tiba disuruh ke tempat, " ujarnya.
"Okelah kalau begitu, btw besok gue datangnya siang yaa soalnya mau nemanin si Sari ke toko buku. "
"Ini pesananmu, ehh tapi saya saranin jangan terlalu akrab sama pelanggan nanti di manfaatin terus, " balas Robert.
"Hah! maksudnya. "
"Iya banyak sekali kejadian disini akibat terlalu dekat sampai dihutangin, tuh kaya Haikal," ucap Robert sambil memajukan bibirnya mengkode kearah depannya kalau Haikal datang.
"Hai gess"
"Kenapa pada ngumpul disini saya mau bekerja, " ucap Robert.
"Yeeehhh mumpung ada duit nih jadi pertama dibelanjain di cafe lu, " pungkas Haikal.
"Alahhh alasan,, bilang aja mau lihatin cewe-cewe yang mampir kesini kan, " sunggut Robert membuat Maria agak tidak nyaman dia langsung pergi dari sana.
"Sar gue bawakan sesuatu untuk lu nih" ucap Maria.
__ADS_1
"Duh kak ngerepotin. "
"Gapapa aku dapat gaji pertama bingung juga mau dikemanain, " pintanya.
"Kan bisa dipakai bayar apartemen kaka. "
"Ehh diam-diam aja yaa gue dimudahkan pemilik apartemennya bayarnya setahun sekali aja jadi masih bisa nabung hehe," bisik Maria ditelinga Sari.
"Oke kak hihi. "
"Besok jadikan kita jalan? " tanya Maria.
"Iya kak jadi. "
"Oke deh kita ketemuan di toko bukunya langsung aja gimana? " tanya Maria.
"Iya kak"
Sari pulang menggunakan ojek online tidak jauh dari lokasi gedung hitam-putih team J, bayarnya cuman 7 ribu karena saat pergi tadi dia berjalan kaki dari pagi sekalian menuju kampus juga yang searah.
Sari sangat terbiasa melakukannya jadi mahasiswa akhir membuatnya sangat stress bukan hanya biaya per semester tapi juga biaya hidupnya sedangkan ayahnya kerja kuli bangunan yang tidak seberapa hasilnya membuatnya tetap bersyukur, Sari juga tetap tekad menyelesaikan tugas akhirnya agar segera wisuda tahun ini. Menaiki tangga yang sangat melelahkan rumahnya berada di lantai 4 karena lift rumah susun sedang rusak sehingga membuatnya terpaksa menaiki anak tangga. Sesampainya di depan pintu ia segera membuka ganggang besi dan langsung disambut adiknya yang sedang tidur di depan TV.
"Ya ampun dek pulang sekolah engk ganti baju, " ucap Sari pelan-pelan membuka kancing baju seragam adiknya yang tampak kusam terlihat dibagian lengan ada robek yang sangat besar membuat Sari sangat sedih lalu mengambil jarum dan benang untuk menjahit seragam adiknya, tidak rasa jika Sari meneteskan air matanya sambil mengusapnya agar tidak ketahuan adiknya yang tiba-tiba menanyakan Sari yang sudah berada di rumah.
"Kaka sudah pulang, " ucapnya sambil menguap.
"Iya dek, " jawab Sari cepat-cepat beranjak menuju kamar mandi disana ia menyalahkan keran air agar tidak terdengar suara tangisannya dari luar.
Malamnya ayahnya pulang membawakan 3 bungkusan makanan berisi ayam penyet dan sayur asam akhirnya mereka bisa makan kenyang karena dihari sebelumnya kadang ayahnya membawa 1 bungkus makanan untuk diberikan ke anaknya tapi Sari tetap menolak dan mengajak ayahnya ikut makan bersama kadang Sari menahan lapar.
Kadang juga ia pulang membawa gorengan pemberian Maria untuk di santap ayah dan adiknya.
"Ayahh ayamnya empukk, " ucap lucu anaknya membuat Sari dan ayahnya terkekeh akan jawab polosnya.
"Iya dek makan banyak yaa, " balas Sari.
.
.
.
...Bersambung.......
__ADS_1